AYOJAKARTA.COM - heboh kandungan air di DKI Jakarta mengandung mikroplasti, Pemprov DKI Jakarta gerak tindaklajuti hasil penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sebagai informasi mikroplastik adalah benda asing yang berbahaya bagi tubuh jika terhirup atau tertelan, memiliki ukuran sangat kecil (kurang dari 5mm) dapat melayang di udara bersama debu, dan turun bersama hujan.
Hal ini karena partikel yang ada, dapat menimbulkan peradangan di saluran pernapasan dan pencernaan.
Tentu hal ini menjadi sorotan karena berdampak yang sangat berbahaya.
Baca Juga: Apa Itu Bioswale? Langkah Jakarta Kurangi Genangan saat Musim Hujan
Mikroplastik bukan penyebab tunggal penyakit, namun dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi orang dengan penyakit bawaan dan pola hidup kurang sehat.
Sumber mikroplastik sendiri berasal dari apa?
Jika melihat aktivitas ibu kota, partikel mikroplastik bisa berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, serta sisa pembakaran sampah plastik.
Beberapa tindakan aktivitas manusia yang menyebabkan mikroplastik berkembang:
- Penggunaan plastik sekali pakai.
- Pembakaran sampah.
- Tempat sampah terbuka.
- Hasil pembakaran dan pembuangan sampah dapat terbang ke udara dan mencemari lingkungan.
Lantas upaya Pemprov DKI Jakarta apa saja untuk mengatasi mikroplastik dan perubahan iklim?
Pemantauan Mikroplastik
Sejak tahun 2022, terdapat 60 titik pemantauan setiap tahun di Teluk Jakarta, sungai, dan danau. Pemantauan dilakukan bersama BRIN dan lembaga riset lainnya.
Peringatan Dini
Mengumpulkan data penting mengenai sebaran dan sumber pencemar yang menjadi dasar kesiapsiagaan serta mitigasi potensi ancaman lingkungan.
Baca Juga: BOBIBOS Hadirkan 2 Jenis Bahan Bakar, Apa Saja dan Berapa Harganya?
Kampanye Edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
Menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan debu di rumah, menjaga kebersihan sekitar, dan tidak membakar sampah.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Dilakukan sejak tahun 2023 bersama BMKG dan BRIN untuk mengatur curah hujan, mencegah cuaca ekstrem, mengurangi risiko banjir dan kekeringan, serta menurunkan partikel berbahaya di udara.
3 Hal yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi mikroplastik:
- Kurangi penggunaan plastik sekali pakai.
- Pilih produk rumah tangga yang ramah lingkungan.
- Daur ulang atau pilah sampah sesuai jenisnya.***
Share this article
Ramai air hujan menganduk mikroplastik ayng berbahaya bagi kesehatan, Pemprov DKI Jakarta lakukan beberapa hal ini