AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkomitmen untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai formula untuk memutus rantai kemiskinan di ibu kota.
Melalui kebijakan ini, Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk menciptakan kesejahteraan bagi warga yang kurang mampu, terlebih dalam hal pendidikan.
Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri acara Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) di Jakarta Timur, Selasa (5/5).
Pramono memaparkan bahwa Pemprov DKI sudah mengalokasikan anggaran hampir Rp2 triliun untuk program pendidikan.

Anggaran tersebut berupa bantuan pendidikan yang selama ini bernilai unggul di Jakarta.
Lebih lanjut, Pramono pun menjabarkan lima program untuk mendukung pendidikan di Jakarta yaitu:
1. 103 sekolah swasta gratis.
2. Mengirimkan 561 alumni SMK bekerja di Jepang, Jerman, dan Malaysia.
3. Pemutihan ijazah untuk meningkatkan peluang kerja dengan target 2.000 ijazah.
4. KJP Plus atau bantuan tunai bagi siswa SD, SMP, SMA/K yang menyasar kepada 707.513 penerima.

5. KJMU atau bantuan tunai bagi mahasiswa yang menyasar kepada 16.920 penerima.
Menariknya, Pemprov DKI juga menyiapkan program baru yang diharapkan bisa launching pada tahun 2027.
Program tersebut adalah beasiswa LPDP versi Jakarta dengan kuota 100 orang.
"InsyaAllah tahun depan kami bisa memulai program Beasiswa LPDP versi Jakarta agar 100 mahasiwa Jakarta bisa menempuh pendidikan di luar negeri," ujar Pramono dikutip dari akun Instagram @pramonoanungw.
Pramono berharap dengan berbagai program ini, semoga bisa mempermudah para pelajar untuk menempuh pendidikan yang lebih berkualitas.***

Share this article
Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk menciptakan kesejahteraan bagi warga yang kurang mampu, terlebih dalam hal pendidikan.