AYOJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi baru saja melakukan inspeksi mendadak alias sidak ke pabrik Vinfast yang ada di Kabupaten Subang.
"Kita hari ini menuju ke kawasan industri baru ya di subang yakni perusahaan industri mobil Vietnam namanya Vinfast," ujar Dedi Mulyadi dalam video di chanel YouTube-nya yang diunggah pada Selasa, 30 Desember 2025.
Pabrik Vinfast di Subang memiliki luas tanah 140 hektar sudah melalui proses pembebasan tanah. Untuk saat ini telah dibangun pabrik pertama seluas delapan hektar.
Begitu sampai di pabrik, Dedi Mulyadi langsung disambut dengan antusias oleh para pekerja.
Dia kemudian mengajak para pekerja bercanda dengan berkata, "Bukan bukan, saya bukan yang mau demo," katanya sambil tertawa.
Ya, pabrik milik investor asal Vietnam ini memang sempat didemo oleh warga Subang.
Masyarakat di sekitar pabrik meminta diprioritaskan untuk mendapatkan kesempatan bekerja.
Oleh sebab itu Gubernur Jawa Barat melakukan sidak untuk memantau kondisi di pabrik serta bertanya ke pihak manajemen soal rekrutmen.
Salah satu pekerja yang ditemui oleh Dedi Mulyadi bernama Pak Nanang, warga Cibogoh.
"Saya petugas kebersihan pak di sini, tugasnya nyapu-nyapu. Saya lulusan SD, sebelum kerja di sini kerjanya nyupir truk pasir. Dulu ya upahnya 150 ribu sehari kalau nyupir, kalau di pabrik ini upahnya Rp130 per hari," ucap Nanang.
"Lebih ringan kan tapi kerjanya di sini. Gak harus kerja seharian kayak supir truk," kata Dedi menanggapi.
Setelah berbincang untuk menanyakan seputar kehidupan Nanang, pria yang akrab disapa KDM itu memberikan uang tunai senilai Rp2,5 juta agar Pak Nanang bisa mengirimkan uang ke anak bungsunya di kampung halaman.
Pak Nanang adalah salah satu karyawan yang direkrut oleh kontraktor. Di pabrik ini ada beberapa kontraktor yang bertugas menyelesaikan proses pembangunan.
Meski demikian, pihak manajemen pabrik Vinfast di Subang mengaku sudah mulai melakukan rekrutmen.
"Tahap pertama kami sudah merekrut 420 orang. Sistem rekrutmen digital yang disediakanprovinsi sudah bisa dipakai. Sekarang sudah ada sekitar 9.000 orang yang melamar. Saya sudah koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk meminta raw data pelamar, kemudian selanjutnya tinggal melakukan proses seleksi saja," ucap Hendri, salah satu manajemen pabrik.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi merasa kaget karena sudah cukup banyak buruh yang direkrut.
"Oh sudah cukup banyak loh itu pak yang direkrut. Sistem rekrutmen digital ini lebih efektif kan dan bisa pilih kualifikasi yang dibutuhkan. Nah, dari lamaran yang sudah masuk itu, prioritaskan masyarakat sekitar sini dulu," ucap KDM.
"Rekrutmen batch pertama pasti akan ada banyak orang dari luar karena perlu tenaga berpengalaman. Nah itu harus dijelaskan ke masyarakat. Rekrutmen lewat aplikasi Nyari Gawe, masyarakat jadi gak usah lagi pada nitip-nitip lamaran," pungkasnya.
Dedi Mulyadi berpesan agar masyarakat Subang bisa diprioritaskan. Sistem rekrutmen akan dilakukan secara transparan.
Masyarakat Subang dan sekitarnya bisa memasukkan lamaran melalui aplikasi Nyari Gawe agar data pelamar bisa terpusat.
Share this article
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sidak pabrik Vinfast Subang guna pantau rekrutmen pasca-demo warga. Ia meminta warga lokal diprioritaskan via aplikasi Nyari Gawe agar transparan dan tanpa titipan.