AYOJAKARTA.COM - Telah terjadi kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4).
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia serta mengalami luka-luka.
Update pagi ini, jumlah korban meninggal dunia adalah sebanyak tujuh orang.
Sedangkan, 81 korban lainnya mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Korban luka-luka telah dibawa ke sembilan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4) pagi.
"Update jumlah korban meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dirawat 81 orang, yang ada terperangkap di kereta 3 orang," ujar Bobby.
Lebih lanjut, Bobby mengatakan jika pihaknya akan membangun posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi.
Hal ini dilakukan untuk membantu keluarga korban mendapat informasi terkait penumpang.

Sedangkan, untuk seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan selamat.
Ada 240 penumpang dalam kereta tersebut dan berhasil dievakuasi seluruhnya.
Pihak KAI juga menyampaikan bahwa akan bertanggung jawab atas seluruh korban, termasuk penanganan dan kompensasi.
Sebagai informasi, kecelakaan terjadi akibat commuter line yang tertemper taksi listrik.
Lalu dengan waktu yang cepat, KRL tersebut ditabrak rangkaian kereta jarak jauh yakni KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di KM 28+920 di gerbong paling akhir.***

Share this article
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia serta mengalami luka-luka.