AYOJAKARTA.COM - Fenomena alam El Nino telah terjadi sejak pertengahan Juni 2026.
Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) mengonfirmasi bahwa suhu permukaan laut di Pasifik tropis melonjak tajam.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa fenomena kali ini berpotensi menjadi "Super El Niño".
Bahkan, intensitasnya diprediksi bisa menjadi salah satu yang terkuat dalam catatan sejarah sejak tahun 1950.
Secara umum, El Nino memicu risiko kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Dampak ini sudah mulai terlihat nyata di Aceh Barat, di mana kebakaran lahan gambut telah menghanguskan sekitar 280 hektare area.
Suhu global juga diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai rekor tertinggi pada tahun 2027 akibat kombinasi El Nino dan pemanasan global.
Namun, sebuah anomali menarik terjadi pada cuaca Indonesia saat ini. Di tengah ancaman kekeringan, beberapa wilayah justru masih menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Berdasarkan prakiraan BMKG untuk periode 16-22 Juni 2026, hujan tetap mengintai terutama di bagian utara Indonesia.
Kondisi unik ini disebabkan oleh dinamika atmosfer yang kompleks. Meskipun El Nino sedang berlangsung, terdapat pengaruh dari perambatan Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di sejumlah wilayah.
Selain itu, terbentuknya pola sirkulasi siklonik memicu daerah pertemuan angin atau konvergensi.
Hal inilah yang membuat pertumbuhan awan hujan tetap masif di beberapa lokasi.
Labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat juga memperkuat proses konveksi. Wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara.
Sementara itu, hujan sedang hingga lebat juga berpotensi turun di wilayah lain seperti Jawa Barat, Kalimantan Timur, hingga Papua.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa dampak El Niño tidak selalu seragam di setiap daerah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi sangat cepat.
Bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor masih menjadi ancaman nyata di tengah periode El Nino ini.
Pastikan untuk menghindari area terbuka saat terjadi petir dan menjauhi pohon atau bangunan rapuh ketika angin kencang melanda.***

Share this article
Fenomena Super El Nino Juni 2026 picu kekeringan dan karhutla di Indonesia. Namun, BMKG sebut ada anomali hujan lebat di wilayah utara (Aceh, Sumut, dll) akibat Gelombang Kelvin dan Rossby.