JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kaltara membuka diri untuk berkoalisi dengan partai manapun.
"PKS di pusat sebagai oposisi tapi di daerah bebas berkoalisi dengan siapapun di Pilkada Kaltara. Baik itu PDIP, Golkar, Nasdem maupun partai lainnya selama berpihak dan bekerjasama memakai dan memanfaatkan secara maksimal peran PKS, "kata Ketua DPP Bidang Dakwah Wilayah Kalimantan, Aboebakar Alhabsyi dalam keterangannya di Jakarta.
Saat ini, lanjut Aboe, PKS Kaltara mengadakan Rapat Koordinator Wilayah (Rakorwil) untuk menata dan berkonsolidasi dalam menatap kemenangan di Pilkada Kaltara 2020.
"Kita berharap PKS ada di posisi sebagai pemenang dan tidak ingin di luar dari situ. PKS ingin bersama membangun Kaltara lebih baik lagi," tuturnya.
Aboe memastikan bakal calon (balon) yang diusung berpihak ke PKS. Sejauh ini ada tiga balon yang mendaftar penjaringan di PKS, yaitu Jusuf SK, Irianto Lambrie dan H. Udin Hianggio.
"Semuanya bagus. Prinsip PKS balon yang mendaftar semuanya diterima. Tinggal lihat kesepakatan yang dilakukan antara PKS dan balon tersebut," jelasnya.
Dalam memutuskan siapa balon akan diusung, lanjut Aboe, PKS tetap ilmiah dengan melihat hasil survei. Selanjutnya melihat visi dan misi serta keberpihakannya kepada PKS.
"PKS berusaha ada kadernya ikut dipinang maju di pilkada Kaltara sebagai wakil. Tetapi jika tidak ada kadernya, PKS tetap berusaha mengusung yang terbaik," tuturnya.
"Kita senang serta bahagia kalau ada kader PKS ikut dipinang. Kalau tidak kita tetap berkomitmen akan mengusung yang terbaik," imbuh ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR ini.

Share this article
Saat ini, lanjut Aboe, PKS Kaltara mengadakan Rapat Koordinator Wilayah (Rakorwil) untuk menata dan berkonsolidasi dalam menatap kemenangan di Pilkada Kaltara 2020. "Kita berharap PKS ada di posisi sebagai pemenang dan tidak ingin di luar dari situ. PKS ingin bersama membangun Kaltara lebih baik lagi," tuturnya.