AYOJAKARTA.COM - Rismon Sianipar belakangan ini tengah gencar membongkar kejanggalan-kejanggalan dalam kasus Jessica Wongso.
Diketahui bahwa Rismon Sianipar merupakan ahli digital forensik yang sempat dihadirkan dalam sidang pada 2016 sebagai saksi ahli oleh kuasa hukum Jessica Wongso.
Belum lama ini ahli digital forensik yang juga seorang akademisi ini menyinggung nama Shandy Handika yang merupakan seorang jaksa yang turut berperan dalam sidang kasus Jessica Wongso.
Dalam tayangan YouTube Balige Academy, Rismon Sianipar menilai Jaksa Shandy sangat kritis terhadap hal-hal yang termasuk tidak penting.
Sementara untuk hal penting seperti pesan chat di ponsel milik Jessica Wongso yang dikirimkan pukul 16.28 WIB, Jaksa Shandy justru abai.
“Kalau yang nggak penting-penting kritis dia (Shandy Handika). Yang penting malah ya pukul 16.29.16 WIB dan 16.29.23 WIB diabaikan sama dia,” ujar Rismon Sianipar dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Balige Academy pada Kamis (1/2/2024).
Menurutnya jika dilihat dari chat atau pesan yang dikirimkan pada pukul 16.29 WIB, maka menunjukkan bahwa Jessica Wongso tengah melakukan aktivitas.
Namun Rismon Sianipar menyebut bahwa aktivitas Jessica Wongso pada pukul yang sama justru berbeda dengan yang tampak dalam rekaman CCTV.
Hal inilah yang menjadi salah satu dasar dari ahli digital forensik ini merasa yakin bahwa rekaman CCTV telah direkayasa.
“Disembunyikan fakta itu karena sudah direkayasa Muhammad Nuh Al Azhar dan Christopher Hariman Rianto menjadi pergerakan-pergerakan lain seperti menoleh dan lain-lain,” ungkap Rismon Sianipar.
Bukan itu saja, ia pun menganggap jika Jaksa Shandy Handika sangat kritis dengan waktu kedatangan Jessica Wongso ke Kafe Olivier.
Namun abai hingga menyembunyikan fakta lainnya yang sangat penting yang sebenarnya bisa menjadi tanda indikasi kecurangan di balik kasus tersebut.
“Cukup sampai disitu saja dia kritis. Tapi ketika aktivitas chat Jessica pukul 16.29.18 WIB dan 16.29.23 WIB mereka mengabaikan bahkan menyembunyikan fakta tersebut,” kata Rismon Sianipar.
Ia juga sangat menyayangkan beberapa jaksa termasuk Jaksa Shandy Handika yang banyak abai terhadap hal-hal penting tetapi lebih kritis dengan hal yang sebenarnya tidak penting.
Banyaknya kecurangan hingga fakta-fakta kejanggalan mulai terungkap ke publik, Rimon Sianipar berharap agar keadilan segera ditegakkan.***

Share this article
Rismon Sianipar menilai Jaksa Shandy sangat kritis terhadap hal-hal yang termasuk tidak penting di kasus Jessica Wongso.