AYOJAKARTA.COM - Pemerintah telah merencanakan untuk mengganti liquefied petroleum gas (LPG) dengan dimethyl ether (DME).
Rencananya, pemerintah akan mulai mengganti LPG dengan DME ini pada tahun 2027.
Langkah ini diambil, dengan dalih mengurangi jumlah impor LPG di tahun 2026.
Bahkan, pemerintah juga telah melakukan uji terap DME sejak 2017.
Dari hasil uji terap tersebut menunjukkan bahwa DME mudah dalam menyalakan kompor, stabilitas nyala api normal, mudah dalam pengendalian nyala api, dan warna nyala api biru serta waktu memasak lebih lama dibandingkan LPG.
Disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ini sudah ada 18 proyek hilirisasi untuk konsep hingga pra studi kelayakan (pre feasibility study) oleh Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi.
Baca Juga: Tarif Transjakarta Bakal Naik, Gubernur Pramono: Rata-rata Usulan Rp5 Ribu- Rp7 Ribu
Lantas berapa harga dari gas DME ini?
Soal harga DME, memang belum ada angka final yang diterbitkan oleh pemerinta.
Namun beberapa data per tahun 2025 menyebutkan untuk skema subsidi, harga DME sekitar Rp 34.069 per tabung 3 kg.
Sedangkan saat ini LPG untuk tabung 3 kg sekitar Rp 22.727.
Baca Juga: Musim Hujan Tiba, Ini 41 Titik Rawan Banjir di Jakarta, BPBD DKI Jakarta Beri Imbauan
DME merupakan senyawa gas CH-O-CH yang dapat diproduksi dari berbagai bahan baku seperti batu bara, gas alam, atau biomassa.
Namun untuk saat ini, bahan baku yang paling ideal untuk DME adalah batu bara kalori rendah.***

Share this article
Gas LPG akan diganti dengan DME, perkiraan harganya cek di sini.