wni positif corona
Fraksi PSI DPRD DKI Minta Anggaran Formula E Dicoret
Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta mencoret anggaran Formula E dari APBD 2020. Alasannya, wabah virus corona berpotensi menyebabkan APBD DKI defisit, sehingga perlu mengurangi pengeluaran. Anggota Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, atau akrab disapa Ara mengatakan, menghapus anggaran tersebut mendesak dilakukan mengingat adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat penyebaran virus corona.
Total Suspek Corona di Bekasi Jadi 30 Orang
- Lonjakan pasien suspek corona di Kota Bekasi melonjak menjadi 30 orang per-Rabu (11/3/1010). Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, dari keseluruhan belum dinyatakan positif virus corona. “Masih dalam penanganan dan pemantauan. 30 orang itu masih dalam tahapan terduga, nanti kami informasikan lagi,” katanya di Plaza Pemkot Bekasi, Rabu (11/3/2020).
Corona, Komoditas Nikel dan Batu Bara Terdampak
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, virus corona akan berdampak pada industri tambang nikel dan batubara. Kenaikan harga yang cenderung terjadi saat ini diperkirakan tidak akan bertahan lama. Jika wabah masih merebak, ia khawatir harga dua komoditas tersebut bis aanjlok.
Erick Thohir: 6 juta Masker akan Diproduksi
2020). Erick mengatakan BUMN dalam waktu dekat akan melakukan produksi enam juta masker pada April. Ia menambahkan, bahan baku masker untuk produksi saat ini masih tersedia. Meski stok bahan baku saat ini relatif masih aman, Erick meminta BUMN melakukan langkah antisipasi dalam mencari bahan baku dari luar China. Erick mendorong BUMN menyediakan bahan baku dari dalam negeri agar tidak selalu bergantung dari negara lain.
Anies Tak Akan Potong Gaji PNS Terjangkit Corona
- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan tidak akan memotong gaji PNS yang berhalangan kerja akibat corona. Itu membuat pihaknya meminta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, baik PNS, pegawai BUMD, maupun pegawai kontrak/honorer di lingkungan DKI Jakarta, untuk memeriksakan kesehatan dan mengisolasi diri jika mengalami gejala corona atau Covid-19. "Kami mengimbau kepada seluruh ASN, pegawai BUMD, pegawai kontrak atau honorer untuk melakukan isolasi diri dan kerja dari rumah jika terdapat gejala Covid-19. Harap melaporkan hal itu kepada atasan dan dikonfirmasi ke Dinas Kesehatan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Pasien Corona Indonesia Menjadi 34 Orang
Pasien positif virus corona bertambah 7 orang, sehingga menjadi 34 kasus positif corona di Indonesia. Hal itu dikonfirmasi Juru Bicara Wabah Virus Corona di Indonesia, Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2020) sore. Berikut daftar pasien positif virus corona baru.
Tjahjo Bantah Pemerintah Tak Siap Hadapi Corona
PEKANBARU, AYOJAKARTA.COM - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo protes karena pemerintah dituding tak siap hadapo corona. Padahal, menurutnya sejak Desember pemerintah sudah mempersiapkan antisipasi jika corona masuk ke Indonesia. "Saya protes banyaknya medsos yang menyatakan pemerintah dan kementerian kesehatan tidak siap, ini masalah bangsa kita harus gotong-royong saling membantu," ujarnya di sela-sela kunjungannya ke ulang tahun Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru di Pekanbaru, Rabu (11/3/2020).
Waspada COVID-19, Jangan Remehkan Ancaman Demam Berdarah
Jangan sampai, sibuk mengurus COVID-19, tapi melupakan bahaya nyata tren meningkatnya kasus DBD.
Potensi Sakit Lain Karena Corona
Satu pasien positif covid-19 di Indonesia yang merupakan warga negara asing (WNA) dinyatakan meningal dunia hari ini, Rabu (11/3/1010). Pasien yang bernomor 25 tersebut memiliki riwayat sakit bawaan lain yakni diabetes, hipertensi, dan paru. Atas kondisi tersebut, juru bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, penyebab utama pasien meninggal bukan karena infeksi virus corona. Dokter penyakit dalam Aida Lydia, PhD Sp PD-KGH menjelaskan, bahwa virus corona yang menyebabkan sakit Covid-19 memang berpotensi mengganggu kerja organ tubuh yang lain
Dua Pasien Covid-19 Sembuh, Segera Dirumahkan
Dua pasien yang dinyatakan positif Covid-19, kini dinyatakan sembuh dan akan segera dirumahkan. Pasien yang sembuh tersebut yakni pasien 06 dan pasien 14. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 (Corona), Achmad Yurianto mengatakan mereka dinyatakan bebas corona dari hasil pemeriksaan laboratorium sebanyak 2 kali. "Yang pertama adalah bahwa pasien 06 dan pasien 14 ini sudah dua kali diperiksa negatif," ujar Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Corona, Pemprov DKI Bentuk Tim Review Perizinan
Pemprov DKI Jakarta membentuk Tim Review Perizinan untuk meninjau ulang kegiatan publik di Jakarta. Kebijakan ini sebagai langkah menanggulangi penyebaran virus corona. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, semua kegiatan publik yang akan diselenggarakan wajib dilaporkan ke Tim Review Perizinan.
Cegah Penyebaran Corona, Car Free Day Jakarta Ditiadakan
Pemprov DKI Jakarta meniadakan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day guna mencegah penyebaran virus corona. HBKB di Sudirman-Thamrin ditiadakan selama dua pekan mendatang. "Untuk dua pekan kedepan, demi menjaga dan melindungi warga Jakarta dari potensi penularan, Pemprov DKI Jakarta meniadakan hari bebas kendaraan bermotor," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Adu Cepat Virus Corona dan Penanganan Pemerintah Indonesia
Pelacakan berfungsi untuk mendata siapapun yang pernah melakukan kontak dengan seluruh pasien positif Covid-19 dan memastikan mereka dalam kondisi sehat. Bila ada gejala ke arah penyakit tersebut, maka tindakan medis segera dilakukan.
Daftar Lengkap Kasus Pasien 1 hingga 27 Positif Corona
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Selasa (11/3/2020) mengatakan, total ada 27 kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia. Empat di antaranya adalah warga negara asing (WNA), dan 23 WNI. Pemerintah juga mencatat ada 12 imported case atau penularan yang dibawa dari luar negeri. Sisanya, kebanyakan merupakan hasil pelacakan dari kasus 1 yang disebut pemerintah sebagai klaster Jakarta. Pemerintah mengandalkan metode tracing contact atau pelacakan, untuk mencegah penularan Covid-19 semakin meluas. Pelacakan berfungsi untuk mendata siapapun yang pernah melakukan kontak dengan seluruh pasien positif Covid-19 dan memastikan mereka dalam kondisi sehat. Bila ada gejala ke arah penyakit tersebut, maka tindakan medis segera dilakukan.
Ini Dasar Hukum Penggelontoran Rp54 Miliar untuk Corona
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Edi Sumantri menjelaskan dasar hukum penggunaan anggaran Rp 54 miliar untuk menangani wabah virus corona. Diketahui, anggaran itu berasal dari belanja tidak terduga (BTT) Pemprov DKI Jakarta. Menurut Edi, dasar hukum anggaran belanja tidak terduga adalah Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019. Dalam PP tersebut memungkinkan menggunakan anggaran belanja tidak terduga dengan kriteria untuk mengatasi kejadian yang di luar kemampuan daerah.
Alasan Imported Case Corona Lolos di Bandara
Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, pada Selasa (10/3/2020) mengumumkan ada 8 kasus baru pasien positif Covid-19. Pengumuman itu membuat kasus tersebut menjadi 27 kasus di Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada 12 pasien yang penularannya diketagorikan sebagai imported case alias dibawa dari luar negeri.
Pemprov DKI Jakarta Gelontorkan Rp 54 Miliar Tangani Corona
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelontorkan Rp 53 miliar untuk tangani corona. Uang tersebut bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Ketua Tim Tanggap Covid-19 Pemprov DKI, Catur Laswanto menjelaskan, anggaran itu dibutuhkan mengingat virus corona menyebar dengan cepat.
Bertambah, 8 Kasus Baru Pasien Positif Covid-19
Juru Bicara Penanganan virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto mengumumkan penderita Corona bertambah 8 kasus baru, sehingga total menjadi 27 kasus pada Selasa (10/3/2020). "Tadi seharian setelah dari sini saya ke kantor kemudian BNPB dan secara khsuus bertemu dengan tim lab yang menangani ini dan sempat bertemu kepala Balitbang," ujar Juru Bicara Penanganan virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto, Selasa (10/3/2020). Sebelumnya, kata Yuri, pemerintah sudah mengumumkan pasien dengan kode 01 sampai dengan 19. Ia pun akan melanjutkan penambahan hari ini dari hasil laboratorium yang sudah dianalisis. Berikut daftar penambahan jumlah pasien positif Covid-19:
Pasien Positif Corona Berkurang 2
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona (COVID-19) Achmad Yurianto mengatakan, pada Selasa (10/3/2020) jumlah pasien positif virus corona menjadi 17 orang, setelah dikurang 2 orang. Yuiri mengatakan, 2 orang pasien positif virus corona yang dinyatakan sudah bebas dari virus itu belum dinyatakan sembuh. Mereka harus menjalani serangkaian pemeriksaan lagi. Dua pasien yang dinyatakan negatif virus corona adalah pasien kasus 06 dan 14.
Dubes Ishii: Warga Jepang di Indonesia Bukan Penyebar Virus Corona
Kami telah menyampaikan rasa prihatin kepada masyarakat Indonesia dan akan terus menyampaikan hal ini.