AYOJAKARTA.COM - Menteri Keuangan (Mekeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan, kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan adalah setiap hari Jumat.
Diketahui, kebijakan WFH ini muncul seiring rencana pemerintah untuk melakukan efisiensi atau hemat energi (BBM) akibat konflik Timor Tengah.
Purbaya menilai hari yang tepat untuk WFH adalah hari Jumat.
Sebab, hari Jumat bisa berdampak terhadap tekanan produktivitas paling rendah.
Baca Juga: Ayo Media Network Perkenalkan Website ISMN untuk Perkuat Ekosistem Homeless Media
"Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil," ujar Purbaya.
Purbaya lantas mengatakan bahwa pada hari Jumat biasanya digunakan para ASN untuk olahraga saat pagi hari.
Sedangkan waktu kerja juga terpotong dengan waktu salat Jumat.
Hal ini, menurut Purbaya tidak jauh berbeda dengan pegawai di sektor swasta.
Baca Juga: Jelang Puncak Arus Balik, Terminal Lebak Bulus Mulai Dipadati Pemudik
Sebagai informasi, rencana WFH ini akan diberlakukan untuk ASN dan pegawai swasta.
Rencana ini juga sudah dimatangkan dan telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan bahwa penerapan WFH ini sudah dibahas dalam rapat yang dipimpin Menko Airlangga secara daring.
Dalam rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri lainnya seperti Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menves/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Purbaya menyampaikan, bahwa keputusan kebijakan WFH ini tinggal menunggu pengumuman yang rencananya akan disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.***
Share this article
Kebijakan WFH ini muncul seiring rencana pemerintah untuk melakukan efisiensi atau hemat energi (BBM) akibat konflik Timor Tengah.