Netizen • 29 Mar 2020, 07:32 WIB
Pahlawan Kesehatan Kuba
Meski negara Kuba masih diblokade oleh Amerika Serikat, pemerintah dan masyarakat Kuba tetap peduli belarasa kemanusiaan terhadap penderitaan sesama manusia di luar Kuba.
Meski negara Kuba masih diblokade oleh Amerika Serikat, pemerintah dan masyarakat Kuba tetap peduli belarasa kemanusiaan terhadap penderitaan sesama manusia di luar Kuba.
Saat ini kepemimpinan Trump sedang diuji oleh COVID-19. Boleh jadi AS tidak memiliki ketangguhan yang dibutuhkan untuk menghadapi pandemi COVID-19 di halaman rumahnya sendiri.
Pemerintah mengimbau rakyat stay at home. Diam di rumah. Apakah efektif? Untuk mereka yang punya tabungan cukup, diam di rumah bukan masalah. Tapi bagi kaum miskin? Ini sangat serius.
Saya makin berterima kasih, apabila pemerintah serta para pekerja RRC juga berkenan menjalin solidaritas dengan kaum pekerja Indonesia.
Entah bagaimana kami akan menyebut namamu dan keluargamu secara khusus dalam untaian doa kami untuk kesembuhanmu dan ketabahan keluargamu
Meski negara Kuba masih diblokade oleh Amerika Serikat, pemerintah dan masyarakat Kuba tetap peduli belarasa kemanusiaan terhadap penderitaan sesama manusia di luar Kuba.
Saat ini kepemimpinan Trump sedang diuji oleh COVID-19. Boleh jadi AS tidak memiliki ketangguhan yang dibutuhkan untuk menghadapi pandemi COVID-19 di halaman rumahnya sendiri.
Pemerintah mengimbau rakyat stay at home. Diam di rumah. Apakah efektif? Untuk mereka yang punya tabungan cukup, diam di rumah bukan masalah. Tapi bagi kaum miskin? Ini sangat serius.
Saya makin berterima kasih, apabila pemerintah serta para pekerja RRC juga berkenan menjalin solidaritas dengan kaum pekerja Indonesia.
Entah bagaimana kami akan menyebut namamu dan keluargamu secara khusus dalam untaian doa kami untuk kesembuhanmu dan ketabahan keluargamu
Masker bekas yang disamarkan sebagai masker baru kemudian dijual ke masyarakat yang sedang sangat membutuhkan masker demi melindungi diri dari keganasan virus corona, jelas memprihatinkan nurani mereka yang masih punya nurani.
Penyadaran atas keheningan agar kita menjauhkan diri dari angkara murka yang senantiasa siap merusak peradaban di marcapada. Termasuk angkara murka prahara wabah virus Corona.
Tidak tahu alamat orang yang sudah tertular dan orang sudah berpotensi tertular maka pukul rata saja semua alamat mungkin sudah ada orang tertular dan orang berpotensi tertular dan menularkan
Kepada siapa rakyat berharap pertolongan? Kepada Tuhan, kata para agamawan. Pasti! Itu pasrah namanya. Apakah kalau sudah pasrah persoalan jadi selesai? Tidak.
Para beliau adalah sejatinya para Pahlawan Kesehatan yang telah benar-benar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk tanpa pamrih mengabdikan diri bagi kemanusiaan.
Saat ini, Corona telah menjelma menjadi monster paling menakutkan di seantero bumi. Ia menerjang tanpa pandang bulu; negara besar atau negara kecil, komunis atau kapitalis, laki-laki atau perempuan, semua kolaps ketika sudah terpapar.
Lebih hebat lagi Menteri Tjahjo Kumolo, mengumumkan sendiri anak mantu, sespri, dan sopir sekaligus sebagai pasien positif corona. Ndak pakai lama-lama.
Para Pahlawan Kesehatan yang berada di gugus terdepan itu sangat rentan tertular COVID-19 maupun penyakit menular lainnya sehingga jelas juga sangat merisaukan keluarga di rumah masing-masing.
Di jalan saya melihat puluhan anggota TNI kita berlari pagi dengan penuh semangat dengan baju tampak basah diguyur keringat. Di rawut wajah mereka tercermin spirit dan keceriaan. Tentu kegiatan ini dipastikan dapat membentuk stamina tubuh.
Saran masyarakat vegetarian agar manusia tidak makan binatang sebab binatang memang lebih berperan sebagai sumber penyakit ketimbang tanaman.
Pemerintah pusat memberi imbauan: stay at home. Diem di rumah. Tapi, tetap pada keluyuran. Mahfud MD yang semula berpikir COVID-19 gak sampai ke Indonesia ikut kesal lihat orang-orang keluyuran dan nongkrong di kafe.
Anders Fogh Rosmussen mengemukakan bahwa kekuatan Taiwan dalam menghadapi corona ada pada: “Deploying a combination of big data, transparency and central command”. Pola yang diterapkan Taiwan ini menurut Anders tidaklah muncul begitu saja.
Jika hak asasi pasien corona dan hak asasi masyarakat umum saling berbenturan pada kasus konkrit, mana yang harus dipilih? Melindungi hak asasi pasien positif corona atau hak asasi masyarakat umum?
Personel Kesad yang ditugaskan terdiri dari 11 dokter spesialis, 30 dokter umum, satu apoteker, tiga asisten apoteker, lima petugas Roentgen, 50 perawat umum dan 50 petugas non-medis.
Kalau anggaran sudah disiapin, paksa rakyat stay di rumah. Bukan imbauan lagi. Instruksikan! Pemerintah buat aturan dan mekanismenya. Detail, lengkap, jelas dan pastikan tersosialisasikan ke rakyat. Dan yang terpenting, dijalankan!