AYOJAKARTA.COM - Pasar smartphone Indonesia dikejutkan dengan pergerakan harga Samsung Galaxy A57.
Baru dua minggu meluncur, ponsel kelas menengah (mid-range) andalan Samsung ini dilaporkan sudah mengalami penurunan harga hingga angka jutaan rupiah di berbagai platform e-commerce.
Fenomena ini memicu pertanyaan besar bagi calon pembeli, mengenai Apakah penurunan harga ini pertanda produk yang kurang diminati, atau justru menjadi kesempatan emas untuk meminang HP dengan desain tertipis di kelasnya?
Desain Menawan, Spek "Tipis-Tipis"
Dalam ulasan khasnya, tech reviewer, Effendy Lesmana, di kanal Youtuber Cupu menyoroti bahwa daya tarik utama Samsung A57 bukan terletak pada jeroannya, melainkan pada impresi fisik.
Dibandingkan pendahulunya, Galaxy A56, seri terbaru ini terasa jauh lebih ergonomis.
"Peningkatan HP ini menurut gue yang paling berasa itu cuma ada di desain sama feel-nya aja sih. HP ini lebih enteng, lebih tipis, dan lebih enak digenggam juga dibanding A56 sebelumnya," ujar Effendy dalam videonya.
Meski bezel layar kini lebih tipis, ia mencatat adanya peningkatan spesifikasi yang bersifat evolusioner seperti chipset baru, dukungan Wi-Fi 6, dan Bluetooth versi terbaru.
Namun, jika Anda mengharapkan lompatan performa yang revolusioner, Anda mungkin harus berpikir dua kali.
Baterai dan Fitur Kamera
Salah satu poin krusial yang diuji adalah ketahanan baterai. Dalam penggunaan riil dari pagi hingga malam dengan simulasi aktivitas luar ruangan (menggunakan data seluler), Samsung A57 mencatatkan Screen on Time (SoT) sekitar 7 jam 27 menit.
Angka ini sedikit lebih unggul dibanding Galaxy A56 yang meraih 7 jam 13 menit.
Dari sisi kamera, fitur unggulan yang jarang ditemukan di kelasnya adalah kemampuan merekam video 4K 30fps pada lensa ultrawide.
Transisi antar lensa juga terasa lebih mulus, memberikan pengalaman vlogging yang lebih profesional.
Dilema One UI 8.5 dan Fitur Flagship
Menariknya, meski sudah menjalankan One UI 8.5, Samsung A57 belum mendapatkan fitur "Share with Apple Devices" via Quick Share yang ada pada seri flagship S26.
Namun, Samsung tetap menyematkan fitur cerdas di galeri yang mampu memberikan rekomendasi editan otomatis, seperti Object Eraser dan Base Face.
Worth It Dibeli?
Effendy Lesmana menegaskan bahwa pada dasarnya tidak ada HP yang buruk, yang ada hanyalah HP dengan harga yang kurang tepat.
Mengingat kenaikan harga komponen global, harga resmi Samsung A57 memang terasa tinggi.
"Intinya HP ini udah enak, ya tinggal nunggu harganya aja ikut jadi enak atau enggak," pungkas Effendy.
Bagi pengguna Galaxy A56, upgrade ke seri ini mungkin bukan prioritas kecuali Anda mendambakan kenyamanan genggaman.
Namun, dengan harga yang kini mulai turun ke angka Rp5 jutaan di toko daring, Samsung Galaxy A57 bertransformasi dari perangkat yang "mahal" menjadi kandidat daily driver yang sangat kompetitif di tahun 2026.***

Share this article
Harga Samsung A57 anjlok jutaan meski baru rilis. Effendy Lesmana (Youtuber Cupu) menilai desainnya lebih enteng & tipis, meski spek naik tipis. Baterai awet (SoT 7,5 jam).