AYOJAKARTA.COM - Pemerintah saat ini tengah penyiapkan rencana pengganti gas LPG dengan DME.
Pergantian ini rencananya akan dilakukan pada tahun 2027.
Rencana ini bertujuan untuk mengurangi impor LPG di tahun 2026.
Terkait hal ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa sudah ada beberapa negara yang tertarik penggarap proyek hilirasi batu baru menjadi DME.
Negara tersebut adalah China, Eropa hingga Korea.
Negara yang tertarik dalam proyek ini tengah dalam tahap uji feasibility study (FS).
Bahlil mengatakan bahan baku dari DME ini nantinya berasal dari adangan batu bara lokal dengan memanfaatkan teknologi yang lebih efisien.
Saat ini pihaknya juga tengah meninjau ulang prospek proyek DME dengan mempertimbangkan beberapa proposal baru yang masuk dari calon investor.
Baca Juga: DLH DKI Jakarta Telaah Penerapan Sanksi Sosial bagi Pelaku Pembakaran Sampah
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan uji terap DME sejak 2017.
Uji terap DME ini menunjukkan hasil yang mudah dalam menyalakan kompor, stabilitas nyala api normal, mudah dalam pengendalian nyala api, dan warna nyala api biru serta waktu memasak lebih lama dibandingkan LPG.
Selain itu DME dinilai mudah terurai di udara dan tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20 persen.
Kualitas api yang dihasilkan DME juga lebih biru dan stabil dibanding dari LPG.***