AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyiapkan Jakarta Collaboration Fund.
Langkah ini dilakukan sebagai pusat pembiayaan daerah untuk sumber pendanaan guna mendukung pembangunan proyek-proyek strategis yang ada di Jakarta.
Pramono mengatakan, Jakarta Collaboration Fund jadi bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat skema pembiayaan di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.
Selain itu, dengan menggunakan langkah ini proyek pembangunan di Jakarta tidak lagi sepenuhnya mengandalkan APBD.

APBD, kata Pram, saat ini diposisikan bukan sekadar instrumen belanja pemerintah.
Tetapi juga sebagai pengungkit investasi dan kolbaorasi.
Ia pun menjelaskan saat ini pihaknya tengan menyusun portofolio pembiayaan kreatif melalui berbagai skema.
Seperti obligasi daerah, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), naming rights, climate finance, optimalisasi aset, pembiayaan melalui BUMD, investasi swasta, corporate social responsibility (CSR), hingga pendanaan pemanfaatan ruang.

Melalui skema Jakarta Collaboration Fund, menurut Pram, pemerintah nantinya akan mempertemukan investor, lembaga keuangan, dunia usaha, dan mitra pembangunan dalam satu ekosistem kolaborasi.
Ia juga menyebut bahwa kemandirian fiskal saat ini jadi semakin penting menyusul penurunan Transfer ke Daerah (TKD) untuk Jakarta pada 2026.
Diketahui, nilai TKD saat ini turun sekitar Rp16 triliun atau 59,47 persen dari Rp27,5 triliun menjadi Rp11,15 triliun.***
Share this article
Langkah ini dilakukan sebagai pusat pembiayaan daerah untuk sumber pendanaan guna mendukung pembangunan proyek-proyek strategis yang ada di Jakarta.