Produk Lokal Naik Kelas! Tenun Pewarna Alami Binaan Bakti BCA Unjuk Gigi di Belanda

Produk Lokal Naik Kelas! Tenun Pewarna Alami Binaan Bakti BCA Unjuk Gigi di Belanda

Produk Lokal Naik Kelas! Tenun Pewarna Alami Binaan Bakti BCA Unjuk Gigi di Belanda

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan taringnya dalam mendukung perluasan pasar internasional bagi produk tenun yang menggunakan pewarna alami. Melalui payung program Creating Shared Value (CSV), Bakti BCA berkolaborasi dengan Perkumpulan Warna Alami (WARLAMI) untuk memboyong mahakarya penenun lokal ke panggung Tenun Exhibition di Indonesia House Amsterdam (IHA), Belanda.

Pameran yang berlangsung mulai 24 April hingga 15 September 2026 ini bukan sekadar ajang pamer keindahan kain, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa industri kreatif Indonesia siap memimpin tren ecofashion global. Kehadiran tenun warna alam di Amsterdam menjadi bukti nyata bahwa produk tradisional binaan Bakti BCA telah berhasil "naik kelas" dan mampu bersaing di pasar mancanegara yang semakin mengapresiasi nilai-nilai keberlanjutan.

Peresmian pameran ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Mariska Dwianti Dhanutirto. Bakti BCA secara strategis memilih Amsterdam sebagai lokasi pameran karena kota ini merupakan titik temu bagi diaspora, pelaku ekonomi kreatif dunia, serta komunitas global yang memiliki kepedulian tinggi terhadap produk ramah lingkungan.

Agenda Tenun Exhibition di Amsterdam ini dikemas secara komprehensif. Pengunjung tidak hanya sekadar melihat produk jadi, tetapi juga diajak memahami proses panjang di balik terciptanya sehelai kain tenun warna alam. Rangkaian acara meliputi talkshow inspiratif mengenai pengembangan pewarna alami dan diskusi mendalam tentang praktik industri berkelanjutan.

Selain itu, para pengunjung mendapatkan kesempatan langka untuk mencoba langsung teknik pewarnaan alami melalui aktivitas pengalaman (experience activity). Bagi para penenun di Tanah Air, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menggali informasi mengenai tren tanaman pewarna alami yang berkembang secara global dan potensi implementasinya di Indonesia.

Keberhasilan program Bakti BCA tidak lepas dari peran local champion seperti Kornelius Ndapakamang. Penenun berbakat asal Sumba Timur ini merupakan sosok kunci yang selama ini konsisten menggeluti pewarnaan alami dan membina komunitas penenun di daerahnya bersama Bakti BCA.

Di Amsterdam, Kornelius mengambil peran sentral dengan melakukan demonstrasi langsung serta memimpin lokakarya teknik pewarnaan. Ia secara khusus membagikan rahasia pembuatan warna merah dan biru khas Sumba, yang merupakan warisan budaya leluhur yang sangat dijaga orisinalitasnya.

"Pihak kami merasa sangat bersyukur serta berterima kasih kepada Bakti BCA karena telah mempromosikan hasil tenun berwarna alam, tidak hanya pada skala nasional namun juga hingga ke kancah internasional. Di dalam negeri sendiri, kami sudah sering terlibat dalam berbagai pameran dan bazar. Bakti BCA telah memberikan banyak bantuan bagi para penenun dalam memanfaatkan bahan pewarna alami, yang merupakan teknik pewarnaan khas dari warisan nenek moyang kami di Indonesia," ungkap Kornelius.

Pendampingan yang dilakukan Bakti BCA tidak hanya berhenti pada teknis menenun. Kornelius menambahkan bahwa berkat bimbingan intensif, para penenun kini mulai berani melakukan inovasi dengan menciptakan produk turunan. Kain tenun yang tadinya hanya dijual dalam bentuk lembaran, kini bertransformasi menjadi produk siap pakai seperti baju hingga tas yang modis.

Kornelius menyimpan harapan besar agar semakin banyak penenun muda yang mau mempelajari dan menggunakan pewarna alami. Salah satu langkah konkret yang tengah diperjuangkan adalah mengintegrasikan teknik tenun pewarna alami ke dalam kurikulum mata pelajaran sekolah di daerah.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa partisipasi BCA di Amsterdam adalah bentuk konsistensi perusahaan dalam mendukung ekosistem tenun nasional. Di tengah meningkatnya minat pasar dunia terhadap ecofashion, BCA melihat peluang besar untuk memajukan wastra nusantara.

"Kami menaruh harapan agar ajang pameran yang digagas oleh Bakti BCA bersama WARLAMI ini sanggup membuka peluang untuk melestarikan tradisi, menjangkau pasar bisnis yang lebih luas, memicu pertumbuhan ekonomi, serta senantiasa menjaga kelestarian lingkungan di berbagai daerah," jelas Hera.

Program pembinaan wastra warna alam Bakti BCA saat ini telah menjangkau wilayah Timor Tengah Selatan, Baduy, Sumba Timur, hingga Sumatera Utara. Dampak ekonominya pun sangat terasa bagi komunitas lokal. Sepanjang tahun 2025, tercatat tambahan penghasilan bagi para penenun mencapai lebih dari Rp367 juta.

Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 34% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Peningkatan signifikan ini mencakup penjualan kain hasil pelatihan maupun berbagai produk turunan yang difasilitasi oleh BCA.

Hera Haryn juga menggarisbawahi bahwa program ini tidak hanya mengejar keuntungan finansial semata. Aspek pelestarian budaya tetap menjadi prioritas utama agar tenun pewarna alami selalu mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan produksi, Bakti BCA turut berkontribusi dalam penguatan hulu industri melalui penanaman kapas dan tanaman pewarna alami, seperti pohon Indigofera, di wilayah Sumba dan Baduy. Langkah ini dilakukan guna menjamin ketersediaan bahan baku alami tetap terjaga tanpa merusak ekosistem hutan.

Selain itu, pembinaan ini juga mencakup penetapan standar kualitas yang ketat agar hasil tenun lebih konsisten. Dari sisi kelembagaan, BCA membantu pembentukan koperasi sebagai wadah pengelolaan bersama bagi para penenun, sehingga mereka memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan manajemen yang lebih profesional.

"Partisipasi dalam kegiatan di IHA diharapkan dapat menjadi kesempatan berharga untuk mengenalkan program pembinaan Bakti BCA sebagai pilar pendukung pelestarian tradisi berbasis bahan-bahan alami serta penerapan praktik produksi yang berkelanjutan," tutup Hera.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Nasional 17 Jun 2026, 22:29 WIB

Sasar Target 2028, ESDM Desak Gaikindo Segera Mulai Uji Jalan Bensin Bioetanol E20

ESDM desak Gaikindo segera uji jalan bensin E20 demi target mandatori 2028. Pemerintah yakin mesin modern kuat hingga kadar 30%, didukung kesiapan lahan tebu Merauke dan pembebasan cukai etanol.

Viral 17 Jun 2026, 22:11 WIB

Viral! Kericuhan di KRL Jakarta Kota-Bogor Gegara Payung, Penumpang Wanita Histeris Saat Diturunkan Petugas

Insiden yang memicu perhatian publik ini diketahui bermula dari perkara sepele, yakni sebuah payung yang ditaruh pada handgrip atau pegangan tangan kereta.

Metropolitan 17 Jun 2026, 21:50 WIB

Penting! Sejumlah Area di Kawasan GBK akan Ditutup Sementara pada 18 Juni 2026 hingga Rute Alternatif Transum!

Ada informasi penting yakni sejumlah area di kawasan GBK akan ditutup sementara pada Kamis, 18 Juni 2026.

Metropolitan 17 Jun 2026, 21:43 WIB

Harusnya Gratis! Pemprov DKI Jakarta Bongkar Modus Baru Pungli Pemakaman, Diduga Libatkan Oknum RT dan RW

Kali ini, oknum pengurus RT dan RW diduga ikut terlibat dalam aksi pungli pemakaman yang merugikan warga tersebut.

News 17 Jun 2026, 21:33 WIB

Update Gempa M 6,7 Guncang Sigi dan Palu: 8 Warga Terluka, 582 Gempa Susulan Terasa

Laporan dari lapangan menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa akibat musibah tersebut. Meski demikian, dampak gempa menyebabkan delapan warga mengalami luka-luka.

Nasional 17 Jun 2026, 20:19 WIB

Apa Saja Dampak Super El Nino Terhadap Ekonomi Indonesia?

Super El Nino 2026 hantam ekonomi RI hingga 2027. Kekeringan picu gagal panen, karhutla di Aceh, dan krisis air, sementara anomali hujan hambat logistik. Petani miskin akibat inflasi & rupiah lemah.

Jakarta Barat 17 Jun 2026, 18:33 WIB

Sudin Gabungan Jakarta Barat Berikan Surat Peringatan, Imbas Masih Ditemukan RM Menjual Daging HPR!

Masih ditemukan rumah makan yang menjual daging hewan penular rabies (HPR), Petugas gabungan diketahui berikan surat peringatan kepada salah satu rumah makan pada Rabu, 17 Juni 2026.

Metropolitan 17 Jun 2026, 18:22 WIB

Catat 3 Akses Masuk Ini Ya! Gratis Selama 3 Hari Tiket Ragunan Rayakan HUT ke-499 DKI Jakarta

Gratis tiket masuk ini hanya berlaku untuk tiket masuk individu atau pengunjung saja.

Metropolitan 17 Jun 2026, 17:13 WIB

Gaji UMP Capai Rp5,7 Juta per Bulan! Pemprov DKI Jakarta Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya 2026: Link, Syarat, dan 4 Dinas yang Buka

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi membuka pendaftaran Program Padat Karya 2026 dengan total 2.843 lowongan kerja ini link, kriteria, syarat hingga dinas yang membuka.

Metropolitan 17 Jun 2026, 16:18 WIB

Hadir di APOS 2026 Wagub Rano Karno Perkuat Kolaborasi Netflix-DKI Jakarta, Disparekraf: Ada 3 Film Netflix Siap Produksi di Ibu Kota

Hadir dalam Asia Pacific Video Operators Summit (APOS) 2026 di Nusa Dua Bali, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno melakukan pertemuan dengan berbagai pihak stakeholders strategis industri hiburan

Nasional 17 Jun 2026, 15:17 WIB

Anomali Cuaca 2026: Di Balik Ancaman Super El Nino, Mengapa Sebagian Wilayah Indonesia Justru Hujan Lebat?

Fenomena Super El Nino Juni 2026 picu kekeringan dan karhutla di Indonesia. Namun, BMKG sebut ada anomali hujan lebat di wilayah utara (Aceh, Sumut, dll) akibat Gelombang Kelvin dan Rossby.

Metropolitan 17 Jun 2026, 15:10 WIB

Perkuat Peluang DKI Jakarta Jadi Kota Global, Pramono Anung Temui 2 Menteri Singapura: Proyek Investasi hingga Transportasi Publik

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan pertemuan dengan Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Chee Hong Tat, dan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan.

Metropolitan 17 Jun 2026, 14:14 WIB

5 Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini 17 Juni 2026, Cek Rute Alternatif Agar Bebas Macet

Jakarta diprediksi macet parah hari ini, Rabu (17/6/2026), akibat unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat di lima titik vital (Monas, DPR, BGN, Kemenkeu, Bundaran HI). Sebanyak 4.576 personel disiagakan.

Jakarta Selatan 17 Jun 2026, 14:09 WIB

Rayakan HUT ke-499 DKI Jakarta, 3 Hari Gratis Tiket TMR hingga Program Ragunan Zoo dan Berbagai Hadiah Menarik bagi Pengunjung!

Sebagai informasi, sesuai arahan Pemprov DKI Jakarta, masyarakat dapat menikmati akses masuk gratis ke TMR pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 khusus pemilik KTP DKI Jakarta.

News 17 Jun 2026, 12:20 WIB

Penyidik Kejati Sumsel Tahan Tersangka Kasus KUR Setelah Pulang Ibadah Haji

Kejati Sumsel menahan mantan pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Martapura yang menjadi tersangka dugaan korupsi KUR periode 2020-2023.

Nasional 17 Jun 2026, 11:41 WIB

Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan Lewat Engagement Store di Jakarta Fair

Bank Jakarta berkolaborasi dengan Blibli menghadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026 untuk mendorong transaksi digital.

Pendidikan 17 Jun 2026, 10:18 WIB

TOP 10 SMA Terbaik di Jakarta, Bisa Dipakai untuk Acuan SPMB 2026

SPMB DKI Jakarta 2026 resmi dibuka sejak 15 Juni via spmb.jakarta.go.id dengan 4 jalur utama. SMANU M.H. Thamrin memimpin daftar 10 SMA terbaik berdasarkan rerata nilai TKA 2025 dengan skor 67,20.

Gadget 17 Jun 2026, 09:38 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Wide Hadir dengan Rasio Tablet, Siap Saingi Ponsel Lipat Apple

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 Ultra (kamera 200MP, baterai 5.000mAh) & versi Wide berlayar 4:3 minim lipatan di Unpacked Juli 2026. Keduanya pakai chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Gemini AI.

Nasional 17 Jun 2026, 09:08 WIB

Guru Madrasah Non ASN Segera Terima Insentif Rp1,5 Juta dari Kemenag

Kemenag memastikan insentif guru madrasah non ASN mulai cair akhir Juni 2026. Setiap penerima akan memperoleh Rp1,5 juta.

Teknologi 17 Jun 2026, 06:30 WIB

Advan Ultra Watch Dibandrol Harga Rp1 Jutaan, Baterai Awet 12 Cocok Buat Naik Gunung dan Snorkeling

Advan Ultra Watch seharga Rp1.499.000 mengusung layar AMOLED 1,43 inci, Multi-Band GPS, offline maps, dan rating 5 ATM. Jam outdoor bermaterial solid ini punya baterai awet hingga 10-12 hari.