News

Ayah Korban Gagal Ginjal Akut Berikan Somasi kepada Presiden, Begini Kisahnya

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Senin 14 Nov 2022, 10:45 WIB
Ilustrasi: Ayah Korban Gagal Ginjal Akut Berikan Somasi kepada Presiden, Begini Kisahnya

AYOJAKARTA.COM - Seorang ayah korban gagal ginjal akut pada anak memberikan somasi kepada Presiden Joko Widodo.

Ayah dari anak balita yang mengalami gagal ginjal akut yang pada akhirnya meninggal dunia ini bertekad untuk menyampaikan somasinya kepada pemerintah.

Muhammad Sufian Sauri dari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur merupakan ayah dari anak yang meninggal dunia akibat konsumsi obat sirup sehingga menyebabkan gagal ginjal akut.

Baca Juga: Terpopuler! Daftar Terbaru 73 Obat Sirup yang Ditarik oleh BPOM Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut

Ia mengaku melakukan somasi supaya Presiden Joko Widodo bisa bertindak tegas terhadap perusahaan farmasi yang menjadi Biang Kerok dari penyebaran obat sirup penyebab gagal ginjal akut (GGA).

Selain itu, Muhammad Sufian Sauri juga berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada keluarga korban yang anaknya mengalami gagal ginjal akut bahkan hingga meninggal dunia

"Saya Muhammad Sufian Sauri asal dari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur memohon maaf yang sebesar-besarnya saya melakukan somasi ini supaya bapak presiden bisa mampu menekan perusahaan farmasi yang diduga penyebab GGA ini dan supaya memberikan perhatian lebih kepada keluarga korban-korban GGA," ujar Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: Daftar 73 Obat Sirup yang Ditarik oleh BPOM Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut: Masih akan Bertambah?

Muhammad Sufian mengaku tidak ada perhatian sedikitpun dari pihak pemerintah baik pemerintah daerah maupun Pusat terhadap keluarga korban anak yang meninggal akibat gagal ginjal akut.

"Tidak ada sama sekali (perhatian pemerintah)," ungkap Muhammad Sufian Sauri.

Meskipun begitu Muhammad Sufian mengaku dikunjungi oleh salah satu perwakilan kesehatan dari kabupaten.

Baca Juga: Produsen Obat Penyebab Gagal Ginjal Akut Anak Diancam Hukum Berlapis, BPKN Minta Pemerintah Lakukan 4 Hal Ini!

"Ada dari perwakilan kesehatan Kabupaten tapi hanya perwakilan saja karena beliau ada acara di Jogja saat itu," ungkap Muhammad Sufian Sauri.

Menurutnya sebagai pemimpin terutama dari industri farmasi seharusnya ada ucapan permohonan maaf atas kasus yang menyebabkan korban jiwa akibat produknya.

"Seharusnya kan sebagai pemimpin, intinya satu dari Farmasi minta atau apa gitu sama keluarga korban supaya kita sebagai masyarakat juga sama-sama perhatian terhadap tragedi kemanusiaan ini," jelas ayah korban GGA.

Baca Juga: Begini Mata Rantai Sampai Ada 73 Obat Sirup Diduga Terkait Gagal Ginjal Akut versi BPOM

Muhammad Sufian Sauri menegaskan kepada pemerintah terutama Presiden Joko Widodo agar bertanggung jawab atas musibah yang mereka alami.

"Saya menyarankan penuh kepada pemerintah dan Pak Presiden pada intinya harus bertanggung jawab atas musibah yang kami alami yang diduga dengan menggunakan obat sirup sehingga anak kami mengalami GGA ini," ujar Muhammad Sufian Sauri.

Muhammad Sufian menjelaskan kronologi anaknya didiagnosa mengalami gagal ginjal akut dengan berawal dari mengkonsumsi obat sirup Parasetamol.

Baca Juga: BPOM Cabut Izin Edar Obat Sirup Etilen Gikol Terkait Gagal Ginjal, 2 Perusahaan Farmasi Lagi Langgar CPOB!

Ia mengaku tidak percaya bahwa penyebab gagal ginjal akut ini dari obat sirup yang ia berikan untuk anaknya lantaran sakit demam.

Ketika terlihat gejala anak memburuk lalu Muhammad Sufian Sauri membawa anaknya ke rumah sakit dan pihak dokter menyampaikan bahwa kasus ini hanya terjadi di Jakarta dan memang penyebabnya karena obat sirup yang anaknya konsumsi.

"Hampir dua mingguan itu selesai minum obat sirup itu kan sudah sembuh, tapi selang beberapa hari anak saya kayak demam lagi, akhirnya saya periksakan lagi ke bidan terdekat," jelas Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: Obat Sirup Ditarik dari Peredaran oleh BPOM Diduga Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut Jadi 73 Obat, Ini Daftarnya

"Kata bidan ini musimnya anak demam musimnya anak panas," sambungnya.

Mendapat hasil pemeriksaan dari bidan Muhammad Sufian merasa tenang karena kondisi anaknya tidak mengkhawatirkan, namun selang dua hari anaknya malah tidak bisa buang air kecil.

"Terus habis periksa itu dapat dua hari anak saya pagi itu nggak bisa pipis, tapi nggak ada firasat apa-apa ya mungkin kecapean," jelas Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: BPOM Umumkan Lagi 2 Perusahaan Farmasi Yang Produksi Obat yang Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

"Akhirnya waktu sore istri telfon saya kok anaknya belum pipis, Saya cukup khawatir akhirnya Besoknya saya periksakan ke Puskesmas," sambungnya.

Setelah dibawa ke Puskesmas Muhammad Sufian Sauri mendapatkan laporan untuk segera merujuk anaknya ke rumah sakit agar dilakukan pemeriksaan laboratorium.

"Dari Puskesmas itu nggak sanggup dan harus dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan (pemeriksaan) lab itu," ujar Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: Obat Sirup Ditarik dari Peredaran oleh BPOM Diduga Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut Jadi 73 Obat, Ini Daftarnya

Muhammad Sufian Sauri menjelaskan kronologi bahwa awal didiagnosa Berdasarkan hasil pemeriksaan anaknya mengalami kekurangan cairan dan diare.

Namun selang beberapa waktu ketika dokter datang untuk visit dan melakukan pengambilan sampel darah anak tersebut sempat alami kejang.

"Awal (pemeriksaan) lab itu anak saya dehidrasi kekurangan cairan dan diare itu aja," ujar Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: BPOM Umumkan Lagi 2 Perusahaan Farmasi Yang Produksi Obat yang Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

"Ketika dokter datang melakukan visit harus menggunakan kateter dan diambil darahnya, habis diambil darahnya anak saya kejang," sambungnya.

Setelah melihat hasil pemeriksaan sampel darah anak Muhammad Sufian Sauri ternyata di diagnosa mengalami gagal ginjal akut dan harus segera dirujuk ke rumah sakit besar.

"Hasilnya keluar kata dokter anak saya kena GGA dan penyakit ini cuma ada di Jakarta Mas dan kita harus segera rujuk ke rumah sakit besar," ungkap Muhammad Sufian Sauri.

Baca Juga: Update Kasus Gagal Ginjal Akut, Indonesia Segera Pulih!

Selama menjalani perawatan intensif di rumah sakit Soetomo kurang lebih 6 sampai 7 hari ternyata anak dari Muhammad Sufian Sauri tidak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia.

"Terus dirawat di rumah sakit Sutomo selama 6-7 hari sampai Ade sudah nggak ada," ungkap Muhammad Sufian Sauri.

Atas kejadian yang menimpa anaknya, Muhammad Sufian Sauri memberikan somasi kepada Presiden Joko Widodo agar mampu bertanggung jawab atas musibah yang ia alami.

Baca Juga: Mengenal Fomepizole, Obat Terapi Pasien Gagal Ginjal, Cek Fakta Berikut!

"Harapan saya dan semuanya untuk pak presiden harus benar-benar mampu menekan perusahaan farmasi yang diduga penyebab GGA ini dan Badan POM juga bisa benar-benar bertanggung jawab," ujar Muhammad Sufian Sauri.

"Supaya nanti ke depannya tidak ada korban lagi seperti itu," sambungnya.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Desi Kris