AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta mempercepat program normalisasi Sungai Ciliwung sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir saat curah hujan tinggi.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko luapan air yang kerap terjadi di sejumlah wilayah rawan banjir.
Normalisasi sungai ini mencakup pengerukan sedimen, pelebaran badan sungai, serta penataan bantaran.
Dalam proses normalisasi ini, pekerja mengoperasikan alat berat ekskavator saat melakukan pengerukan di sungai tersebut.

Selain itu, pengerukan lumpur di Kali Banjir Barat juga terus dilakukan.
Hal ini guna menjaga kapasitas aliran air tetap optimal.
Sejumlah alat berat pun dikerahkan untuk mengangkat endapan sedimen yang menumpuk di dasar kanal agar aliran air tidak terhambat.
Pengerukan terus dilakukan secara bertahap sebagai upaya mengurangi risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah ibu kota.
Total volume pengerukan mencapai 179.269 meter kubik.

Angka tersebut mencerminkan besarnya endapan yang harus diangkat.
Saat ini pekerjaan difokuskan pada segmen Pintu Air Karet hingga Pintu Air Manggarai.
Kemudian akan berlanjut ke kawasan Jalan Kyai Tapa dengan panjang sekitar 3.850 meter.
Dengan percepatan normalisasi Sungai Ciliwung ini, diharapkan risiko banjir di ibu kota dapat ditekan, terutama saat musim hujan dengan curah tinggi.
Sebagai informasi, proyek normalisasi Sungai Ciliwung ini sempat terhenti sejak 2017.
Kini, proyek tersebut akan dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis.

Pemprov DKI bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerja sama dalam proses pembebasan lahan dalam proyek ini.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan normalisasi Sungai Ciliwung ini penting dilakukan karena bisa mengurangi sekitar 40 persen dampak banjir di Jakarta.
Proyek ini dibagi menjadi dua segmen utama dengan total panjang mencapai 33,69 kilometer.
1. Segmen I yakni Pintu Air Manggarai hingga MT Haryono.
Di segmen ini direncanakan akan dibangun tanggul sepanjang 14,99 km, dengan realisasi saat ini mencapai 8,24 km.

2. Segmen II yakni MT Haryono hingga TB Simatupang.
Di segmen ini rencananya akan dibangun tanggul sepanjang 18,7 km, dengan realisasi mencapai 8,9 km.
"Sehingga total secara keseluruhan ada 33,69 kilometer di ruas Ciliwung ini, realisasi yang sudah diturap 17,14 kilometer," ujar Pramono.***

Share this article
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai dan mengurangi risiko luapan air yang kerap terjadi di sejumlah wilayah rawan banjir.