AYOJAKARTA.COM – Kementerian Kesehatan RI mendatangkan sebanyak 200 vial obat Fomepizole yang merupakan obat untuk pasien gagal ginjal.
Menkes mendatangkan obat ini untuk menangani kasus gangguan ginjal akut yang terjadi pada balita di Indonesia selama beberapa bulan terakhir.
Fomepizole yang didapatkan dari donasi Jepang akan didistribusikan kepada seluruh rumah sakit rujukan tingkat provinsi di Indonesia.
Baca Juga: Mbah Moen Sebut Semua Akan Hancur Pada Hari Kiamat Kecuali 2 Hal Ini, Apa Saja?
Langkah pemerintah Indonesia mendatangkan Fomepizole dari luar negeri merupakan salah satu upaya untuk menyediakan obat penawar bagi penderita gagal ginjal akut
Sebelumnya, kasus gangguan ginjal akut merebak di Indonesia dan mencapai puncaknya pada bulan Oktober lalu.
Berbagai cara dilakukan Kementerian Kesehatan RI untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang terjadi secara masif ini.
Menkes berujar selain melakukan upaya pencegahan terjadinya paparan sumber penyakit yang lebih luas, juga dilakukan terapi obat-obatan sebagai upaya penyembuhan.
“Selain cegah sumber penyakit, juga dilakukan terapi obat-obatan,” ungkap Budi Gunawan Sadikin dalam konferensi pers Jumat (21/10/2022) lalu.
Dengan adanya obat Fomepizole, Menkes optimis dapat menanggulangi kasus gangguan ginjal akut ini.
Dirinya percaya diri obat Fomepizole ini efektif karena menjadikan pasien lebih stabil dan bahkan lebih baik kondisinya.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun twitter @kominfodiy, berikut merupakan beberapa fakta terkait obat fomepizole
- Berfungsi sebagai penangkal racun
Obat ini dinilai dapat digunakan sebagai penangkal untuk mengobati keracunan dengan etilen glikol (antibeku) atau metanol.
- Efektifitas lebih dari 90 persen
Fomepizole memiliki efektifitas hingga lebih dari 90 persen. Hal tersebut dibuktikan dengan fakta bahwa 10 dari 11 pasien membaik kondisinya.
Baca Juga: Mengejutkan! Ismail Bolong Minta Maaf Pada Kabareskrim dan Mengaku Diintimidasi Hendra Kurniawan
- Diberikan sebanyak 5 kali suntikan
Untuk membuktikan keefektifan dari obat ini, diberikan dosis sebanyak 5 kali suntikan kepada pasien-pasien yang telah menunjukkan gangguan ginjal karena intoksikasi.
Intoksikasi tersebut dapat diindikasikan dengan terjadinya pengurangan frekuensi buang air kecil.
- Diberikan secara gratis
Melalui Kementerian Kesehatan RI, obat Fomepizole akan didistribusikan oleh pemerintah secara gratis pada seluruh pasien.
Demikian beberapa fakta terkait obat Fomepizole yang dijadikan sebagai solusi obat terapi pasien gagal ginjal.***

Share this article
Menkes berujar selain melakukan upaya pencegahan terjadinya paparan sumber penyakit yang lebih luas, juga dilakukan terapi obat-obatan.