AYOJAKARTA.COM - Dalam sebuah konferensi pers bersama yang dihadiri delegasi Indonesia dan Turki, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pernyataan yang menegaskan apresiasinya terhadap sikap tegas bangsa Indonesia dalam kemerdekaan Palestina.
Pidato yang dibuka dengan salam "Bismillahirrahmanirrahim" dan "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" itu menggambarkan semangat kerja sama yang mendalam antara kedua negara dalam mendukung perdamaian dan keadilan di kawasan Timur Tengah.
Dalam sambutannya, Presiden Turki mengungkapkan kekagumannya atas sikap tegas Indonesia dalam membela hak-hak rakyat Palestina.
"Saya mengapresiasi sikap bangsa Indonesia yang sangat tegas dalam menyuarakan keadilan bagi Palestina," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan Indonesia sangat berarti, terutama dalam upaya rekonstruksi Gaza dan pembelaan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Menurutnya, kerja sama ini akan terus dikembangkan di masa depan untuk memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian kawasan.
Mengacu pada prinsip-prinsip internasional, Erdogan menekankan pentingnya pembentukan negara Palestina yang merdeka, dengan ketentuan sebagai berikut:
- Berdasarkan batas 1967
Negara Palestina harus didirikan dengan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Baca Juga: Samsung Galaxy A56 Segera Meluncur dengan Dynamic AMOLED 1650 nit dan Ketahanan IP69, Bawa Banyak Perubahan Signifikan
- Tidak boleh ditunda-tunda
"Kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina tidak dapat diundur-undur lagi. Segala langkah atau proposal yang menunda proses tersebut bagi kami adalah tidak sah, karena akan menambah konflik, pertumpahan darah, dan ketidakstabilan di wilayah tersebut," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap upaya yang menghambat kemerdekaan Palestina tidak hanya akan memperpanjang konflik, tetapi juga mengganggu stabilitas negara-negara tetangga.
"Sebelum Gaza mencapai perdamaian, sebelum Palestina mencapai perdamaian, tidak mungkin negara di sekitarnya juga bisa mencapai perdamaian," tegasnya.
Selain menyerukan penyelesaian konflik, Ia juga mengingatkan dampak besar yang ditimbulkan oleh konflik berkepanjangan.
Erdogan mengungkapkan bahwa serangan Israel yang berlangsung selama 15 bulan telah mengakibatkan kerusakan yang totalnya mendekati 100 miliar dolar.
"Dalam hukum, prinsip bahwa kerugian harus diganti rugi sangatlah penting. Kami menolak setiap upaya yang justru menambah konflik dan ketidakstabilan," tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai upaya untuk mengingatkan bahwa setiap kerusakan akibat konflik harus mendapatkan kompensasi sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
Menutup konferensi pers, Presiden Turki mengungkapkan harapan agar hasil diskusi dan keputusan yang telah diambil dapat menjadi fondasi bagi lebih banyak kebaikan dan kerja sama di masa depan.
Baca Juga: Rilis Besok! Penampakan dan Spesifikasi iPhone SE 4 Bocor ke Publik, Simak di Sini
Ia menyatakan bahwa pertemuan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan bilateral antara Turki dan Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi upaya perdamaian di kawasan yang lebih luas.
Acara konferensi pers tersebut ditutup dengan santap siang kenegaraan, sebagai simbol keakraban dan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan global.
Dengan semangat persahabatan dan kerja sama strategis, pernyataan ini diharapkan dapat memotivasi langkah-langkah konkret untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.***

Share this article
Presiden Turki mengungkapkan kekagumannya atas sikap tegas Indonesia dalam membela hak-hak rakyat Palestina.