wabah covid 19

Bogor 08 Des 2020, 21:13 WIB

Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Bertambah 59

Meski demikian, jumlah mereka yang sembuh juga mengalami penambahan, yakni meningkat 52 orang menjadi 3.013 orang. Sementara 661 lainnya masih dirawat di rumah sakit dan 107 meninggal dunia.

Jakarta Pusat 08 Des 2020, 16:21 WIB

Bertambah 1.194 Kasus, Konfirmasi Covid-19 di Jakarta Dekati Angka 150 Ribu (Update 8 Desember 2020)

Bertambah 1.194 Kasus, Konfirmasi Covid-19 di Jakarta Dekati Angka 150 Ribu (Update 8 Desember 2020)

Jakarta Selatan 05 Des 2020, 10:52 WIB

Tim Covid Hunter Bakal Gencarkan 3T

Tugas Tim Pemburu Covid yakni melaksanakan testing, tracing, dan treatment atau 3T jika ditemukan adanya kasus positif Covid-19

Nasional 05 Des 2020, 03:13 WIB

Disiplin Protokol Kesehatan Sama dengan Pentingnya Vaksin

JAKARTA - Kehadiran vaksin sebagai senjata pamungkas menekan penyebaran COVID-19, tidak serta merta memberikan kelonggaran bagi masyarakat. Terutama disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, 3M, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan masih menjadi keharusan, meskipun program vaksinasi nantinya telah dijalankan. “Saya kira bahkan setelah kita mendapat vaksin pun, untuk jangka waktu 6 bulan sampai satu tahun pun, kita tetap harus disiplin protokol kesehatan,” pesan dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D, Ahli Epidemiologi FKM UI dalam Dialog Produktif dengan tema, ‘Vaksin+3M: Jurus Ampuh Lawan COVID-19’ yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (3/12/2020). Menurut sang epidemiolog, vaksin membutuhkan waktu untuk menciptakan kekebalan dalam tubuh seseorang. Selain itu, tidak mungkin seluruh masyarakat akan dapat langsung divaksinasi karena proses pemberian vaksin bertahap. Ia mencontohkan, meskipun saat ini ada puluhan vaksin, namun dari tahun 1940-an, dunia mencatat kemunculan 365 penyakit baru dan hanya satu penyakit yang dapat tereradikasi (musnah) yaitu cacar (smallpox). “Kita bisa mampu menghilangkan smallpox dari muka bumi, itu karena kita mendeteksi, men-tracing, mengkarantina. Jadi semua termasuk 3M adalah satu paket. Langkah terpadu menghadapi wabah,” jelasnya. Dijelaskannya lebih lanjut, kehadiran vaksin yang lebih cepat dari biasanya adalah hal normal. Karena kemampuan para peneliti didukung kemajuan teknologi. Para peneliti dunia dikatakannya dapat mengidentifikasi COVID-19 hanya dalam 7 hari, dan sangat jauh jika dibandingkan dengan penelitian pada penyakit HIV/AIDS yang butuh waktu 2 tahun. “Ini menunjukkan saat ini sebetulnya dunia cukup baik. Sudah maju sekali dalam bidang virologi,” ungkapnya. Dengan fakta tersebut, Syahrizal meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan keamanan vaksin, karena hal itu merupakan syarat utama dalam pembuatannya. “Tidak boleh dilakukan uji klinik tiga, kalau uji klinik satu dan dua tidak lolos” terangnya. Sambil menunggu tahapan vaksinasi, Syahrizal menilai penerapan protokol kesehatan sebagai salah satu upaya pencegahan penularan sudah cukup. Sayangnya, tingkat kepatuhan masyarakat masih sangat rendah. Jadi, tetap disiplin lakukan protokol kesehatan, 3M, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan guna mencegah penyebaran dan penularan.

Nasional 04 Des 2020, 03:39 WIB

Berkreasilah, Walau di Tengah Pandemi

JAKARTA--Pandemi COVID-19 mungkin tidak diketahui kapan akan berakhir. Namun, masyarakat tidak boleh menyerah terhadap keadaan tersebut dan berbuat sesuatu untuk menghadapinya dengan cepat. Cara terbaik, adalah dengan menciptakan kreativitas dan inovasi untuk mengisi masa tersebut. Di DKI Jakarta, harapan tersebut dibebankan kepada anak muda untuk bisa terus berkarya dengan berpikir kreatif dan inovatif selama pandemi berlangsung. Kegiatan produktif tersebut diyakini akan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat secara umum. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, salah satu ajang untuk menciptakan kegiatan yang produktif dengan kreativitas dan inovatif, tidak lain adalah gelaran Jakbee Hackathon 2020 yang dilaksanakan oleh Badan Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS) DKI Jakarta belum lama ini. Kegiatan positif tersebut, menjadi wadah yang tepat bagi anak muda untuk bisa berkarya dan bekreasi. Bahkan, dengan inovasi yang dibuat oleh generasi bangsa tersebut, untuk sementara itu sudah cukup menjadi solusi di masa sekarang. “Pada saat ini mereka sudah menjadi bagian dari pemberi solusi,” ucap dia belum lama ini. Bagi Anies, hadirnya anak muda yang memiliki segudang ide dan kreativitas, menjadi angin segar yang menyejukkan di DKI Jakarta. Hal tu, sejalan dengan keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin menjadikan diri sendiri sebagai kolaborator yang bekerja sama dengan warga sebagai co-creator. Menurut dia, co-creator itu adalah mereka yang berperan ikut memberikan solusi jika ada satu masalah. Peran tersebut dinilai sangat cocok dengan fungsi DKI Jakarta sebagai kota kolaborasi, yang ingin menjadikan warga kota sebagai mitra untuk bekerja. Dengan situasi pandemi yang masih berlangsung saat ini, Anies meminta semua anak muda di Jakarta untuk bisa berakselerasi terhadap perubahan yang terjadi melalui adaptasi penggunaan teknologi digital. Cara tersebut bisa sebagai persiapan untuk pergeseran yang akan terjadi di masa depan. “Generasi muda harus menjadi kelompok yang membaca perubahan dan mengantisipasi perubahan, lalu memenangkan kesempatan pascaperubahan,” tegas dia. Melalui akselerasi teknologi digital, anak muda Jakarta diharapkan bisa memanfaatkan jejaring internasional yang terkoneksi dengan Pemprov DKI Jakarta. Jejaring itu harus bermanfaat untuk pengembangan karir dan pendidikan seluruh anak muda Jakarta. Diketahui, Jakbee Hackathon 2020 adalah kompetisi virtual yang menghadirkan kompetisi proposal bisnis dan hackaton. Untuk proposal melibatkan 155 tim dari seluruh SMA di Jakarta, dan hackathon melibatkan 75 tim dari seluruh Indonesia. Selain itu, ada juga beasiswa yang disediakan untuk 3.339 mahaiswa. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Avanti Fontana pada kesempatan berbeda mengatakan bahwa hal-hal yang perlu direspon di tengah masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, adalah penciptaan inovasi yang akan membantu Indonesia keluar dari kesulitan. “Untuk hal yang ini, perlu sensitivitas yang tinggi agar bisa menemukan peluang yang tepat,” jelas dia. Menurut dia, dengan menciptakan inovasi, bukan saja membantu negara untuk keluar dari kesulitan, namun juga ada tujuan lain yang lebih besar, yakni menggapai kesejahteraan untuk jangka pendek ataupun panjang bagi masyarakat secara umum. Dalam pandangan Avanti Fontana, setiap produk solutif yang dihasilkan oleh warga Indonesia, dipastikan tidak dihasilkan dalam waktu yang singkat dan dengan proses yang mudah. Lebih dari itu, pasti itu dilalui dengan proses matematis dan memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah. “Kalau bicara pandemi (COVID-19), tentu tujuannya bagaimana mengatasi pandemi,” tambah dia. Inovasi sendiri, penting untuk dihadirkan di tengah kondisi sekarang, karena akan mengubah kondisi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Selain itu, inovasi juga bukan hal yang sulit dan penuh resiko, namun justru akan bernilai signfikan dari segi manfaat untuk ekonomi dan sosial.

Nasional 04 Des 2020, 03:09 WIB

Pilot Jajal Jualan Daring saat Pandemi

JAKARTA -- Wabah COVID-19 berdampak pada banyak profesi. Ada yang kehilangan pekerjaan dan banting stir alih profesi. Bagi yang masih bekerja tetapi pendapatannya dipangkas, bersiasat dengan mencoba usaha sampingan. Salah satunya seperti yang tengah dijalani Aditya Santosa, seorang pilot yang sedang berbisnis online shop. Pria yang berprofesi sebagai seorang pilot maskapai penerbangan nasional ini mengaku pendapatannya berkurang 30 persen sejak pandemi. Jadwal terbang juga berkurang. Karena banyak waktu luang, Aditya berpikir tidak ada salahnya merambah bisnis online guna menambal pendapatannya yang kini berkurang jauh. "Saya coba berwirausaha. Saya mulai jualan online dan belajar jualan dari teman saya. Puji Tuhan lumayan, ada hasilnya. Karena banyak waktu luang, jarang terbang, saya bisa invest waktu saya ke hal lain," kata Aditya dalam Dialog Produktif bertema ‘Vaksin: Harapan Kembali Produktif’ yang digelar secara virtual di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (2/12/2020). Dengan berjualan online, Aditya mengaku terbantu untuk menambal kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarga. Apalagi selain gaji yang dipangkas, pilot juga kehilangan uang terbang yang biasanya didapat setiap kali menjalankan tugas. Aditya mengaku, bila sebelum pandemi dirinya bisa terbang 4-5 kali dalam sebulan, selama pandemi jadwal terbangnya bisa hanya sekali dalam tiga bulan. Pemerintah sendiri tak tinggal diam membantu masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi COVID-19. Berbagai bantuan disalurkan melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Total, anggaran PEN mencapai Rp 695,2 triliun. Bantuan yang diberikan pun tak hanya menyasar masyarakat ekonomi lemah dan UMKM saja, namun juga perusahaan dan karyawan yang dirumahkan.

Nasional 03 Des 2020, 11:25 WIB

Sehari, Angka Covid-19 di Jawa Barat Meningkat 764 Kasus

Dari angka tersebut, terdapat 7.084 orang positif Covid-19 yang masih berada dalam masa isolasi atau perawatan. Angka tersebut meningkat 374 kasus bila dibandingkan hari sebelumnya.

Nasional 03 Des 2020, 03:38 WIB

Jaga Keluarga dengan Vaksin

JAKARTA - Mencegah penyakit lebih baik dari mengobati. Upaya pencegahan penyakit tersebut dapat dilakukan dengan vaksinasi. Dengan hadirnya vaksin, pemerintah berharap tidak hanya menurunkan angka kesakitan tapi juga kasus kematian. “Pemerintah harapannya dapat melindungi masyarakat secara utuh, meningkatkan produktivitas dan pendapatan serta kesejahteraan. Kalau dalam bahasa ekonominya, mencegah lebih murah daripada mengobati. Ilmu ekonomi yang masuk dalam bidang kesehatan adalah suatu tuntunan untuk bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah-masalah kesehatan secara efektif dan efisien,” jelas Dokter H. Mohamad Subuh, MPPM, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Vaksinasi: Pencegahan vs Pengobatan’ yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di Media Center KPCPEN, Selasa (1/12/2020). Dipaparkannya, vaksinasi merupakan upaya pencegahan yang spesifik atas suatu penyakit. Bila vaksinasi berhasil dilakukan, maka individu sehat, keluarga sehat, tatanan masyarakat sehat, maka produktivitas akan meningkat. “Pendapatan juga meningkat sehingga pendapatan negara juga meningkat. Indonesia menjadi negara yang sehat bukan hanya secara jasmani tetapi juga sehat secara finansial dan bisa memberikan pelayanan yang maksimal,” lanjutnya. Ditegaskan dr. Subuh, pemulihan kesehatan dan ekonomi saat ini tidak hanya fokus pada individu-individu, tetapi juga pada entitas usaha. “Jika semua dapat berdaya dan bisa menjaga diri dengan melakukan budaya 3M, maka pemulihan ekonomi Indonesia, bahkan seluruh dunia tidak akan sulit,” pungkasnya. Dia mengimbau agar setiap warga negara Indonesia tetap melakukan 3M dengan tertib dan disiplin tinggi.

Nasional 02 Des 2020, 03:46 WIB

Pengembangan Aset untuk Industri 4.0 Perlu Disiapkan

JAKARTA - Memasuki tahun baru yang tinggal menghitung hari, tantangan angkatan kerja di Indonesia semakin tinggi. Hal ini dipicu adanya prediksi bonus demografi angkatan kerja muda hingga tahun 2045. “Kita melihat persentase dari angkatan kerja kita, pemuda (16-30 tahun) ini sangat tinggi hampir 25%,“ ujar Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan dalam Webinar KPCPEN dengan tema ‘Menyiapkan Aset SDM yang Siap Mendukung Kebangkitan Dunia Usaha di Era Pandemi’, Senin (30/11/2020). Pertumbuhan lapangan kerja yang terus digenjot pemerintah juga menghadapi rintangan yang tak mudah, terutama di masa pandemi. Hal ini pun menyebabkan bertambahnya angka pengangguran pada usia produktif. “Selama bulan Februari sampai dengan Agustus ini menambah pengangguran 2.4 juta lebih,” ungkap Anwar. Anwar menilai bahwa bonus demografi bisa saja menjadi keuntungan namun juga sebaliknya, jika kita tidak siap dengan perubahan ke industri 4.0 yang banyak berfokus pada digitalisasi dan otomatisasi. “Bonus demografi pada saat yang bersamaan ada yang namanya revolusi industri. Kalau ini dua-duanya tidak kita kelola dengan baik, kita khawatir seiring berjalannya waktu bonus demografi selesai, revolusi industri 4.0 juga tidak kita kelola dengan baik,” terangnya. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Ketua Umum DPN Apindo, Hariyadi B. Sukamdani, dalam forum yang sama, katanya “Mengenai masalah Industri 4.0, yang juga resiko otomatisasi ini cukup besar, dari jumlah pekerja sangat signifikan yaitu 60% di sektor manufaktur bahan pangan. Dan ILO (Organisasi Buruh Dunia) juga memperkirakan 60% di sektor otomotif, akan terkena dampak yang cukup signifikan,”. Talenta yang sangat banyak dengan tantangan digitalisasi di masa depan sering tak seimbang dengan kemauan perusahaan dalam berinvestasi pada karyawannya. “World bank menyampaikan di Indonesia hanya 4.7 % perusahaan yang memberikan pelatihan formal. Ini persoalannya di masalah anggaran ya,” jelas Hariyadi. Ia pun menilai pemerintah harus lebih fokus lagi memanfaatkan program pemagangan serta Balai Latihan Kerja (BLK) agar para SDM siap masuk ke dunia usaha. “Kami melihat bahwa pemerintah telah memiliki banyak sekali sarana dan prasarana bahkan gedung dan sebagainya, tapi memang kurang teroptimalisasi. Kita berharap ke depan BLK (Balai Latihan Kerja) ini bisa menjadi sarana kita untuk memicu keterampilan dari tenaga kerja kita,” terangnya. Dalam mendukung angkatan kerja baru dan industri 4.0, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah lama menyiapkan sarana digital bagi talenta muda. “Kemenkominfo mempunyai berbagai macam pelatihan kewirausahaan digital atau digital talent scholarship dan juga pelatihan digital UMKM,” pungkas Rosarita Niken Widiastuti, Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Informatika Bidang IKP, Transformasi Digital, dan Hubungan Antar Lembaga dalam forum yang sama. Program ini pun berhasil mengalihkan hampir 5 juta UMKM menuju digitalisasi. “Kami melakukan pendampingan melalui grebek pasar, ini membantu masyarakat kecil khususnya UMKM untuk berjualan dari daring. Pemerintah tidak ingin marketplace hanya diisi produk dari luar negeri,” ujar Niken. Pemerintah melalui sektor terkait pun terus mendorong peningkatan infrastruktur, serta perlindungan melalui pembuatan regulasi. “Di dalam masyarakat terdigital ini, new business model harus kita lakukan, kurikulum harus kita lakukan pembenahan, program pelatihan juga sama, skema sertifikasi juga sama,” terang Anwar Sanusi. “Job transformation, bekerja dimana saja dan kapan saja. Inilah yang esensi kenapa di dalam UU Cipta Kerja, ini mengakomodir yang namanya upah berbasis jam,” tambahnya. Pada 2021, Kementerian Kominfo menargetkan 60000 beasiswa digital, yang meliputi cyber security, cloud computing, big data analysis, artificial intelligence, IOT, robotics, dan digital business.

Sehat 01 Des 2020, 10:26 WIB

Sembuh Covid-19 Apakah Bisa Terjangkit Lagi? Simak Faktanya!

masyarakat semeskinya tidak meremehkan mereka yang kebal terhadap Covid-19 jika sudah pernah tertular

Nasional 01 Des 2020, 09:52 WIB

Vaksinasi Diberikan kepada Warga yang Sehat

JAKARTA - Masyarakat yang akan mendapatkan vaksinasi nantinya adalah orang dalam kondisi sehat. Sebelum vaksin diberikan, dokter atau tenaga keperawatan akan melakukan screening atau pemeriksaan untuk memastikan apakah seseorang sehat atau tidak untuk diberi vaksin.

Jakarta Pusat 30 Nov 2020, 23:58 WIB

Sepekan Terakhir, Positivity Rate Kasus Covid-19 DKI Jakarta 8,7%

Sepekan Terakhir, Positivity Rate Kasus Covid-19 DKI Jakarta 8,7%

Nasional 30 Nov 2020, 23:30 WIB

Pesan Bu Ani untuk Siswa yang Belajar di Tengah Pandemi

Pesan Bu Ani untuk Siswa yang Belajar di Tengah Pandemi

Nasional 30 Nov 2020, 23:11 WIB

Indonesia Sudah Siap dengan Rantai Distribusi Vaksin Covid-19

Indonesia Sudah Siap dengan Rantai Distribusi Vaksin Covid-19

Nasional 30 Nov 2020, 14:59 WIB

Pemasaran Digital Bantu Dongkrak UMKM

Delapan bulan lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Situasi ini tidak hanya berpengaruh pada sektor kesehatan, tapi juga dunia usaha.

Jakarta Timur 30 Nov 2020, 12:23 WIB

Kini Covid-19 Itu Sudah di Depan Mata....

Dan, mengutip kata Tine via WA, “delapan bulan bikin berita tentang Covid-19, akhirnya ‘dia’ bener-bener nyata di depan mata.”

Nasional 30 Nov 2020, 07:24 WIB

Ketua Umum PBNU Said Aqil Juga Terpapar Covid-19

Ketua Umum PBNU Said Aqil Juga Terpapar Covid-19

Nasional 29 Nov 2020, 03:40 WIB

Tak Kenal Maka Tak Kebal Bukan Sekadar Jargon

Kalimat Tak Kenal Maka Tak Kebal sering kita dengar dan banyak kita lihat di berbagai iklan luar ruang belakangan ini. Kalimat ini bukanlah semata-mata jargon terkait program vaksinasi di masa pandemi COVID-19 ini. Kalimat tersebut punya makna dan manfaat yang besar jika diimplementasikan. “Vaksin diberikan saat kita sehat. Berbeda dengan obat yang diberikan setelah kita sakit. Kita sebenarnya sudah mengenal vaksin sejak lama. Bahkan, sebagian besar dari kita sudah menerima vaksin sejak kita kecil melalui imunisasi dengan cara disuntikkan maupun diteteskan ke dalam mulut ,” ujar dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Satgas COVID-19 dalam keterangan pers yang dilakukan secara virtual di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Jumat (27/11/2020). Dikatakannya, tubuh memiliki sistem imun yang berfungsi melindungi dari serangan virus atau bakteri- dan vaksin membantu menciptakan sistem kekebalan tubuh secara spesifik untuk melawan penyakit tertentu. Sistem imun ini membutuhkan pengenalan terhadap jenis-jenis kuman yang bisa menyebabkan penyakit. Sehingga apabila di kemudian hari virus atau bakteri itu masuk ke dalam tubuh maka sudah siap untuk melawan dan akhirnya dapat mencegah timbulnya penyakit tersebut. “Vaksin berfungsi untuk membuat tubuh kenal lalu menjadi kebal terhadap suatu penyakit. Jadi cara kerja vaksin setelah masuk ke tubuh kita, prinsipnya pun sama. Tubuh langsung mendeteksinya sebagai sebuah ancaman infeksi. Maka tubuh akan membentuk sistem untuk membuat kekebalan tubuh atau antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit tersebut. Tubuh akan mengingat apa yang harus diwaspadai. Sehingga jika ada virus, bakteri atau kuman penyebab penyakit yang masuk dapat dilawan,” jelasnya. Saat ini, vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan dengan pengujian berlapis dan dipastikan aman untuk digunakan. “Tapi ingat, vaksin bukan solusi total untuk menghilangkan virus. Datangnya vaksin COVID-19 bukan berarti pandemi langsung berakhir. Jadi, tetap terapkan disiplin protocol kesehatan 3M. Lindungi diri dan orang lain,” pungkas dr.Reisa.

Nasional 28 Nov 2020, 14:20 WIB

Jangan Sampai Belajar Tatap Muka Jadi Klaster Institusi Pendidikan!

Jangan Sampai Belajar Tatap Muka Jadi Klaster Institusi Pendidikan!

Jakarta Pusat 27 Nov 2020, 16:10 WIB

Kasus Baru Covid-19 di DKI Jakarta Hampir Catat Rekor Lagi! Ini Jumlah Penambahannya!

Kasus Baru Covid-19 di DKI Jakarta Hampir Catat Rekor Lagi! Ini Jumlah Penambahannya!