News

Terkuak Kata-kata Terakhir Brigadir J Sebelum Dibunuh hingga Bripka RR Sebu Gelagat Mencurigakan Kuat Maruf!

Oleh: Redaksi Rabu 14 Sep 2022, 19:00 WIB
Terkuak Kata-kata Terakhir Brigadir J Sebelum Dibunuh hingga Bripka RR Sebu Gelagat Mencurigakan Kuat Maruf!

AYOJAKARTA.COM - Berikut ini akan dibahas kata-kata terakhir Brigadir J sebelum dibunuh Feredy Sambo yang akhirnya terkuak. 

Seperti diketahui, kasus penyelidikan kematian Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo hingga saat ini masih terus bergulir. 

Awalnya, isu pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi dikabarkan menjadi salah satu alasan Ferdy Sambo tega menghabisi Brigadir J. 

Baca Juga: Putri Candrawathi Pakai Nama Ajudan Untuk Membuat Rekening Bank, Salah Satunya Brigadir J. Buat Apa Ya?

Seperti dilansir AyoJakarta.com dari Teras Gorontalo dengan judul "Kata-kata Terakhir Brigadir J Sebelum Dibunuh Terungkap, Bripka RR Beber Gelagat Mencurigakan Om Kuat".

Dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini, sudah ada lima tersangka. 

Mulai dari Ferdy Sambo, Bripka RR, Bharada E, Kuat Ma'ruf alias Om Kuat, dan Putri Candrawathi.

Baca Juga: Kepergok! Putri Candrawathi Kaget dan Berteriak, Brigadir J Ancam hingga Menodongkan Senjata Api ke Kepalanya

Belakangan ini diketahui kata-kata terakhir Brigadir J sebelum akhirnya menghadapi kematian.

Kata terakhir Brigadir J ini diungkapkan oleh salah satu tersangka dalam kasus Brigadir J yakni Bripka RR.

Seperti yang diketahui, Brigadir J dan Bripka RR sempat berbincang saat terjadi ketegangan di rumah Ferdy Sambo yang berada di Magelang.

Baca Juga: Putri Candrawathi Buka Rekening Pakai Nama Brigadir J, Dipakai untuk Kebutuhan Rumah Tangga di Jakarta

Kedua ajudan Ferdy Sambo tersebut bercakap terkait peristiwa di rumah Magelang.

Perbincangan tersebut diakui Bripka RR kepada kuasa hukumnya, Erman Umar.

 

Disisi lain, Bripka RR mengaku tidak mencium indikasi atau mencurigai adanya dugaan pelecehan atau kekerasan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Baca Juga: Putri Candrawathi Kaget dan Berteriak, Brigadir J Ancam hingga Menodongkan Senjata Api ke Kepalanya

Sebab peristiwa di Magelang yang diketahui dan dilihat langsung Bripka RR adalah adanya ketegangan antara Brigadir J dengan Kuat Maruf, sopir keluarga Ferdy Sambo.

 

Selain itu, ia juga melihat Susi, asisten rumah tangga Ferdy Sambo menangis di lantai dua rumah.

Sementara Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, menurut Bripka RR, berbaring di kamarnya.

Baca Juga: Putri Candrawathi Ungkap Brigadir J Masuk Kamar Putri Candrawathi: Pegang Paha, Kemaluan, dan Payudara

Bahkan menurut Bripka RR, Putri Candrawathi mencari Brigadir J kala itu.

Hal itu dikatakan Bripka RR itu kepada kuasa hukumnya Erman Umar.

Menurutnya yang memang menjadi misteri dalam peristiwa itu, adalah kenapa Susi menangis dan apa penyebabnya.

Baca Juga: Dahulu Paling Vokal Namun Kini 'Hilang', Begini Kabar Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Sekarang

"Yang memang menjadi pertanyaan saat itu, apa penyebab Susi menangis. Bripka RR tidak tahu penyebabnya, padahal Ibu Putri Candrawathi tidak menangis dan berbaring di kamarnya," ujarnya.

"Semuanya diam, soal Susi menangis ini, dan Bripka RR tidak tahu penyebab Susi menangis," katanya.

 

Erman mengatakan sebenarnya tugas Bripka RR sebagai ajudan khusus, utamanya menjaga dua anak Ferdy Sambo di Magelang yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang.

Baca Juga: Putri Candrawathi Bongkar Posisi dan Gayanya Setelah Dilempar Brigadir J: di Atas Tumpukan Baju Kotor

"Dimana mereka duduk di kelas I dan III. Namun saat pandemi dan sekolah online, Bripka RR juga tugas di Jakarta," kata Erman.

 

Karenanya kata dia saat sehari sebelum pulang ke Jakarta, yakni tanggal 7 Juli 2022, dimana ada kejadian di Magelang, Bripka RR sedang mengurus dua anak Ferdy Sambo di Taruna Nusantara bersama Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Saat di Taruna Nusantara, kata Erman, Bripka RR diminta pulang oleh Putri Candrawathi.

Baca Juga: Terkuak Perintah Ferdy Sambo Kepada Jenderal Hendra Kurniawan dalam Kasus Brigadir J, Nomor 5 Tak Disangka

"Dia dipanggil sama ibu Putri Candrawathi, disuruh pulang ke rumah, panggilan saat itu lewat telepon kepada Richard," kata Erman.

Pada saat kembali ke rumah kata Erman, menurut Bripka RR di lantai 1 rumah, kosong.

"Saat Bripka RR naik ke atas, dia lihat Om Kuat dalam keadaan panik dan tegang. Dia tanya, ada apa pak Kuat? Pak Kuat jawab, 'Enggak itu tadi si Yosua, naik turun naik turun, saya tanya, dia lari ke bawah. Dia gak mau dengar saya. Itu jawaban Kuat," katanya,

Baca Juga: Kekeh Alami Pelecehan oleh Brigadir J, Putri Candrawathi Pasrah hingga Ungkap Gaya dan Posisi Tubuhnya di BAP

"Saat itu kata Bripka RR, kondisi Susi menangis," ujar Erman.

Bripka RR menceritakan bahwa Brigadir J naik ke lantai dua dan mencoba melihat keadaan Putri Candrawathi yang diduga sakit.

"Tapi dihalangi oleh Om Kuat dengan pakai pisau. Akhirnya Brigadir J turun lagi ke bawah," katanya.

Baca Juga: Nama Kapolri Disebut, Ini 5 Rekomendasi Komnas HAM dan Mahfud MD Untuk Jokowi Soal Kasus Pembunuhan Brigadir J

 

Kemudian kata Erman, Kuat mempersilahkan Bripka RR melihat kondisi Putri Candrawathi yang berbaring didalam kamar di lantai dua tersebut.

"Dia buka pintu kamar ibu, dan tanya. 'Ada apa Bu?'. Ibu tidak menjawab, tetapi malah bertanya. 'Joshua dimana?'," kata Erman

 

Menurutnya setelah itu Bripka RR hendak turun ke lantai 1 untuk menemui Brigadir J.

Baca Juga: Isi Laporan Pelecehan Putri Candrawathi Mencengangkan. Brigadir J Disebut Meraba Bagian Tubuh Terlarang

Namun kata Erman, karena ada ketegangan antara Brigadir J dengan Kuat Maruf, Bripka RR berinisiatif menyembunyikan senjata api milik Brigadir J.

Tujuan Bripka RR melakukan itu, kata Erman, agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan jika terjadi pertengkaran kembali antara Brigadir J dengan Om Kuat.

"Kemudian Bripka RR turun ke bawah. Dia Brigadir J. Karena perintah ibu Putri Candrawathi kan, tanya Joshua dimana?," kata Erman.

Baca Juga: Ferdy Sambo Bantah Kesaksian Bharada E Jadi Penembak Terakhir Brigadir J, Lie Detector Ungkap Fakta Sebaliknya

Bripka RR lalu bertemu Brigadir J dan menanyakan ada masalah apa dengan Om Kuat.

"Bripka RR tanya ke Josua, ada apa dan kenapa bersitegang dengan Kuat. Josua menjawab agak marah, 'Iya bang, saya gak ngerti itu kenapa Om Kuat, marah-marah ke saya'. begitu jawaban Josua," kata Erman.

 

Kemudian kata Erman, Bripka RR memberitahu Brigadir J, bahwa dirinya dicari dan dipanggil oleh Putri Candrawathi.

Baca Juga: Soal Kasus Brigadir J, Farhat Abbas Malah Puji Ferdy Sambo-Sebut Putri Candrawathi Harusnya Tak Jadi Tersangka

Kemudian Bripka RR dan Brigadir J ke lantai atas.

Bripka RR, kata Erman menunggu di pintu dan agak berjarak.

 

Tak lama kata dia kemudian Brigadir J keluar kamar, dan bersama Bripka RR kembali turun ke lantai 1.

Baca Juga: Hasil Lie Detector: Bharada E Tembak Pertama Brigadir J, Ferdy Sambo Terakhir

"Pada saat mereka turun, Bripka RR ikuti Brigadir J, karena khawatir supaya jangan ada pertengkaran lagi dengan Om Kuat," ujar Erman.

"Bripka RR antar sampai ke bawah. Dia sempat tanya Josua juga, ada apa lagi. Yang kedua ini jawaban Josua melunak, 'Udah bang, gak ada apa-apa bang'. Ini berbeda dengan pertama sebelum Josua bertemu Ibu," katanya.

Dari keterangan Bripka RR, kata Erman, kliennya sama sekali tidak melihat adanya dugaan pelecehan atau kekerasan seksual kepada Putri Candrawathi yang diduga menjadi motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Baca Juga: Satu-persatu Cerita Lama Putri Candrawathi Kembali Diungkit Bibi Brigadir J, Roslin Emika

"Jadi menurut RR, kejadian di Magelang tidak seperti yang dibayangkan. Dia tidak melihat dan tidak tahu adanya pelecehan ke Ibu," kata Erman.

Setelah itu kata dia, keesokan harinya mereka diajak Putri Candrawathi kembali ke Magelang.

Ferdy Sambo Dihianati

Baca Juga: Ternyata Putri Candrawathi Pernah Minta Bayi ke Brigadir J, Bibi Brigadir J Ungkap Rahasia Ini!

Belum lama ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan aksi pelukan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.

 

Namun, aksi pelukan antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ternyata hanya akting belaka.

Salah satu tersangka dalam kasus Brigadir J sekaligus ajudan Ferdy Sambo yakni Bripka RR membongkar fakta sebenarnya terkait pelukan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Baca Juga: Bibi Brigadir J Buka Suara, Duga Anak ke-4 Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Bukan Darah Daging Mereka

 

Sudah bukan rahasia jika Bripka RR kini menjadi salah satu penghianat bagi sang jenderal.

Ajudan paling senior dalam rumah Ferdy Sambo ini akhirnya mulai jujur terkait fakta saat rekonstruksi Brigadir J.

Kini secara terang-terangan Bripka RR berbalik arah guna 'menyerang' Ferdy Sambo.

Baca Juga: Tersangka Pembunuhan Brigadir J Diperiksa Oleh Lie Detector, Apa itu Lie Detector?

Bripka RR pun bercerita perihal momen rekonstruksi kasus kematian Brigadir J yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Tak terendus publik sebelumnya, ternyata ada dua hal menarik di rekonstruksi antara Ferdy Sambo dan Bripka RR.

Hal pertama adalah soal adegan mesra Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo saat memeragakan momen pada hari Brigadir J dibunuh.

Baca Juga: Tersangka Pembunuhan Brigadir J Diperiksa Oleh Lie Detector, Apa itu Lie Detector?

Bertempat di rumah pribadinya di Saguling III, Putri Candrawathi tampak memeluk Ferdy Sambo.

 

Momen itu terjadi saat Putri Candrawathi menghampiri Ferdy Sambo di lantai tiga rumah mereka.

Usai memeluk Ferdy Sambo, Putri Candrawathi langsung menunduk didepan penyidik kepolisian.

Baca Juga: Buntut Pernyataan Tentang Brigadir J, Akun Instagram Komnas HAM Masih Dibanjiri Ungkapan Kekecewaan Publik

 

Tak berselang lama, Ferdy Sambo pun langsung memegang handytalky guna beradegan sedang memanggil para ajudannya ke ruangannya.

Dimomen rekonstruksi itu, Ferdy Sambo diduga sedang melakukan perencanaan pembunuhan dengan Putri Candrawathi.

Melalui pengacaranya, Erman Umar, Bripka RR bercerita bahwa adegan Putri Candrawathi memeluk Ferdy Sambo hanya akting belaka.

Baca Juga: Tak Ada Kaitannya dengan Obstruction of Justice, AKP Dyah Candrawati Ternyata Langgar Ini di Kasus Brigadir J

Sebab Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo harus menjalani semua adegan rekonstruksi berdasarkan keterangan mereka berdua di BAP.

Dan ditanggal 8 Juli 2022 itu memang ada momen dimana Putri Candrawathi memeluk sang suami.

Adapun timing momen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi berpelukan itu sebenarnya dilakukan usai Brigadir J meregang nyawa.

Terkait dengan adegan Ferdy Sambo memegang HT guna memanggil ajudannya, Bripka RR mengakui bahwa momen itu terjadi usai Brigadir J tewas.

Hal tersebut dilakukan Ferdy Sambo untuk berbicara ke para ajudannya bahwa ia menjanjikan uang total Rp 2 miliar kepada mereka.

Baca Juga: Komnas HAM: Kuat Dugaan Ada Orang Ketiga yang Melakukan Penembakan Kepada Brigadir J

 

Lebih lanjut, Erman Umar mengurai penjelasan perihal adegan Ferdy Sambo hendak memberikan uang ke ajudannya.

Ternyata kala itu, Ferdy Sambo membantah pernyataan Bripka RR.

 

"Ricky dibilangin sama ibu (Putri Candrawathi) atau Pak Sambo, si Richard (dijanjikan uang) Rp 1 miliar karena dia nembak, si Ricky Rp 500 juta, si Kuat Rp 500 juta," ujar Erman dilansir dari YouTube Narasi Najwa Shihab.

Kepada pengacaranya, Bripka RR menyebut kala itu ia tidak menjawab apapun saat Ferdy Sambo menawarkan sejumlah uang.

"Di BAP dia (Bripka RR) bilang bahwa dia tidak menghendaki walau ditawarkan uang itu. Cuma dia dalam kondisi tak berdaya menjawab (tawaran Ferdy Sambo)," imbuh Erman Umar.

Baca Juga: Ternyata Ini Kalimat Terakhir Brigadir J Sebelum Benar-benar Tewas, Pemicu Ferdy Sambo Naik Darah

Selain itu, Bripka RR juga mengaku sempat bersitegang dengan Ferdy Sambo saat rekonstruksi.

Ternyata ada pengakuan Bripka RR yang dibantah tegas oleh Ferdy Sambo.

Pengakuan itu adalah perihak Bripka RR yang sempat ditawari untuk menembak Brigadir J.

Diakui Bripka RR, ia langsung menolak permintaan Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J karena takut.

Tak mengakui pernyataan Bripka RR, Ferdy Sambo justru melayangkan pengakuan berbeda didepan penyidik.

Baca Juga: Mengejutkan! Hasil Lie Detector: Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf Jujur soal Pembunuhan Brigadir J

Menurut Ferdy Sambo, ia tidak menawarkan Bripka RR untuk menembak Brigadir J.

"Pada saat rekonstruksi, (Ferdy Sambo bantah dan bilang) 'oh kamu tidak dengar ? saya kan ngomong minta back up'," ungkap Erman Umar.

 

2 Tersangka Pergoki Om Kuat

Peristiwa di Magelang sebelum kematian Brigadir J masih menyimpan banyak misteri.

Banyak pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi saat ajudan Ferdy Sambo ini hendak menemui ajalnya.

Baca Juga: Kapolri Jenderal Listyo Ungkap Penyidik Pembunuhan Brigadir J Sempat Takut dengan Sambo

Namun, beberapa fakta tentang kebenaran yang terjadi di Magelang mulai terungkap.

Salah satunya adalah ketika dua tersangka dalam kasus Brigadir J yakni Bharada E dan Bripka RR mendapati Kuat Ma'ruf alias Om Kuat dan Putri Candrawathi di kamar.

Bahkan, keduanya membeberkan mengenai gelagat sopir keluarga Putri Candrawathi itu saat dipergoki di kamar.

Fakta tentang Om Kuat dan Putri Candrawathi ini diprediksi akan membuat hukuman sang sopir kian berat.

Diketahui, Bripka RR sebelumnya berkeras memberikan kesaksian sesuai skenario yang dibuat tersangka Ferdy Sambo.

Baca Juga: Bripka Ricky Rizal Bongkar Pertemuan Putri Candrawathi dan Brigadir J di Kamar, Susi Disuruh Kuat Maruf Begini

 

Namun belakangan, ia justru berbalik dan mendukung penuturan Bharada E yang sudah lebih dulu mengungkap fakta pembunuhan.

Pengacara Bripka RR, Erman Umar pun menuturkan adanya kesaksian yang bersinggungan antara Bripka RR dan Bharada E.

 

Kejadian itu mereka lihat saat keduanya pulang dari sekolah anak Putri Candrawathi.

"Ada sedikit kejadian yang dialami yang dilihat oleh Ricky dan Richard setelah diminta pulang oleh Ibu Putri Candrawathi," ujar Erman dikutip dari Channel YouTube Beda Enggak.

Baca Juga: Kejujuran Putri Candrawathi Dibongkar Polisi: Begini Hasil Uji Lie Detector, Pembunuhan Brigadir J Terungkap?

Erman menyebut, kliennya melihat Om Kuat tegang dan panik saat di lantai dua.

Namun, tak dijelaskan secara terang permasalahan yang membuat pria tersebut khawatir.

Om Kuat hanya mengatakan bahwa ia melihat Brigadir J naik turun tangga yang membuatnya curiga.

Sementara Susi, asisten rumah tangga (ART) Putri Candrawathi, disebutnya menangis.

Disisi lain, disebutkan pula bahwa Om Kuat sempat mengambil pisau dan menggunakannya untuk mengancam Brigadir J.

"Om Kuat sempat ngambil pisau menghalangi Yosua mau naik ke atas, ke tempat Ibu Putri Candrawathi," ungkap Erman.

 

Sebagai informasi, pada awal kasus pembunuhan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo, semua orang percaya jika tak ada aksi saling tembak seperti yang dikatakan oleh polisi.

Baca Juga: Sidang Kode Etik Putuskan Pemecatan, Kombes Agus Nurpatria Jadi Polisi Keempat Disanksi PTDH Kasus Brigadir J

Benar saja, aksi saling tembak antara Brigadir J dan Bharada E ini ternyata hanyalah skenario cantik dari atasan Brigadir J yakni Ferdy Sambo.

 

Skenario yang diatur oleh Ferdy Sambo sebegitu ciamik akhirnya buyar setelah Bharada E memilih menarik berkas BAP pertamanya.

Saat itu, Bharada E dalam BAPnya mengatakan jika dia dan Brigadir J terlibat saling tembak.

Namun nyatanya, Bharada E ternyata adalah orang pertama yang melakukan eksekusi terhadap Brigadir J.

Eksekusi Brigadir J dilakukan atas perintah sang atasan yakni Ferdy Sambo.

Dalam keterangan keduanya, Bharada E juga menyebutkan jika Ferdy Sambo ikut menenbak Brigadir J.

Baca Juga: Kuat Maruf Diduga Sosok yang Bopong Putri Candrawathi di Sofa Menuju Kamar, Brigadir J Hanya Dijebak?

Usai nyanyian Bharada E, satu persatu kebenaran tentang kasus pembunuhan Brigadir J mulai terungkap.

Bahkan, Irjen Pol Ferdy Sambo langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

Ferdy Sambo tak sendirian, ada juga Bharada E, Bripka RR, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi yang resmi menyandang status tersangka.

 

Kelima tersangka ini diketahui ikut terlibat dalam eksekusi Brigadir J.

Usut punya usut, pembunuhan Brigadir J ternyata berasal dari peristiwa di Magelang.

 

Selain Bharada E, ada satu lagi ajudan Ferdy Sambo yang mulai bernyanyi dengan merdu.

Sosok ajudan tersebut adalah Bripka RR.

Baca Juga: Kumpulan Fakta Baru Kasus Brigadir J, Hubungan Kuat Maruf-Putri Candrawathi hingga Dugaan 3 Kapolda Terlibat

Belum lama ini, Bripka RR membuka fakta yang tak kalah heboh.

Ia membenarkan jika Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J pada saat malam mengerikan di Jakarta Selatan.

Nyanyian Bripka RR ini terjadi setelah dirinya dikunjungi oleh istri dan anaknya.

Setelah menemui istri dan anaknya, Bripka RR langsung berubah pikiran.

Dia bahkan membenarkan semua pernyataan yang diungkapkan oleh Bharada E tentang peran Ferdy Sambo.

Dengan begitu, hancur sudah skenario cantik yang disusun oleh Ferdy Sambo selama ini.

Baca Juga: Bharada E Teruji Jujur Berikan Keterangan soal Kasus Brigadir J, Bagaimana dengan Ferdy Sambo?

 

Bripka RR dan Bharada E menjadi dua momok yang menghancurkan skenario Ferdy Sambo dalam kasus Brigadir J.

Sebelumnya diketahui, kasus pembunuhan Brigadir J masih didalami oleh Polri.

 

Kasus yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ini sudah menumbangkan beberapa jenderal dan perwira polisi menengah.

Sampai hari sudah ada lima tersangka yang ditetapkan dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Berbagai nyanyian dan fakta terbaru tentang kematian ajudan Ferdy Sambo inipun mulai terungkap ke publik.

Baca Juga: Hasil Sidang Kode Etik Kombes Agus Diumumkan Siang Ini. Perusak CCTV dan TKP Kasus Brigadir J, Tunggu Nasib!

Salah satu fakta mulai diungkapkan oleh tersangka Bripka RR.

Dikutip dari channel Youtube Beda Enggak, ada 10 point pengakuan Bripka RR yang bikin heboh.

Dalam pengakuannya, Bripka RR juga membantah tentang aksi tembak menembak di rumah Ferdy Sambo.

Pengacara Bripka RR yakni Erman Umar jika Bripka RR merubah keterangannya setelah bertemu keluarganya.

Bahkan kedatangan istri dan anak dari Bripka RR juga membawa pesan dari orang tuanya.

 

Mereka meminta agar mantan ajudan Ferdy Sambo itu membuka secara terang kronologi kejadian sebenarnya.

Baca Juga: Simak 5 Fakta Uji Kebohongan yang Dijalani Para Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Menurut Erman, Bripka RR awalnya bersikeras mengikuti arahan Ferdy Sambo soal peristiwa tembak-menembak.

 

Namun, karena dukungan berbagai pihak, ia pun bersedia jujur dan memberikan kesaksian baru terkait kronologi pembunuhan rekannya.

Berikut 10 kesaksian dari Bripka RR tentang kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo :

Baca Juga: Beredar Percakapan Kuat Maruf dan Putri Candrawathi di Dalam Kamar, Bahas Skenario Pembunuhan Brigadir J?

1.Bharada E ditelepon Putri agar pulang ke rumah Magelang.

2. Bripka RR tak tahu soal peristiwa dugaan pelecehan seksual.

3. Kuat menceritakan pada Bripka RR soal kejadian yang diklaim sebagai pelecehan seksual.

4. Kuat sempat mengancam Brigadir J dengan pisau

5. Putri sempat menanyakan Brigadir J dan meminta dipanggilkan ke kamar.

Baca Juga: Pemeriksaan Alat Uji Kebohongan Kepada 3 Tersangka Pembunuh Brigadir J Selesai, Ini Hasilnya

 

6. Brigadir J dan Putri sempat bicara 4 mata kurang lebih selama 15 menit di Magelang.

7. Brigadir J enggan menceritakan masalahnya pada Bripka RR.

8. Bripka RR menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

 

9. Ferdy Sambo menanyakan peristiwa di Magelang.

10. Ferdy Sambo perintahkan Brigadir J jongkok di depannya sebelum eksekusi. ****

Reporter Redaksi
Editor Desi Kris