JAKARTA--Pandemi COVID-19 mungkin tidak diketahui kapan akan berakhir. Namun, masyarakat tidak boleh menyerah terhadap keadaan tersebut dan berbuat sesuatu untuk menghadapinya dengan cepat. Cara terbaik, adalah dengan menciptakan kreativitas dan inovasi untuk mengisi masa tersebut.
Di DKI Jakarta, harapan tersebut dibebankan kepada anak muda untuk bisa terus berkarya dengan berpikir kreatif dan inovatif selama pandemi berlangsung. Kegiatan produktif tersebut diyakini akan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat secara umum.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, salah satu ajang untuk menciptakan kegiatan yang produktif dengan kreativitas dan inovatif, tidak lain adalah gelaran Jakbee Hackathon 2020 yang dilaksanakan oleh Badan Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS) DKI Jakarta belum lama ini.
Kegiatan positif tersebut, menjadi wadah yang tepat bagi anak muda untuk bisa berkarya dan bekreasi. Bahkan, dengan inovasi yang dibuat oleh generasi bangsa tersebut, untuk sementara itu sudah cukup menjadi solusi di masa sekarang.
“Pada saat ini mereka sudah menjadi bagian dari pemberi solusi,” ucap dia belum lama ini.
Bagi Anies, hadirnya anak muda yang memiliki segudang ide dan kreativitas, menjadi angin segar yang menyejukkan di DKI Jakarta. Hal tu, sejalan dengan keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin menjadikan diri sendiri sebagai kolaborator yang bekerja sama dengan warga sebagai co-creator.
Menurut dia, co-creator itu adalah mereka yang berperan ikut memberikan solusi jika ada satu masalah. Peran tersebut dinilai sangat cocok dengan fungsi DKI Jakarta sebagai kota kolaborasi, yang ingin menjadikan warga kota sebagai mitra untuk bekerja.
Dengan situasi pandemi yang masih berlangsung saat ini, Anies meminta semua anak muda di Jakarta untuk bisa berakselerasi terhadap perubahan yang terjadi melalui adaptasi penggunaan teknologi digital. Cara tersebut bisa sebagai persiapan untuk pergeseran yang akan terjadi di masa depan.
“Generasi muda harus menjadi kelompok yang membaca perubahan dan mengantisipasi perubahan, lalu memenangkan kesempatan pascaperubahan,” tegas dia.
Melalui akselerasi teknologi digital, anak muda Jakarta diharapkan bisa memanfaatkan jejaring internasional yang terkoneksi dengan Pemprov DKI Jakarta. Jejaring itu harus bermanfaat untuk pengembangan karir dan pendidikan seluruh anak muda Jakarta.
Diketahui, Jakbee Hackathon 2020 adalah kompetisi virtual yang menghadirkan kompetisi proposal bisnis dan hackaton. Untuk proposal melibatkan 155 tim dari seluruh SMA di Jakarta, dan hackathon melibatkan 75 tim dari seluruh Indonesia. Selain itu, ada juga beasiswa yang disediakan untuk 3.339 mahaiswa.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Avanti Fontana pada kesempatan berbeda mengatakan bahwa hal-hal yang perlu direspon di tengah masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, adalah penciptaan inovasi yang akan membantu Indonesia keluar dari kesulitan.
“Untuk hal yang ini, perlu sensitivitas yang tinggi agar bisa menemukan peluang yang tepat,” jelas dia.
Menurut dia, dengan menciptakan inovasi, bukan saja membantu negara untuk keluar dari kesulitan, namun juga ada tujuan lain yang lebih besar, yakni menggapai kesejahteraan untuk jangka pendek ataupun panjang bagi masyarakat secara umum.
Dalam pandangan Avanti Fontana, setiap produk solutif yang dihasilkan oleh warga Indonesia, dipastikan tidak dihasilkan dalam waktu yang singkat dan dengan proses yang mudah. Lebih dari itu, pasti itu dilalui dengan proses matematis dan memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah.
“Kalau bicara pandemi (COVID-19), tentu tujuannya bagaimana mengatasi pandemi,” tambah dia.
Inovasi sendiri, penting untuk dihadirkan di tengah kondisi sekarang, karena akan mengubah kondisi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Selain itu, inovasi juga bukan hal yang sulit dan penuh resiko, namun justru akan bernilai signfikan dari segi manfaat untuk ekonomi dan sosial.
Share this article
JAKARTA--Pandemi COVID-19 mungkin tidak diketahui kapan akan berakhir. Namun, masyarakat tidak boleh menyerah terhadap keadaan tersebut dan berbuat sesuatu untuk menghadapinya dengan cepat. Cara terbaik, adalah dengan menciptakan kreativitas dan inovasi untuk mengisi masa tersebut. Di DKI Jakarta, harapan tersebut dibebankan kepada anak muda untuk bisa terus berkarya dengan berpikir kreatif dan inovatif selama pandemi berlangsung. Kegiatan produktif tersebut diyakini akan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat secara umum. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, salah satu ajang untuk menciptakan kegiatan yang produktif dengan kreativitas dan inovatif, tidak lain adalah gelaran Jakbee Hackathon 2020 yang dilaksanakan oleh Badan Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS) DKI Jakarta belum lama ini. Kegiatan positif tersebut, menjadi wadah yang tepat bagi anak muda untuk bisa berkarya dan bekreasi. Bahkan, dengan inovasi yang dibuat oleh generasi bangsa tersebut, untuk sementara itu sudah cukup menjadi solusi di masa sekarang. “Pada saat ini mereka sudah menjadi bagian dari pemberi solusi,” ucap dia belum lama ini. Bagi Anies, hadirnya anak muda yang memiliki segudang ide dan kreativitas, menjadi angin segar yang menyejukkan di DKI Jakarta. Hal tu, sejalan dengan keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin menjadikan diri sendiri sebagai kolaborator yang bekerja sama dengan warga sebagai co-creator. Menurut dia, co-creator itu adalah mereka yang berperan ikut memberikan solusi jika ada satu masalah. Peran tersebut dinilai sangat cocok dengan fungsi DKI Jakarta sebagai kota kolaborasi, yang ingin menjadikan warga kota sebagai mitra untuk bekerja. Dengan situasi pandemi yang masih berlangsung saat ini, Anies meminta semua anak muda di Jakarta untuk bisa berakselerasi terhadap perubahan yang terjadi melalui adaptasi penggunaan teknologi digital. Cara tersebut bisa sebagai persiapan untuk pergeseran yang akan terjadi di masa depan. “Generasi muda harus menjadi kelompok yang membaca perubahan dan mengantisipasi perubahan, lalu memenangkan kesempatan pascaperubahan,” tegas dia. Melalui akselerasi teknologi digital, anak muda Jakarta diharapkan bisa memanfaatkan jejaring internasional yang terkoneksi dengan Pemprov DKI Jakarta. Jejaring itu harus bermanfaat untuk pengembangan karir dan pendidikan seluruh anak muda Jakarta. Diketahui, Jakbee Hackathon 2020 adalah kompetisi virtual yang menghadirkan kompetisi proposal bisnis dan hackaton. Untuk proposal melibatkan 155 tim dari seluruh SMA di Jakarta, dan hackathon melibatkan 75 tim dari seluruh Indonesia. Selain itu, ada juga beasiswa yang disediakan untuk 3.339 mahaiswa. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Avanti Fontana pada kesempatan berbeda mengatakan bahwa hal-hal yang perlu direspon di tengah masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, adalah penciptaan inovasi yang akan membantu Indonesia keluar dari kesulitan. “Untuk hal yang ini, perlu sensitivitas yang tinggi agar bisa menemukan peluang yang tepat,” jelas dia. Menurut dia, dengan menciptakan inovasi, bukan saja membantu negara untuk keluar dari kesulitan, namun juga ada tujuan lain yang lebih besar, yakni menggapai kesejahteraan untuk jangka pendek ataupun panjang bagi masyarakat secara umum. Dalam pandangan Avanti Fontana, setiap produk solutif yang dihasilkan oleh warga Indonesia, dipastikan tidak dihasilkan dalam waktu yang singkat dan dengan proses yang mudah. Lebih dari itu, pasti itu dilalui dengan proses matematis dan memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah. “Kalau bicara pandemi (COVID-19), tentu tujuannya bagaimana mengatasi pandemi,” tambah dia. Inovasi sendiri, penting untuk dihadirkan di tengah kondisi sekarang, karena akan mengubah kondisi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Selain itu, inovasi juga bukan hal yang sulit dan penuh resiko, namun justru akan bernilai signfikan dari segi manfaat untuk ekonomi dan sosial.