AYOJAKARTA.COM - Pemerintah memastikan akan melanjutkan Program Magang Nasional untuk periode 2026–2027.
Program ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Sama seperti sebelumnya, Program Magang Nasional kali ini akan melibatkan berbagai perusahaan dengan skema yang baru.
Rencananya, program magang kali ini akan menggunakan skema sharing pembiayaan.

Di mana uang saku peserta magang akan ditanggung bersama oleh korporat dan pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa dalam program tersebut, sektor korporasi akan menanggung sekitar 20 hingga 30 persen dari total uang saku peserta magang.
Sementara itu, sisanya akan ditanggung oleh pemerintah.
"Kalau kemarin kan kita 100 persen dibayar pemerintah, dengan sudah berjalan satu putaran, putaran kedua. Toh karena ini mereka akan bekerja di korporasi, ya kita minta mereka sharing, nanti kita siapkan, tapi 20-30 persen mungkin oleh korporat," ujar Airlangga.

Selain itu, kebijakan ini juga dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif dunia usaha dalam mencetak tenaga kerja yang siap pakai.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, Program Magang Nasional 2026–2027 diharapkan bisa jadi solusi strategis dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan global.
Namun hingga kini belum diketahui jadwal resmi kapan pendaftaran Program Magang Nasional 2026-2027 akan dibuka.
Dengan demikian, calon peserta magang diharap sabar menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.***

Share this article
Uang saku peserta Program Magang Nasional untuk periode 2026–2027, rencananya akan ditanggung bersama oleh korporat dan pemerintah.