SUKARESIK, AYOJAKARTA.COM -- Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (9/6/2020) sore hingga Rabu (10/6/2020) dini hari membuat sungai Cikidang dan Citandung meluap. Akibatnya, tiga desa yang berada di bantaran kedua sungai itu tergenang banjir.
Tiga desa yang langganan banjir itu meliputi Tanjungsari, Sukaratu dan Banjarsari. Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 30 centimeter (cm) dan 60 cm.
Berdasarkan catatan sementara BPBD Kabupaten Tasikmalaya, sedikitnya 60 rumah terendam banjir.
Banjir yang kerap terjadi saat musim hujan itu juga memutus jalur transportasi. Banyak kendaraan terutama sepeda motor yang mogok akibat nekat menerobos genangan air.
"Tiap hujan besar selalu banjir, kita sudah bosan dengan kondisi seperti sekarang.," kata Aldi (35) warga Desa Tanjungsari, Rabu (10/6/2020).
Selain merendam puluhan rumah, banjir juga merusak puluhan hektar area persawahan. Petani terancam mengalami kerugian karena padi yang baru saja ditanam sekitar satu minggu terendam banjir.
"Semua fasilitas keagamaan, sawah, rumah semua tergenang. Kami sudah berupaya meminta peninggian tanggul sungai Cikidang dan Citanduy, tapi belum juga direalisasi," ucap Amas, Kepala Desa Tanjungsari.
Meski rumah terendam banjir, masyarakat sekitar memilih tetap bertahan. Mereka mengaku bosan dan lelah dengan banjir yang terus terjadi saat musim hujan.

Share this article
Tiga desa yang langganan banjir itu meliputi Tanjungsari, Sukaratu dan Banjarsari. Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 30 centimeter (cm) dan 60 cm.