AYOJAKARTA.COM - Cegah kecelakaan di perlintasan sebidang, Pemkot Jakarta Selatan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai sosialisasikan rencana penutupan perlintasan kereta api liar di jalur antara Stasiun Tebet, Cawang, dan Manggarai.
Sebagai tahap awal, Pemkot Jakarta Selatan bersama PT KAI memasang spanduk peringatan di sejumlah titik perlintasan liar di jalur Tebet-Cawang. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat sekitar juga terus dilakukan.

"Sudah disurvei, setidaknya ada 11 titik yang membahayakan. Namun, prioritas kami sekarang masih untuk pengguna jalan," ujar Wakil Camat Tebet, Bayu Fadayen Gantha pada Rabu, 13 Mei 2026.
Bayu menjelaskan, koordinasi bersama PT KAI terus dilakukan untuk menentukan titik perlintasan yang akan ditutup maupun yang masih dipertahankan dengan sejumlah penguatan pengamanan.
Menurutnya, penguatan tersebut mencakup penambahan personel hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api.

"Kami masih fokus untuk jalur perlintasan Tebet-Cawang, sedangkan jalur Tebet-Manggarai akan menyusul. Penutupan di Tebet-Manggarai kemungkinan dilakukan setelah penutupan di Tebet-Cawang dilaksanakan," terangnya.
Sebelumnya, tragedi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL pada Senin, 27 April 2026 yang menewaskan 16 orang menjadi sorotan karena diawali oleh tertempernya taxi mobil listrik yang mogok di perlintasan sebidang yang ilegal, membuat kecelakaan itu pun tak terhindarkan di Stasiun Bekasi Timur.***
Share this article
Pemkot Jakarta Selatan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai sosialisasikan rencana penutupan perlintasan kereta api liar di jalur antara Stasiun Tebet, Cawang, dan Manggarai.