AYOJAKARTA.COM - Perundungan sudah ada sejak lama, tetapi bukan berarti kita harus menerima dan menormalisasi hal tersebut.
Tugas kita sebagai orang tua dan masyarakat adalah membuat dunia menjadi lebih baik bagi semua orang, bahkan jika itu berarti harus menghadapi arus yang kuat.
Dilansir dari Positive Parenting Solutions, perilaku agresif mungkin mempunyai akar evolusi.
Namun, berdasarkan keadaan dan lingkungan anak, hal tersebut tentu saja merupakan perilaku lingkungan yang dipelajari.
Baca Juga: Tips Psikologi: 2 Cara Mengakhiri Perundungan terhadap Dirimu, Terapkan dan Lihat Hasilnya!
Menurut Stomp Out Bullying, anak-anak menjadi lebih rentan terhadap intimidasi ketika mereka:
- Bergulat dengan masalah emosional
- Merasa tidak aman/tidak berdaya/kurang perhatian
Baca Juga: Tips Psikologi: 2 Cara Mengakhiri Perundungan terhadap Dirimu, Terapkan dan Lihat Hasilnya!
- Dirundung oleh orang lain
- Mengalami kesulitan sosial
- Kurangnya empati
Jika kamu khawatir anak-anakmu mengalami masalah ini tetapi tidak yakin, berikut beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai.
Baca Juga: KPM Mengabarkan KKS Miliknya Masuk Saldo Rp200 Ribu, BPNT Cair 1 Bulan atau 2 Bulan?
Tanda-Tanda Anak Berjuang Mengelola atau Mengenali Emosi
Menurut StopBullying.gov, ada beberapa indikasi anak bersikap konfrontatif. Perilaku ini mungkin termasuk:
- Terlibat dalam perkelahian fisik atau verbal
- Bergaul dengan teman yang merundung orang lain
- Bertindak semakin agresif
Baca Juga: Tembus Rp160 Juta, Ini Dia 10 Jurusan Kuliah dengan UKT dan IPI Termahal di Universitas Indonesia
- Sering dikirim ke kantor kepala sekolah atau ke tahanan
- Memiliki uang tambahan atau barang baru yang tidak dapat dijelaskan
- Menyalahkan orang lain atas masalah mereka
- Tidak menerima tanggung jawab atas tindakan mereka
Baca Juga: Waspada! 7 Tanda Ini Menunjukkan Kamu Punya Kesehatan Mental yang Buruk
- Daya saing dan kekhawatiran tentang reputasi atau popularitas mereka
Jika salah satu dari perilaku ini terlihat, ada baiknya kamu mencoba berbicara dengan anakmu tentang hal-hal yang mungkin mengganggunya.
Kamu juga dapat menghubungi sekolah jika sulit menjaga komunikasi terbuka.
Baca Juga: PNM Raih Penghargaan Skala Internasional Kategori Best Islamic Currency Deal - Indonesia
Perlu kamu ketahui bahwa perilaku ini dimulai sejak muda.
Menurut Joel Haber, PhD, pakar pencegahan perundungan, perilaku sosial negatif dapat dimulai ketika anak-anak mulai berhubungan satu sama lain, yang dapat dimulai pada usia dua atau tiga tahun.
Kita melihat di usia tiga tahun bahwa anak-anak perempuan berpasangan untuk menjadi sahabat terbaik dan mengecualikan yang lain.***
Share this article
Kenali tanda-tanda seorang anak bisa menjadi seorang perundung, orang tua harus segera mengantisipasinya dari sekarang!