AYOJAKARTA.COM - Pemerintah memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik nasional tetap aman di tengah konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Hingga saat ini, belum ada kebijakan pembatasan distribusi energi kepada masyarakat, baik untuk sektor rumah tangga maupun industri.
Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah menegaskan bahwa kondisi cadangan energi nasional masih berada pada level yang mencukupi.
Selain itu, sistem distribusi BBM dan pasokan listrik juga tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Baca Juga: Upaya Tekan Impor LPG, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Kompor Listrik
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, cadangan BBM nasional saat ini tercatat berada pada kisaran 27-28 hari.
Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dipastikan masih bisa terpenuhi dengan baik.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir atau panic buying.
"Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah," ujar Yuliot.
Lebih lanjut, ia mengimbau agar masyarakat tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU, terutama saat terjadi antrean.
Yuliot juga memastikan pasokan listrik dalam kondisi terkendali.
Daya mampu sistem kelistrikan, menurutnya, saat ini mencapai 52 gigawatt.
Sedangkan beban puncak berada di angka 35 persen.
Dengan demikian, masih ada cadangan atau risk margin sekitar 48 persen dari rata-rata kebutuhan harian.
Pemerintah sendiri terus bekerja keras untuk tetap menjaga kestabilan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat di Indonesia bisa terpenuhi.***

Share this article
Melalui Kementerian ESDM, pemerintah menegaskan bahwa kondisi cadangan energi nasional masih berada pada level yang mencukupi.