AYOJAKARTA.COM – Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Greenpeace Indonesia, Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), Urban Poor Consortium (UPC), dan LBH Jakarta memberikan rapor merah terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta pada era kepemimpinan Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno selama 100 hari masa kerja.
Evaluasi ini menyoroti delapan program prioritas yang sebagian besar mendapatkan nilai di bawah 50 dari total skor 75, bahkan ada yang mendapat nilai nol.
Beberapa program yang menjadi rapor merah dalam penilaian 100 hari kerja Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, sebagai berikut:
- Pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil
- Pengelolaan sampah
- Pemenuhan lapangan kerja
- Program Kampung Bayam
- Reforma agraria perkotaan
- Rancangan peraturan daerah tentang bantuan hukum
- Pelayanan publik dan birokrasi
- Penanganan penggusuran
Koalisi menilai bahwa meskipun ada peluncuran program "quick wins", banyak isu mendasar warga Jakarta yang belum tersentuh, seperti penciptaan lapangan kerja yang memadai, kondisi lingkungan, dan masalah penggusuran.
Mereka juga mengkritik pendekatan yang dianggap mengulang pola lama tanpa melibatkan partisipasi warga secara inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Cara Dapatkan Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api, Kapan Batas Akhir Promonya? Cek Disini Ya..
“partisipasi warga tidak dilibatkan, bahkan mungkin kegiatan kami hari ini dianggap kritik semata-mata,” ungkap dalah satu dari tim Greenpeace Indonesia yang dikutip dari YouTube Metro TV.
Penilaian ini diserahkan langsung ke Balai Kota DKI Jakarta sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan kota agar lebih inklusif dan berkelanjutan selama masa kepemimpinan lima tahun ke depan.
Pemerintah Provinsi Jakarta diharapkan dapat mengevaluasi dan memperbaiki kinerja berdasarkan catatan kritis ini. ***

Share this article
Beberapa program yang menjadi rapor merah dalam penilaian 100 hari kerja Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno