AYOJAKARTA.COM – Salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi adalah kemudahan mengakses suatu perangkat telekomunikasi seperti smartphone.
Hanya dengan berbekal aplikasi atau perangkat lunak, setiap individu yang mengetahui nilai penting dari suatu informasi dalam smartphone dapat melakukan penyadapan.
Berbekal informasi yang diperoleh melalui perangkat smartphone, pelaku penyadapan bukan saja bisa melakukan pemerasan tetapi juga dapat mengancam keamanan.
Selain melalui aplikasi tertentu seperti WhatsApp, tindakan penyadapan juga seringkali menyasar atau dilakukan pada perangkat smartphone.
Perangkat smartphone yang sedang disadap oleh pelaku, selain akan mengalami kebocoran informasi juga menampakan sejumlah tanda umum.
Baca Juga: Sharp Aquos R9 Pro, Gebrakan Produsen TV Jepang di Dunia HP Premium
Salah satu dampak umum yang ditimbulkan dari aksi penyadapan adalah kinerja perangkat smartphone akan semakin lambat.
Disamping itu, perangkat smartphone yang sedang menjadi sasaran penyadapan juga akan menunjukan gejala fisik seperti baterai cepat habis atau suhu tidak wajar atau overheat.
Karena setiap pengguna smartphone berpotensi menjadi sasaran atau korban, penting untuk mengetahui tanda perangkat sedang disadap.
Adapun cara pertama untuk memastikan ada atau tidaknya penyusup yang mencoba meretas ke perangkat adalah dengan memberi perintah *#21# pada panggilan telepon.
Dengan menekan rangkain kode Man-Machine-Interface atau MMI melalui telepon, pemilik akan langsung memperoleh berbagai informasi penting terkait penyadapan.
Baca Juga: Harga Rp1,6 Jutaan! Intip 3 HP RAM 8 GB Termurah Paling Worth It Dibeli Tahun 2025
Tampilan perangkat smartphone yang bersih dari aksi penyadapan oleh pihak ketiga, akan menunjukan status di beberapa fitur berupa Tidak Diteruskan.
Rincian fitur yang berisi informasi tidak diteruskan, merupakan indikasi bahwa setiap fungsi pada perangkat tidak melibatkan pihak lain atau pelaku penyadapan.
Namun sebaliknya, jika penyadap sudah menanamkan atau meletakkan sesuatu pada perangkat smartphone; maka tampilan akan memperlihatkan informasi diteruskan.
Tampilan informasi Diteruskan yang terlihat melalui fitur, merupakan indikasi ada pihak lain atau pelaku penyadapan untuk memperoleh suatu informasi.
Untuk memastikan agar pelaku penyadapan tidak memperoleh informasi penting dan berharga, pengguna smartphone perlu segera melakukan pemutusan atau pemblokiran.
Baca Juga: Infinix Note 40 Pro Plus 5G: HP Berkamera 108 MP OIS Cocok Buat Penyuka Fotografi
Dengan memutus akses atau memblokir pelaku penyadapan ke perangkat telepon, privasi pengguna smartphone akan menjadi lebih terjamin.
Adapun cara mudah untuk memutus akses pelaku penyadapan adalah dengan memberikan perintah atau memasukkan kode MMI melalui menu panggilan telepon.
Kode MMI atau Man-Machine-Interface yang harus ditekan melalui menu panggilan telepon jika perangkat smartphone dibajak adalah ##002#.
Jika proses pemutusan atau pemblokiran sudah berhasil dilakukan, akan muncul notifikasi pada perangkat berupa tulisan Semua Penghapusan Berhasil.***
Share this article
Perangkat smartphone yang sedang disadap oleh pelaku, selain akan mengalami kebocoran informasi juga menampakan sejumlah tanda umum.