AYOJAKARTA.COM - Para petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) buka suara soal kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait larangan penanaman sawit di Jawa Barat.
Kebijakan Dedi Mulyadi ini dinilai diskriminatif karena dianggap hanya menyasar komoditas sawit tanpa memberikan solusi alternatif yang jelas bagi petani.
Sejumlah petani sawit menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan tersebut.
Mereka menilai larangan penanaman sawit ini berpotensi mengancam keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Terutama bagi petani kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari komoditas tersebut.
Selain itu, Wakil Ketua Umum APKASINDO Bidang Komunikasi Qayuum Amri mengatakan bahwa kebijakan ini sekaligus mengabaikan perkebunan sawit yang puluhan tahun sudah ditanam di Bumi Pasundan.
Terlebih, kata Qayuum, surat edaran yang diterbitkan tidak disertai data dan bukti ilmiah bahwa kelapa sawit membuat krisis air bersih dan bencana ekologi di Jawa Barat.
Qayuum mengatakan kelapa sawit merupakan berkah dari Tuhan untuk Indonesia.
Ia menilai tak semua negara bisa menanam sawit.
Baca Juga: Hari Kedua Tahun 2026, Monas Dikunjungi 4.404 Wisatawan Nusantara dan 53 Turis Mancanegara!
Harusnya dengan anugerah ini, Indonesia bisa bersyukur dan mengelola sawit lebih baik.
Qayuum pun meminta agar kebijakan ini dikaji lebih mendalam dan melibatkan pemangku kepentingan.
Terlebih tanaman ini juga sudah tumbuh di Jawa Barat selama puluhan tahun.
Sebagai informasi, perkebunan sawit di Jawa Barat terpusat di daerah Subang, Garut, Pangandaran, dan Tasikmalaya.
Total luas perkebunan sawit di Jabar adalah 15.764 hektare dengan kategori tanaman menghasilkan dan total produksi mencapai 43.493 ton minyak kelapa sawit mentah (CPO).
Sebelumnya, Pemprov Jabar telah mengeluarkan kebijakan untuk melarang penanaman kelapa sawit di Jawa Barat melalui Surat Edaran Nomor: 187/PM.05.02.01/PEREK yang diteken Gubernur Dedi Mulyadi pada 29 Desember 2025.
Baca Juga: Tiket Planetarium Jadi Sasaran Empuk Calo, Jakpro Lakukan Pengawasan Ketat
Dalam surat tersebut dikatakan bahwa pengembangan komoditas perkebunan harus selaras dengan kondisi wilayah.
Sawit pun dinilai bukan tanaman yang sesuai dengan daya dukung lingkungan Jabar.
Menurut Dedi Mulyadi, di Jawa Barat lebih cocok untuk ditanami teh, karet, kina, dan kopi.***