AYOJAKARTA.COM - Memasuki musim hujan di DKI Jakarta, beberapa titik wilayah ini disebut menjadi titik rawan banjir dan berstatus siaga.
Informasi seputar titik rawan banjir di DKI Jakarta ini dibagikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"BPBD DKI petakan 41 titik rawan banjir dan genangan status siaga tinggi berdasarkan data hingga 27 Oktober 2025," ujar Chico Hakim selaku Staf Khusus Gubernur Jakarta.
Baca Juga: Mengenal 6 Fungsi Embung di Jakarta, Apa Bedanya dengan Danau?
Untuk mengantisipasi banjir di sejumlah titik tersebut, Pemprov DKI jakarta telah melakukan berbagai antisipasi.
Salah satunya ialah melakukan pengerukan dan normalisasi lebih dari 100 kilometer saluran prioritas.
Selain itu pihak Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan 560 unit pompa permanen (stasioner) di 191 lokasi hingga 627 unit pompa portable (mobile).
Berikut beberapa data 41 titik rawan banjir yang sikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber:
Jakarta Selatan: 15 titik seperti daerah Cipete, Kebayoran hingga Cipete
Jakarta Timur: 12 titik seperti daaerah Kampung Melayu dan Cililitan
Jakarta Utara: 8 titik seperti daerah Kapuk Muara, Ancol hingga Pluit
Jakarta Barat: 4 titik seperti daerah Kali Angke
Jakarta Pusat & Kepulauan Seribu: 2 titik seperti daerah Kali Sunter hingga Kepulauan Seribu
Dengan beberapa antisipasi yang dilakukan, Pemprov DKI Jakarta menargetkan air genangan dapat surut maksimal 3-6 jam.***

Share this article
Memasuki musim hujan di DKI Jakarta, beberapa titik wilayah ini disebut menjadi titik rawan banjir dan berstatus siaga.