Metropolitan

Update Pembangunan Flyover Latumenten, Pemprov DKI Hilangkan Titik Rawan Kecelakaan

Oleh: Katarina Erlita Kamis 30 Apr 2026, 13:05 WIB
Ilustrasi Flyover (Sumber: Pexels/Pexels)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan keamanan di perlintasan kereta api.

Salah satu langkah nyata yang sedang dilakukan adalah membangun jalan layang atau flyover di Jalan Prof. Dr. Latumenten, Jakarta Barat.

Proyek ini bertujuan utama untuk menghilangkan perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan.

"Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Nah, ini bagian yang harus kita evaluasi," Plt Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dilansir dari Website Berita Resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Solusi Kemacetan dan Keamanan di Grogol

Pembangunan Flyover Latumenten berlokasi di dekat Stasiun Grogol. Kawasan ini dikenal sebagai simpul kemacetan parah akibat pertemuan arus kendaraan dan jalur kereta api.

Hingga 26 April 2026, progres pembangunan proyek ini telah mencapai 35 persen.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta menargetkan proyek ini tuntas pada tahun ini.

Dengan adanya flyover ini, kendaraan tidak lagi harus mengantre di pintu perlintasan kereta.

Hal ini diharapkan dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi, terutama pada jam sibuk di kawasan Grogol.

Evaluasi Pengamanan Perlintasan Kereta Api

Plt Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan bahwa pengamanan kawasan perlintasan kereta api akan dievaluasi secara menyeluruh.

Langkah ini diambil menyusul adanya insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

Menurut Rano Karno, Jakarta memiliki banyak perlintasan sebidang yang perlu mendapat perhatian.

"Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Nah, ini bagian yang harus kita evaluasi," jelasnya.

Evaluasi ini sangat penting karena keselamatan warga yang melintas adalah prioritas utama.

Mengadopsi Konsep "Tapal Kuda"

Flyover Latumenten dirancang dengan fungsi yang serupa dengan simpang tak sebidang “Tapal Kuda” di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Konsep ini terbukti efektif memisahkan arus kendaraan dari jalur kereta api secara total.

Pemerintah juga berencana melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memetakan lokasi lain yang membutuhkan pembangunan serupa.

Lokasi-lokasi yang dinilai rawan kecelakaan dan macet akan menjadi prioritas pembangunan jalur tak sebidang di masa depan.

Harapan bagi Warga Jakarta

Pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar mengejar kelancaran lalu lintas.

Fokus utamanya adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas di perlintasan kereta api.

Dengan hilangnya perlintasan sebidang, potensi kecelakaan tragis yang melibatkan kereta api dapat diminimalisir secara signifikan.

Warga Jakarta Barat diharapkan dapat segera menikmati fasilitas ini untuk mendukung mobilitas harian mereka tanpa rasa khawatir akan kemacetan dan risiko kecelakaan di rel kereta api.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita