AYOJAKARTA.COM — Viral di media sosial informasi mengenai potensi gempa bumi besar berkekuatan Magnitudo 7 yang dipicu oleh aktivitas Sesar Kendeng di Pulau Jawa.
Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan resmi untuk mengedukasi masyarakat.
DIkutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, membenarkan bahwa potensi gempa dengan kekuatan tersebut memang ada berdasarkan studi ilmiah.
Berdasarkan data Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2024, Sesar Kendeng kini dikategorikan dalam satu kesatuan bernama Java Back-arc Thrust, yang juga mencakup Sesar Baribis dan Sesar Semarang.

"Magnitudo tertarget dalam Pusgen 2024 yang dimungkinkan terjadi sebagai skenario terburuk dari tiap segmen sesar aktif di segmen tersebut bervariasi Magnitudo enam sampai tujuh," ungkap Ricko.
Sesar Kendeng merupakan jalur patahan aktif yang membentang sepanjang kurang lebih 300 kilometer di bagian utara Pulau Jawa. Jalur ini memanjang dari wilayah selatan Semarang, Jawa Tengah, hingga merambah ke wilayah Jawa Timur.
Berdasarkan pemetaan, sesar ini terbagi menjadi enam segmen utama yang melintasi sejumlah wilayah padat penduduk, antara lain:
* Segmen Demak
* Segmen Purwodadi
* Segmen Cepu
* Segmen Blumbang (melintasi Lamongan)
* Segmen Surabaya (melintasi jantung Kota Surabaya)
* Segmen Waru (melintasi Sidoarjo)

Meski angka potensi magnitudo tersebut terlihat mengkhawatirkan, BMKG meminta masyarakat untuk tidak bersikap panik berlebihan.
Ricko menekankan bahwa hingga saat ini, ilmu pengetahuan belum mampu memprediksi secara tepat kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa bumi sebelum peristiwa itu terjadi.
Masyarakat diharapkan lebih fokus pada langkah-langkah mitigasi kemandirian.
"Marilah kita meningkatkan kapasitas kita dengan mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah kejadian gempa bumi," pungkasnya.***

Share this article
Viral di media sosial informasi mengenai potensi gempa bumi besar berkekuatan Magnitudo 7 yang dipicu oleh aktivitas Sesar Kendeng di Pulau Jawa.