AYOJAKARTA.COM - Hubungan diplomatik tingkat kota antara Jakarta dan Tokyo telah mencapai tonggak sejarah yang mengesankan selama 37 tahun.
Kerja sama yang bermula dari pertemuan di Istanbul pada 1986 dan diresmikan melalui penandatanganan "Pernyataan Bersama" pada Oktober 1989 ini telah membuahkan berbagai manfaat nyata bagi pembangunan Jakarta.
Berlandaskan prinsip kebutuhan bersama (need), kolaborasi ini mencakup berbagai sektor mulai dari infrastruktur hingga pengembangan kualitas manusia.
Transformasi Transportasi dan Lingkungan Berkelanjutan
Salah satu keuntungan paling signifikan yang dirasakan Jakarta adalah dukungan dalam pengembangan MRT (Mass Rapid Transit) sebagai tulang punggung transportasi berkelanjutan.
Selain itu, kedua kota secara aktif mengelola King Salmon Project, sebuah inisiatif inovatif dalam pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai guna.
Kerja sama ini juga mencakup studi banding di bidang manajemen air minum dan teknik lingkungan hidup untuk mengatasi tantangan urban di Jakarta.
Hal itu diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam postingannya di media sosial Instagram yang diunggah pada Selasa, 28 April 2026.
"Mengenang persahabatan sister city Jakarta dan Tokyo yang sudah berjalan 37 tahun. Saya dan Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, bercengkerama di pertemuan bilateral membahas beberapa potensi kolaborasi," tulis Pramono Anung
"Selama ini, Jakarta dan Tokyo bersama-sama mengelola King Salmon Project (pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai dan pengolahan) dan pengembangan MRT menjadi transportasi berkelanjutan," sambungnya lagi.
"InsyaAllah kedepannya banyak kerja sama yang bisa memberikan manfaat baik bagi kedua kota," pungkasnya.
Peningkatan Kualitas SDM dan Menuju "Service City"
Melalui kerangka sister city, Jakarta secara konsisten meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakatnya melalui program pertukaran ilmu.
Program ini melibatkan pengiriman instruktur latihan kejuruan, insinyur konstruksi, hingga program magang (on-job training) bagi tenaga kerja Jakarta di berbagai industri di Tokyo.
Upaya ini bertujuan menjadikan Jakarta sebagai Service City, yaitu kota dengan standar pelayanan publik internasional, di mana aparaturnya memiliki kompetensi dan mentalitas pelayan masyarakat yang prima.
Pertukaran Budaya dan Kepemudaan
Keuntungan lain mencakup aspek sosial melalui konsep People to People relationship.
Jakarta secara rutin mengirimkan tim sepak bola tingkat SMA untuk bertanding di Tokyo, yang kemudian berkembang menjadi ajang Tokyo International Youth Football Tournament.
Selain itu, terdapat pertukaran siswa dan guru yang bertujuan membangun wawasan global dan rasa persahabatan sejak dini di antara warga kedua kota.
Memperkuat Citra Global Jakarta
Kolaborasi jangka panjang ini secara tidak langsung telah meningkatkan citra positif Jakarta di mata dunia internasional.
Dengan mengadopsi praktik terbaik dari Tokyo Metropolitan Government (TMG) dalam manajemen perkotaan, Jakarta mampu memperluas cakrawala sebagai kota global yang kompetitif.
Persahabatan yang kokoh ini menjadi bukti bahwa diplomasi tingkat kota adalah instrumen efektif untuk mempercepat pembangunan dan menjamin kesejahteraan warga secara berkelanjutan.***

Share this article
Persahabatan 37 tahun sister city Jakarta-Tokyo fokus pada MRT, pengolahan limbah, dan peningkatan SDM. Gubernur Pramono Anung berharap kolaborasi ini memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.