AYOJAKARTA.COM - Pemerintah dikabarkan akan mengganti gas LPG dengan DME.
Saat ini, DME atau biasa disebut dengan gasifikasi batu bara sedang dikembangkan pemerintah sebagai energi alternatif pengganti LGP.
Pengembangan DME ini diarahkan sebagai subtitusi penggunaan LPG yang di awal dulu digunakan sebagai mensubtitusi minyak tanah.
Masyarakat tak perlu khawatir, sebab karakteristik DME memiliki kesamaan baik sifat kimia maupun fisika dengan LPG.
Baca Juga: Apple Menang Telak? ini Perbandingan Spesifikasi iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy Z Flip 7
Rencananya, pergantian LPG dengan DME ini akan dimulai pada 2027.
Rencana ini juga masuk menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional yang diatur di Perpres No 109 Tahun 2020.
Dikutip dari esdm.go.id, DME ini ternyata memiliki kelebihan yang cukup baik yakni bisa diproduksi dari berbagai sumber energi.
Seperti biomassa, limbah dan Coal Bed Methane (CBM).
Namun untuk saat ini, bahan baku yang paling ideal untuk DME adalah batu bara kalori rendah.
Saat ini, Kementerian ESDM pun tengah mengembangkan pendukung teknis di dalam negeri, untuk produksi dan pemanfaatan DME.
Kandungan dalam DME:
- Kandungan panas (calorific value) sebesar 7.749 Kcal/Kg
Sementara kandungan panas pada LPG adalah 12.076 Kcal/Kg.
- Memiliki massa jenis yang lebih tinggi
Dalam perbandingan kalori antara DME dengan LPG sekitar 1 berbanding 1,6.
Di sisi lain, DME ini ternyata juga digunakan untuk subtitusi sumber energi yang mempertimbangkan dampak lingkungan.
Bahkan, DME dinilai mudah terurai di udara, sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20 persen.
Kemudian kualitas api yang dihasilkan lebih biru dan stabil dibanding dari LPG.
Energi alternatif ini juga tidak menghasilkan partikulat matter (pm) dan NOx, serta tidak mengandung sulfur.***

Share this article
Berikut ini adalah kelebihan DME dibanding LPG, pemerintah siap produksi massal tahun 2027.