AYOJAKARTA.COM - Produk bahan bakar nabati BOBIBOS yang terbuat dari jerami kembali menjadi sorotan publik.
Hal ini menyusul minimnya informasi lanjutan setelah sebelumnya BOBIBOS mengumumkan kerja sama dengan Timor Leste.
BOBIBOS mendadak "menghilang" dari media sosial usai mengumumkan kerja sama dengan Timor Leste.
Diketahui, kerja sama BOBIBOS dengan Timor Leste dilakukan pada Selasa (23/12/2025).
Baca Juga: Korban Bencana Sumatera Bakal Dapat Bantuan Pangan Selama 3 Bulan, Segini Nominalnya
MoU antara Timor Agronova SA dan PT Inti Sinergi Formula (pengembang inovasi BOBIBOS) resmi ditandatangani di Hotel Novo Turismo, Dili.
Dengan demikian, BOBIBOS pun siap untuk produksi dan mengedarkan bahan bakar murah untuk masyarakat di Timor Leste.
Untuk kerja sama ini, Timor Leste menyiapkan regulasi khusus dengan mengalokasikan 25 ribu hektare untuk mempercepat produksi bahan bakar dari jerami ini.
Kerja sama ini ditargetkan bisa launching pada Februari 2026.
Di sisi lain, BOBIBOS juga sempat membocorkan pabrik bahan bakar di Timor Lesta yang sudah disiapkan.
Baca Juga: Pemkab Bandung dan The Jakmania Bogor Gelar Nobar Pertandingan Persib vs Persija Jakarta Sore Nanti
Dalam video yang diunggah di Instagram @bobibos_, Senin (29/12/2025) tampak pabrik pengolahan jerami menjadi bahan bakar itu sudah tertata lengkap dengan mesin yang akan digunakan.
Namun hingga kini, BOBIBOS masih belum memberi informasi lebih lanjut terkait perkembangan produksi di Timor Leste.
Selain itu, BOBIBOS juga diketahui telah membangun pabrik bahan bakar di Lembur Pakuan yang bekerja sama dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Terakhir, Dedi mengatakan bahwa proses pembangunan pabrik BOBIBOS di Lembur Pakuan hingga kini masih terus berjalan.
Baca Juga: Menhub Buka Peluang Terapkan WFA Jelang Libur Panjang Lebaran 2026, Antisipasi Lonjakan Arus Mudik
"Menghilangnya" BOBIBOS dari media sosial tentunya menimbulkan berbagai macam asumsi dari netizen.
Banyak yang meragukan dengan inovasi baru terbarukan bahan bakar ini karena tak kunjung produksi dan dijual di pasaran.
@faja***: "Brisik banget ini perusahaan narasi. Mana produk mu yang siap dibeli sama konsumen? Kalo cuma demo atau lab sih masih abu abu."
@abby_zae***: "Kenapa ngga jual eceran aja dipinggir jalan, kenapa harus langsung besar sekali. Kan kalau memang berhasil jual eceran bobibos, maka yang akan viralkan masyarakat dan bobibos ngga usah sibuk validasi.. Saran aja sih min."
@rwaluy***: "Tinggal produksi sebanyak2nya lalu jual, beres untung besar. Tapi kalau keliling2 cari investor, ya lama2 ketauan kalau modus."
@abah_gib***: "Klo Tesla dia publikasi penemuannya.. klo bobibos kagak. Tau² ada aja."
@4litiar***: "Jadinya bakal loncing kaga nih bos? Apa teknologi nya mbobibos terlalu maju untuk hari ini? Gimana sih maksudnya?"
@aang_hadi***: "Sebaiknya segera pembuktian saja daripada overclaim sana sini."
Kendati demikian, masih ada netizen yang memberikan semangat serta dukungan untuk BOBIBOS.
Baca Juga: Pramono Ungkap Rencana Pembangunan JPO Sarinah : Diperlukan Terutama untuk Difabel
@islamiind***: "Saya sangat Apresiasi dengan Bobibos yang berhasil menciptakan Produk Bahan Bakar Nabati ini."
@echY***: "Bismillah semangat terus @bobibos_, semoga bisa segera produksi, kami menunggu."
@Adityaam***: "Jangan dengarkan yang mencaci, warga Jabar menunggu produksi bobibos."***
Share this article
Menghilang dari media sosial, inovasi BOBIBOS kembali dipertanyakan karena tak kunjung produksi.