AYOJAKARTA.COM - Usai tragedi kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL yang tewaskan 15 wanita di Stasiun Bekasi Timur, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno akan menindaklanjuti isu pengamanan di kawasan perlintasan kereta api.
"Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Nah, ini bagian yang harus kita evaluasi," katanya, Rabu, 29 April 2026.
Lebih lanjut, PT KAI telah menyatakan pengamanan kawasan perlintasan kereta api merupakan kewenangan pemerintah daerah.

Sementara, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah mengungkapkan, Pemeritmah Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan pembangunan Flyover Latumenten di atas simpang sebidang dengan lintasan kereta api.
Selain mengatasi kemacetan, jelas Afan, pembangunan flyover oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta sejak akhir 2025 lalu. bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas.
"Antisipasi terhadap perlintasan sebidang dengan rel kereta api, DKI saat ini sedang membangun ada flyover di Jalan Latumenten. Rencananya tuntas tahun ini," tandasnya.
Sebagai informasi, kejadian tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur terjadi dipicu kejadian taxi listrik terpemper yang berada di perlintasan sebidang tak resmi Jalan Ampera, Bekasi Timur, dekat Stasiun Bekasi Timur.
Perlu diketahui bahwa palang perlintahan kereta api di lokasi kejadian merupakan buatan warga, penjagaan pun dilakukan oleh warga.
Kekinian, diketahui bahwa perlintasan kereta api tersebut dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas) yang disebut sulit untuk ditutup.***

Share this article
Usai tragedi kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL yang tewaskan 15 wanita di Stasiun Bekasi Timur, Wagub Rano Karno akan menindaklanjuti isu pengamanan di kawasan perlintasan kereta api