AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Indonesia tengah bersiap melakukan transisi energi besar-besaran dengan mengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) menjadi Dimethyl Ether (DME).
Program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027, sebagai langkah strategis untuk mengurangi impor LPG yang saat ini mencapai sekitar 75% dari kebutuhan nasional.
Apa Itu DME?
Dimethyl Ether (CH₃OCH₃) adalah senyawa gas yang bisa diproduksi dari batu bara, biomassa, gas alam, hingga limbah organik. DME memiliki karakteristik fisika dan kimia yang mirip dengan LPG, sehingga bisa memanfaatkan infrastruktur tabung dan kompor gas yang sudah ada, meski memerlukan sedikit modifikasi.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut, DME berpotensi menjadi alternatif energi bersih yang mendukung ketahanan energi nasional.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Energi dan Sumbe Daya Mineral, dalam uji coba yang dilakukan sejak 2017 di Palembang, Muara Enim, dan Jakarta, hasilnya menunjukkan DME mudah dinyalakan, memiliki nyala api biru dan stabil, serta aman digunakan untuk memasak, meskipun waktu memasak sedikit lebih lama dibanding LPG.
Baca Juga: Berapa Harga DME Pengganti Gas LPG? Ini Bocorannya
Keunggulan DME Dibanding LPG
DME memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, tidak mengandung sulfur, sehingga pembakarannya lebih ramah lingkungan dan menghasilkan emisi gas rumah kaca 20% lebih rendah dibanding LPG.
Kedua, warna api lebih biru dan tidak menimbulkan partikulat berbahaya seperti PM atau NOx. Dari sisi energi, DME memiliki nilai kalor 7.749 kcal/kg, sementara LPG sekitar 12.076 kcal/kg.
Meski lebih rendah, massa jenis DME lebih tinggi, sehingga efisiensi panasnya tetap dapat disesuaikan. Selain itu, DME dapat diproduksi dari berbagai sumber energi terbarukan, termasuk biomassa dan limbah, menjadikannya lebih fleksibel dan berkelanjutan dibanding LPG yang bergantung pada impor minyak bumi.
Meskipun harga pasti DME belum diumumkan, estimasi tahun 2025 menyebutkan harga subsidi DME setara tabung 3 kg berada di kisaran Rp34.000, lebih tinggi dari LPG Rp22.700.
Namun pemerintah meyakini, dalam jangka panjang, DME akan mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Jika proyek ini berjalan lancar, Indonesia bisa menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang sukses menggunakan DME secara massal sebagai pengganti LPG.***
Baca Juga: Hasil Uji Terap DME Sebagai Pengganti LPG di Tahun 2027, Efisien atau Tidak?
Share this article
Pemerintah berencana ganti LPG dengan DME mulai 2027 untuk kurangi impor. DME ramah lingkungan, nyala api biru, emisi lebih rendah, bisa pakai tabung LPG, tapi waktu masak lebih lama.