AYOJAKARTA.COM - Dimethy lether atau DME saat ini tengah menjadi sorotan publik.
Bagaimana tidak, pemerintah berencana menggunakan DME ini sebagai pengganti dari liquified petroleum gas (LPG).
Saat ini pemerintah tengah mengembangkan gasifikasi batu baru atau DME sebagai energi alternatif pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Pergantian LPG menjadi DME ini direncanakan akan mulai berjalan pada tahun 2027.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Butuh Mammografi Sebelum Usia 40 Tahun untuk Cegah Kanker Payudara
Rencana ini menjadi salah satu upaya transisi energi Indonesia menuju kemandirian dan keberlanjutan.
Selain itu, penggunaan DME ini juga diharapkan mengurangi impor LPG.
Lantas apakah efisien jika DME dijadikan sebagai pengganti LPG?
Dikutip dari esdm.go.id, penggunaan DME ini dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Punya Harga Mirip! Perbandingan Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 14 4G vs Samsung Galaxy A16
Batu bara kalori rendah saat ini dinilai sebagai bahan baku yang paling ideal untuk pengembangan DME.
Untuk mewujudkan hal ini, Kementerian ESDM akan mengembangkan pendukung teknis di dalam negeri, baik dari sisi produksi dan pemanfaatan.
Kelebihan dari DME ini bisa diproduksi dari berbagai sumber energi, termasuk bahan yang dapat diperbarui, seperti biomassa, limbah dan Coal Bed Methane (CBM).
DME memiliki kandungan panas (calorific value) sebesar 7.749 Kcal/Kg.
Baca Juga: Menag Sampaikan Pesan Persaudaraan Dunia di Forum “Daring Peace” Vatikan
Sedangkan kandungan panas pada LPG senilai 12.076 Kcal/Kg.
Selain itu, energi ini mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20 persen.
Hasil Uji Terap DME
Kementerian ESDM telah menyelesaikan uji terap pemakaian DME 100 persen melalui Balitbang ESDM .
Uji terap ini dilakukan di wilayah Kota Palembang dan Muara Enim pada bulan Desember 2019 hingga Januari 2020.
Uji terap dilakukan oleh 155 kepala keluarga dan secara umum dapat diterima oleh masyarakat.
Uji terap DME 20%, 50% dan 100% juga dilakukan di Jakarta yakni di Kecamatan Marunda, kepada 100 kepala keluarga pada tahun 2017.
Dari hasil uji terap menunjukkan penggunaan DME mudah dalam menyalakan kompor.
Stabilitas nyala api normal, mudah dalam pengendalian nyala api, dan warna nyala api biru serta waktu memasak lebih lama dibandingkan LPG.
Secara teknis, pemanfaatan DME layak untuk mensubstitusi LPG di rumah tangga dengan menggunakan kompor khusus DME.
Sedangkan waktu memasak lebih lama 1,1 sampai dengan 1,2 kali dibandingkan dengan menggunakan LPG.***
Share this article
Hasil uji terap DME sebagai pengganti LPG, ternyata sudah dilakukan sejak tahun 2017.