AYOJAKARTA.COM – Pasca penetapan DTSEN sebagai acuan penyaluran bansos, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut akan melakukan ground check.
Di hadapan peserta sosialisasi DTSEN, Gus Ipul menambahkan langkah ground check diperlukan guna memastikan ketepatan penyaluran berbagai bansos di seluruh Indonesia.
Dengan dilakukannya tahap ground check, Gus Ipul menegaskan ketepatan DTSEN sebagai sumber data utama untuk penyaluran berbagai bansos akan menjadi lebih faktual.
Sebelumnya, langkah pemutakhiran dan verifikasi data secara berkala calon penerima bansos juga sudah dilakukan dalam DTKS melalui validasi oleh sistem.
Karena dinilai perlu dilakukan penyesuaian, proses ground check akan diterapkan sebelum penggunaan DTSEN berlaku pada penyaluran bansos tahap II periode April-Juni 2025.
Untuk itu, Gus Ipul akan secepatnya melibatkan sejumlah pihak yang terdiri dari perwakilan BPS, Dinas Sosial beserta para pendamping sosial di berbagai wilayah Indonesia.
“Yang akan kita lakukan dalam waktu dekat adalah ground check, untuk memastikan keberaan KPM dan melengkapi profil sosial ekonomi mereka,” jelas Mensos, saat sosialisasi ground check di Kantor BPS pada Rabu, 26 Februari 2025.
Sebagai sebuah bank data, Mensos menyebut DTSEN bersifat sangat dinamis, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahan setiap hari.
Kematian dan kelahiran, data pendatang baru atau pindahan, perubahan status ekonomi dan sosial masyarakat, menurut Mensos akan sangat mempengaruhi akurasi DTSEN.
Karena DTSEN bersifat sangat dinamis dan terus mengalami pemutakhiran, kesesuaian data dengan kondisi fisik calon penerima bansos perlu benar-benar diperhatikan.
Baca Juga: Cara Download Video YouTube Langsung Tersimpan ke Galeri HP Pakai SSYouTube
Sehingga peran masing-masing tim pendamping sosial di seluruh wilayah Indonesia sebagai pintu utama di masyarakat perlu benar-benar berjalan sesuai dengan ketentuan.
Sehubungan dengan penerapan ground check, Mensos memastikan terdapat lima faktor atau variabel utama yang akan menjadi acuan saat melakukan pendataan ke KPM bansos.
Adapun variabel pertama status keluarga yang akan menjadi indikator dalam memastikan keakuratan DTSEN saat dilakukan proses ground check adalah wilayah.
Variabel penting selanjutnya yang akan menjadi dasar acuan tingkat kesejahteraan keluarga, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset hingga daya listrik.
Melalui kelima variabel tersebut, DTSEN akan dijadikan sebagai sumber data utama dalam berbagai program penyaluran bantuan sosial baik reguler atau komplementer.
Baca Juga: Alhamdulillah Bansos Edisi Ramadhan Mulai Disalurkan 3 Maret 2025, Cek Informasi Lengkapnya di Sini!
Selain memperoleh lokasi KPM bansos, ground check juga akan memastikan kondisi fisik dan ekonomi para KPM yang tercatat sebagai calon penerima bansos tahap II.
Keluarga miskin yang tercatat mengalami perubahan ekonomi, akan digraduasi dari dalam daftar penerima bantuan serta akan diganti oleh calon KPM lainnya.***

Share this article
Pasca penetapan DTSEN sebagai acuan penyaluran bansos, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut akan melakukan ground check.