Netizen •
Berita Positif Pembawa Harapan
InsyaAllah, segenap berita positif itu akan mampu konstruktif menggelorakan harapan bagi umat manusia agar lebih gigih bersemangat dalam bersatu-padu melawan malapetaka angkara murka wabah virus Corona
InsyaAllah, segenap berita positif itu akan mampu konstruktif menggelorakan harapan bagi umat manusia agar lebih gigih bersemangat dalam bersatu-padu melawan malapetaka angkara murka wabah virus Corona
Secara medis, penanganan Rumah Sakit di China lebih baik dari Indonesia. Sementara tingkat penularan Covid-19 punya pola yang sama di semua negara. Super cepat.
Yang paling menderita justru kaum miskin yang dirumahkan demi tidak tertular atau menularkan penyakit saluran pernafasan akibat angkara murka virus Corona.
Untuk satu kasus ini berapa SDM diperlukan, berapa uang diperlukan, berapa waktu dihabiskan. Untuk menelusuri riwayat kontak secara senyap oleh petugas?
Ternyata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman S.H., M.M mendirikan Kedai Makan Gratis khusus untuk para lansia dhuafa di depan rumah beliau di Pekayon Bekasi.
InsyaAllah, segenap berita positif itu akan mampu konstruktif menggelorakan harapan bagi umat manusia agar lebih gigih bersemangat dalam bersatu-padu melawan malapetaka angkara murka wabah virus Corona
Secara medis, penanganan Rumah Sakit di China lebih baik dari Indonesia. Sementara tingkat penularan Covid-19 punya pola yang sama di semua negara. Super cepat.
Yang paling menderita justru kaum miskin yang dirumahkan demi tidak tertular atau menularkan penyakit saluran pernafasan akibat angkara murka virus Corona.
Untuk satu kasus ini berapa SDM diperlukan, berapa uang diperlukan, berapa waktu dihabiskan. Untuk menelusuri riwayat kontak secara senyap oleh petugas?
Ternyata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman S.H., M.M mendirikan Kedai Makan Gratis khusus untuk para lansia dhuafa di depan rumah beliau di Pekayon Bekasi.
Siapakah sosok pejuang tangguh yang berada pada barisan terdepan sehingga seluruh kita, mulai dari pejabat sampai masyarakat umum, dapat mengikuti perkembangan penyebaran virus corona tersebut?
Sungguh memprihatinkan bahwa di tengah malapetaka yang sedang ganas menyengsarakan umat manusia ternyata masih ada insan manusia yang sedemikian rendah kadar peradabannya sehingga mampu dan mau melakukan sambil menikmati perbuatan biadab dan keji seperti itu.
Mengharukan bagaimana masyarakat Jerman tidak mau kalah kreatif bikin karya video berawal judul “Hattet ihr jemals ein Privatkonzert?” menampilkan sebuah rock-band dengan para pemusik mengenakan busana profesional tenaga medis anti virus
Apa kesalahan Itali sehingga mengalami situasi separah itu? Pertama, Itali telat lockdown. Bandingkan dengan Selandia Baru. Empat pasien ditemukan positif COVID-19, negara langsung mengisolasi ribuan orang. Dan Selandia Baru saat ini relatif aman dari Corona.
Ada malapetaka bukan buatan manusia seperti gempa bumi, bencana banjir, letusan gunung berapi sampai ke wabah penyakit menular seperti malapetaka virus Corona.
Para politisi sibuk mempolitisir wabah virus Corona untuk sengit menyerang pihak lawan politik demi merebut kekuasaan atau gigih membela diri demi mempertahankan kekuasaan.
Sejak kasus Virus Corona ditemukan di Indonesia, tampaknya kita semua seolah "sepakat" melindungi identitas pasien. Tujuannya agar tidak terjadi stigma pada korban. Dari aspek korban, itu dapat diterima dengan akal sehat. Namun dari aspek pelacakan penyebaran dan penanganan Virus Corona yang sudah mengglobal kurang dapat direkomendasikan.
Lockdown dapat dilakukan jika memang dalam penanganan pandemi COVID-19 hanya tunduk pada satu komando, tidak ada pihak yang cari muka atau membangkang dengan kebijakan lain.
Menakjubkan, seorang presiden Amerika Serikat dari Washington D.C. nun jauh di seberang samudra Atlantik melintasi benua Eropa menetapkan sebuah kota nun jauh di Jerusalem untuk menjadi Ibukota sebuah negara nun jauh di tanah Palestina.
Januari, China lockdown. Di bulan Februari, Jepang lockdown. Bulan Maret, Itali, Irlandia, Denmark, Norwegia, Mongolia, Filipina dan Spanyol lockdown. Dan mungkin akan disusul oleh negara lain dari 109 negara yang positif COVID-19.
Ternyata penangkal angkara murka virus Corona adalah curcumin yang ada pada tanaman empon-empon seperti jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang biasa dIgunakan sebagai bumbu masak serta minuman masyarakat Indonesia.
Lonjakan angka ini menunjukkan bahwa ada yang tak terlacak. Berapa jumlahnya dan di mana wilayahnya, tak ada data dan susah diprediksi. Sebab, satu orang bisa jumpa 100 orang dalam beberapa hari saja dan di tempat yang berbeda.
Maka sebelum gegabah menuduh mas Adhie membocorkan rahasia negara, adalah lebih bijak terlebih dahulu secara lebih cermat saya menelaah undang-undang tentang perlindungan rahasia negara.
Penanggulangan penyebaran Virus Corona yang sudah ditetapkan sebagai Pandemi oleh WHO yang paling efektif dan efisien adalah Pencegahan Oleh Diri Sendiri.
Masyarakat berhak tahu seketika sebagai Informasi Serta Merta ketika sebuah informasi diketahui oleh Badan Publik Negara yang diketahui akan menjadi penyebab tertularnya warga negara.