Netizen • 28 Sep 2019, 21:08 WIB
Tolak Bertemu di Istana, Mahasiswa Menang 3-0
Ibarat pertandingan sepak bola, permainan baru memasuki menit-menit awal. Namun mahasiswa sudah menang besar atas Presiden Jokowi.
Ibarat pertandingan sepak bola, permainan baru memasuki menit-menit awal. Namun mahasiswa sudah menang besar atas Presiden Jokowi.
Mungkin memang sudah terbalik, yang di dalam demo tidak habis-habis seperti tidak ada hal lain yang lebih bermanfaat, sedang yang jauh dari ribuan kilometer mengagumi karya-karya leluhur kita sepenuh jiwa mereka.
Ketegangan di Papua selama ini membesar karena menyangkut keinginan rakyat Papua untuk merdeka.
Keadilan atas kematian kedua pejuang mahasiswa Indonesia ini mesti terwujud. Secara nyata, bukan dengan janji dan sebatas lip service.
Ibarat pertandingan sepak bola, permainan baru memasuki menit-menit awal. Namun mahasiswa sudah menang besar atas Presiden Jokowi.
Mungkin memang sudah terbalik, yang di dalam demo tidak habis-habis seperti tidak ada hal lain yang lebih bermanfaat, sedang yang jauh dari ribuan kilometer mengagumi karya-karya leluhur kita sepenuh jiwa mereka.
Ketegangan di Papua selama ini membesar karena menyangkut keinginan rakyat Papua untuk merdeka.
Keadilan atas kematian kedua pejuang mahasiswa Indonesia ini mesti terwujud. Secara nyata, bukan dengan janji dan sebatas lip service.
Selain dengan membaca, mahasiswa juga harus didorong mampu bertanggung jawab atas apa yang diketahui.
Anies jadi pembicaraan publik. Publik penasaran, lalu mereka cari tahu tentang Anies
Diperlukan revisi UU 32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Khususnya terhadap Pasal 69 ayat 2.
Pendukung pemerintah mencoba menggunakan mantra lama yang sukses pada Pilpres 2019: Aksi mahasiswa kali ini ditunggangi oleh kelompok khilafah dan radikal!
Gerakan mahasiswa itu murni sebagai wujud spirit perlawanan pada kebijakan rezim yang tidak adil.
Memprihatinkan, kini bangsa Indonesia bukan memusuhi bangsa penjajah namun malah saling bermusuhan dengan sesama bangsa sendiri.
Namun upaya pelemahan KPK melalui revisi UU, dan pemilihan pimpinan yang KPK yang cacat secara etik, membuat mahasiswa siuman.
Hariman Siregar, legendaris dalam gerakan mahasiswa, menyebutkan bahwa kekuatan mahasiswa adalah "deep feeling" tentang nasib bangsanya.
Janji cucu Bung Karno berpihak ke wong cilik tersebut sangat membahagiakan sanubari rakyat Indonesia.
Menko Polhukam Wiranton juga menyalahkan media. Terlalu membesar-besarkan persoalan.
Ketika itu aku mendengar ada nama Skygers di Bandung, dan sebenarnya pengen banget bisa ikut.
Simbol utama negara adalah rakyat! Sebenarnya DPR tidak perlu sibuk merancang UU Penghinaan Terhadap Presiden dan Wapres
Lihatlah mereka, berjalan bersama dengan jalur dan rintangan yang sama pula, mungkin hanya beban yang berbeda tipis.