AYOJAKARTA.COM - Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo sempat tidak mengakui bahwa ia terlibat dalam penembakan Brigadir J.
Namun hal tersebut dibantah oleh Komnas HAM saat berada dalam program Rosi di Kompas TV.
Komnas HAM mengklaim menemukan bukti-bukti dari autopsi maupun autopsi ulang bahwa jenis peluru yang digunakan dalam penembakan bukan hanya satu.
“Lebih dari satu senjata,” kata Ahmad Taufan yang menyampaikan kepada Jurnalis Kompas TV Rosi.
Saat disinggung Rosi mengenai lebih dari dua senjata, pihaknya berasumsi bahwa bisa jadi lebih dari dua senjata.
“Kemungkinan ada pihak ke tiga,” tegas Ahmad Taufan.
Ketua Komnas HAM meminta kepada Kabareskrim untuk mendalami temuan tersebut karena kuat dugaan adanya penembak ketiga saat kejadian penembakan kepada Brigadir J.
Namun Ahmad Taufan tidak membongkar siapa terduga tersebut secara blak-blakan.
Ia hanya menyampaikan bahwa terduga merupakan orang yang berada di situasi tersebut, baik PC maupun KM.
“Saya belum begitu meyakini konstuksi-konstruksi yang dibuat oleh penyidik sekarang, karena masih tergantung pada keterangan demi keterangan mestinya didukung oleh alat bukti lain,” tegas Ahmad.
Ia meminta kepada para penyidik untuk mendalami bukti-bukti dengan kuat dan jangan terbatas hanya pada keterangan semata-mata, karena masalah terbesar saat ini adalah dihilangkannya cctv.
Rosi pun menyinggung Ahmad Taufan, jika Komnas HAM telah memiliki dugaan kuat adanya orang ketiga yang melakukan tembakan kepada Brigadir J.
Tapi mengapa Komnas HAM tidak mengeluarkan rekomendasikan hal tersebut?
Hal tersebut tidak dibantah oleh Ahmad Taufan, ia hanya membenarkan perkataan yang Rosi sampaikan.***

Share this article
Berikut pernyataan Komnas HAM terkait adanya dugaan orang ketiga dalam kasus penembakan Brigadir J. Siapakah dia?