News

Punya Keterbatasan Intelektual, Kesaksian Sudirman di Sidang PK Enam Terpidana Kasus Vina-Eky Bisa Sukses karena Hal ini

Oleh: Karseno AJ Kamis 03 Okt 2024, 17:32 WIB
Mengaku tidak tahu menahu soal penyebab kematian Vina-Eky, Sudirman dan sejumlah tersangka lain justru mengalami berbagai jenis penyiksaan.

AYOJAKARTA.COM -- Dalam sidang PK enam terpidana kasus tewasnya sejoli Vina-Eky, tim kuasa hukum menghadirkan saksi Sudirman yang merupakan salah satu terpidana.

Dalam kesaksiannya, Sudirman menyebut sempat mengalami penyiksaan yang dilakukan sejumlah oknum polisi saat dilakukan pemeriksaan terkait kasus tewasnya Vina-Eky.

Mengaku tidak tahu menahu soal penyebab kematian Vina-Eky, Sudirman dan sejumlah tersangka lain justru mengalami berbagai jenis penyiksaan.

Baca Juga: Titin Prialianti Membongkar Nalar, Ternyata Iptu Rudiana Sempat Melakukan ini Sebelum Menemukan Tersangka Kasus Vina-Eky!

Terus mengalami sejumlah penyiksaan dan tekanan, Sudirman memilih untuk mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukannya.

Selain diperintahkan melakukan Squat Jump sebanyak 100 kali dan dipukuli, Sudirman juga mengaku pubis pada bagian kemaluannya sempat dibakar oleh penyidik.

“Di ruang sel bulu kemaluan dibakarin, suruh squat jump 100 kali kalau nggak kuat dipukulin,” ungkap Sudirman sambil menangis di ruang sidang.

Baca Juga: Sidang PK Kasus Vina-Eky akan Berujung dengan Adegan Anti Klimaks? Ini Pandangan Hakim Agung Periode 2011-2018

Di samping menyatakan kesediaan untuk mengikuti arahan dan perintah dari penyidik, Sudirman juga mengaku tidak punya pilihan karena terus mengalami penyiksaan.

Sosok Sudirman, menurut sejumlah kerabat dekat merupakan pribadi yang memiliki keterbatasan intelektual.

Terkait dengan kesaksian yang disampaikan oleh Sudirman, Beni Indrayana selaku Kakak kandung dari Sudirman mengaku senang.

Baca Juga: Disebut Bawahan Iptu Rudiana Terkejam saat Interogasi Tersangka Kasus Vina-Eky, Aris Papua Buka Suara

Menurut Beni, kesaksian yang telah disampaikan oleh Sudirman di ruang persidangan merupakan ganjalan emosional sejak tahun 2016 silam.

“Saya dan keluarga itu sangat lega Sudirman sudah bicara dengan sejujur-jujurnya, jadi tidak dikurangi tidak dilebihkan,” ungkap Beni.

Lebih lanjut Beni menyebut keseharian dari sosok Sudirman lebih cenderung dan banyak diam, dan baru berinteraksi saat mendapat pertanyaan.

Meski terkesan masih mengalami trauma, Beni menilai kesaksian Sudirman di ruang sidang PK enam terpidana merupakan sebuah perkembangan besar bagi saudaranya.

Selain menyampaikan ucapan rasa terima kasih kepada Tim Kuasa Hukum Peradi, Beni juga sangat menghargai peran LPSK.

Baca Juga: Diduga Terjadi Peradilan Sesat, Ketua IPW Usul Negara Periksa Aparat Penegak Hukum di Kasus Vina-Eky yang Terlibat! 

Di bawah pengawasan langsung dari LPSK, Beni melihat Sudirman banyak mendapatkan berbagai kemajuan sehingga bisa lebih menjadi pribadi yang percaya diri.

Sehubungan dengan alasan yang membuat Sudirman berhasil menyampaikan setiap uneg-unegnya selama delapan tahun, Beni memberikan bocoran.

Menurut Beni, sebelum hadir sebagai saksi dalam sidang PK enam terpidana kasus Vina-Eky, Sudirman sempat mendapat amanah dari Sang Ayah.

Baca Juga: Perkara Tewasnya Sejoli Vina-Eky Dianggap Mantan Kabareskrim Polri Sudah Game Over, Enam Terpidana Segera Dibebaskan?

Sang Ayah meminta agar Sudirman bersedia menceritakan semua yang dialaminya selama menjalani masa pemeriksaan dengan jujur tanpa dikurangi atau dilebihkan.

“Ibu sama Bapak selalu bilang, Sudirman kalau misalkan ditanya kamu ngomong sejujur-jujurnya apa yang kamu lakuin, jangan ada yang ditutupin,” jelas Beni.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil