PNM Dorong Pemberdayaan dan Kenaikan Pendapatan Nasabah untuk Lawan Rentenir

PNM Mekaar hadir dengan pembiayaan dan pendampingan untuk membantu nasabah berkembang serta menjauhi rentenir.
PNM Mekaar hadir dengan pembiayaan dan pendampingan untuk membantu nasabah berkembang serta menjauhi rentenir.

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Bagi sebagian pengusaha ultra mikro, kebutuhan modal sering datang di waktu yang tidak bisa ditunda. Ada bahan baku yang harus dibeli, pesanan yang perlu dipenuhi, anak yang harus sekolah, atau kebutuhan rumah tangga yang mendesak.

Dalam situasi seperti itu, layanan pinjaman yang terlihat cepat dan mudah kerap menjadi pilihan pertama. Namun, di balik kemudahan tersebut, tidak sedikit masyarakat yang kemudian menghadapi beban baru karena pola pembayaran yang tidak ringan, kewajiban yang terus membayangi yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha.

Fenomena rentenir dan praktik pinjaman informal masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Bagi kelompok masyarakat yang belum bankable, keterbatasan dokumen, agunan, skala usaha, hingga literasi keuangan sering kali menjadi penghalang untuk mendapatkan pembiayaan yang aman dan terarah. Akibatnya, pilihan yang dianggap cepat di awal justru dapat berubah menjadi persoalan yang menghambat perkembangan usaha.

Di tengah kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Mekaar hadir sebagai akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro. PNM Mekaar memberikan layanan pembiayaan tanpa agunan, berbasis kelompok, serta didampingi melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Lebih dari sekadar modal, PNM juga menghadirkan pemberdayaan melalui pelatihan, pendampingan usaha, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan kapasitas usaha.

PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan dengan jaringan layanan yang menjangkau 58 kantor cabang dan 6.165 kecamatan di Indonesia. Sepanjang 2025, PNM juga telah melaksanakan pelatihan sebanyak 52.394 kali dengan jumlah peserta mencapai 1.853.170 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya dilakukan melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui proses pendampingan yang terus berjalan di tengah masyarakat.

Bagi nasabah, kehadiran PNM Mekaar menjadi ruang untuk belajar mengelola usaha sekaligus membangun kemandirian. Pertemuan kelompok tidak hanya menjadi tempat membayar angsuran, tetapi juga menjadi ruang saling mengingatkan, saling belajar, dan saling menjaga agar usaha tetap berjalan. Di sana, modal finansial bertemu dengan modal sosial. Ibu-ibu pengusaha tidak berjalan sendiri, karena ada pendampingan dan komunitas yang ikut menopang perjalanan mereka.

Indriana, nasabah PNM Mekaar asal Depok yang memiliki usaha gorengan, pernah menyampaikan pentingnya bagi para ibu untuk lebih bijak dalam memilih akses permodalan. Ia menilai PNM Mekaar bukan hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pelatihan usaha serta ruang untuk memperluas pasar melalui Pertemuan Kelompok Mingguan.

“Ibu-ibu yang menjadi andalan ekonomi keluarga harus lebih pintar dalam mengelola usaha dan mendapatkan modal. Kalau saya pilih PNM Mekaar,” ujar Indriana.

Indriana juga menyebutkan bahwa menjadi nasabah PNM Mekaar memberinya manfaat lebih luas, bukan hanya dalam bentuk pembiayaan. Melalui Mekaar, ia merasakan adanya modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial yang membantunya mengembangkan usaha.

“Mekaar memberikan modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Pokoknya jauhi rentenir dan gabung PNM Mekaar. Sudah banyak keuntungan yang saya dapat dari Mekaar,” ungkapnya.

Hal serupa dirasakan Selly, nasabah PNM Mekaar lainnya dari Depok yang menjalankan usaha salon dan parfum. Ia menyebut PNM Mekaar membantunya mengembangkan usaha melalui pembiayaan dan pelatihan. Baginya, akses pembiayaan yang disertai pendampingan memberi rasa lebih aman karena nasabah tidak hanya menerima modal, tetapi juga diarahkan untuk menata usaha secara bertahap.

Selly juga merasakan manfaat yang lebih luas bagi keluarganya, mulai dari mencukupi kebutuhan rumah tangga, menyekolahkan anak, hingga ikut melakukan kegiatan sosial di lingkungannya.

“Jangan terjebak rentenir. Kalau saya tidak mau rentenir, lebih baik ikut PNM Mekaar yang sudah terbukti meningkatkan kemajuan usaha saya dan membuat keluarga semakin sejahtera,” ujarnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan pendapat Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman, Imam Widhiono, yang menilai bahwa salah satu cara paling efektif untuk menjauhkan masyarakat dari praktik rentenir adalah meningkatkan pendapatan mereka. Menurutnya, pembiayaan dan pendampingan menjadi langkah yang tepat agar masyarakat tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu menumbuhkan usaha secara lebih sehat.

Melalui PNM Mekaar, PNM ingin menghadirkan pilihan yang lebih aman bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Pembiayaan tidak berdiri sendiri sebagai pinjaman, tetapi menjadi pintu masuk bagi proses pemberdayaan. Ada pendampingan, ada literasi, ada pelatihan, dan ada ruang bertumbuh bersama.

PNM percaya, ketika perempuan ultra mikro mendapatkan akses pembiayaan yang tepat dan pendampingan yang berkelanjutan, mereka tidak hanya mampu mengembangkan usaha, tetapi juga menata masa depan keluarga. Dari usaha kecil yang dijalankan setiap hari, tumbuh keberanian untuk mandiri, memperbaiki kehidupan, dan melangkah lebih jauh tanpa harus kembali pada jalan pintas yang menyulitkan.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# PNM Pemberdayaan UMKM
# PNM untuk UMKM

Berita Terkait

News Update

Jakarta Timur

Bentrokan Maut di Matraman, Pramono Koordinasi dengan TNI-Polri untuk Jaga Situasi Tetap Kondusif dan Minta Warga Tak Terpovokasi

Proses penyelidikan dan penyidikan kasus bentrok ini diharapkan bisa berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

News

SPPG Bisa Ditutup, Kepala BGN Sudaryono Berikan Peringatan Keras: Tidak Boleh Gunakan Minyakita hingga Gas Melon

Sudaryono merinci sejumlah barang yang 'haram' digunakan di dapur SPPG, di antaranya adalah Minyakita, gas elpiji 3 kilogram (gas melon), serta beras SPHP.

Jakarta Pusat

Bentrokan Pecah di Jalan Tambak, Pramono Anung Minta Warga Jaga Kondusivitas Jakarta

Bentrok warga di Jalan Tambak, Menteng (26/7/2026) sebabkan 1 orang tewas & perusakan gerobak. Polda Metro Jaya tetapkan 7 tersangka, sementara 2 sekolah sekitar terapkan PJJ demi keamanan siswa.

Bisnis

Dari Warisan Keluarga ke Pasar Global, KAINRATU Buktikan UMKM Lokal Bisa Mendunia

KAINRATU, UMKM tenun asal Jepara, berhasil menembus pasar ekspor berkat pendampingan, pelatihan, dan akses pasar dari BRI.

Metropolitan

Dinas Kebudayaan Jakarta Timur Gelar Pelatihan Seni Tari Betawi Gratis, Catat Jadwalnya!

Sudin Kebudayaan JakTim gelar pelatihan Tari Kreasi Betawi Gratis untuk siswa SD-SMA di RPTRA Payung Tunas Teratai mulai 8 Agustus 2026. Peserta dapat sertifikat dan peluang tampil di acara seni.

Nasional

Belum Genap Sepekan Jabat Kepala BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai hingga Suspend 833 Dapur SPPG

Langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG yang tengah dijalankan pemerintah.

Pendidikan

Gedung Baru Pribadi Bandung School Resmi Dibuka, Hadirkan Konsep Pendidikan Bertaraf Global

Acara ini berlangsung meriah dengan hadirnya beragam kegiatan, seperti bazar literasi dan kuliner, The National Book Discussion, serta Parents Meeting

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tingkatkan Dukungan Keluarga Lewat Family Gathering Program Lentera Jiwa

Pertamina Patra Niaga Regional JBB perkuat dukungan keluarga lewat Family Gathering Program Lentera Jiwa.

Nasional

Menakar Status Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK Berdasarkan KUHAP Baru

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah resmi ditahan di Rutan KPK selama 20 hari atas kasus TPPU Asabri. Berdasarkan KUHAP Baru, penahanan titipan demi keamanan ini tetap di bawah kewenangan Kejagung.

News

Diikuti 50 Homeless Media Se-Jabodetabek, ISMN, OCBC dan Tempo Institute Gelar Workshop Media Sosial

Indonesia Social Media Network (ISMN) bekerja sama dengan Bank OCBC dan Tempo Institute menyelenggarakan Workshop Penguatan Kompetensi Media Digital.

Metropolitan

Bertemu dengan Teddy Indra Wijaya, Pramono Anung Nostalgia saat Jabat Seskab hingga Bahas Sejumlah Program Strategis

Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI dalam menjalankan berbagai program strategis.

Bisnis

Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS dan Bisnis Merchant dalam Ekosistem Danantara

Transformasi digital BRI dongkrak bisnis merchant dan transaksi QRIS. Perluas akses keuangan ekosistem Danantara!

Jakarta Pusat

Insiden Bentrokan Maut di Jalan Tambak Menteng Jakarta Pusat, Polisi Tetapkan 7 Orang Tersangka!

Pihak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas insiden bentrokan maut yang pecah di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat

Metropolitan

90 Persen Sampah Jakarta Bisa Diselamatkan, Kuncinya Ada di Kebiasaan Memilah dari Rumah

Artinya, sekitar 90 persen sampah sebenarnya masih memiliki nilai guna dan dapat dikelola kembali.

Bisnis

Kapasitas Produksi 1 Juta Ton Bijih Kering, PT Dairi Prima Mineral Siap Garap Tambang Bawah Tanah Anjing Hitam

PT Dairi Prima Mineral (DPM) memastikan proyek tambang bawah tanah timah hitam (Pb) dan seng (Zn) di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara telah mengantongi persetujuan revisi studi kelayakan dan adendum

Metropolitan

Ancaman Pramono Anung! Perusahaan Swasta yang Terbukti Membuang atau Menimbun Sampah Secara Ilegal, Izin Usahanya akan Dicabut

Kebijakan ini diterapkan menyusul adanya praktik penimbunan sampah di sejumlah titik di Jakarta, termasuk di kawasan RTH Penjaringan, Jakarta Utara.

Pendidikan

Bukan Hanya SDN 09 Kebayoran Lama, Pramono Targetkan akan Revitalisasi 11 Sekolah di Jakarta Tahun Ini

Program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Viral

Viral Kasus Pengeroyokan hingga Tewas Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Bali, Polisi Tetapkan 5 Tersangka!

Kasus pengeroyokan maut terhadap seorang terduga pencuri ayam berinisial KD di Tabanan, Bali, kini memasuki babak baru.

Jakarta Pusat

Buntut Insiden di Bundaran HI, Dishub DKI Jakarta akan Tambah CCTV dan Pengeras Suara di Pelican Crossing

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, penambahan fasilitas tersebut nantinya akan terhubung dengan Network Operation Center (NOC).⁠

Jakarta Timur

Jakarta Job Fair Hadir Lagi! Digelar Besok di GOR Ciracas, Siapkan CV Terbaikmu Sekarang Juga

Jakarta Job Fair ini jadi kesempatan emas bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan perusahaan dan mendapatkan peluang kerja dari berbagai sektor.