Mahasiswa Sang Revolusioner

Mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR saat unjuk rasa menuntut Soeharto mundur sebagai Presiden RI, Jakarta, Mei 1998/Dok Tempo

Mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR saat unjuk rasa menuntut Soeharto mundur sebagai Presiden RI, Jakarta, Mei 1998/Dok Tempo

Telah saya sebutkan dalam beberapa tulisan saya yang bisa di googling tentang mahasiswa, bahwa mereka adalah avant garde alias garda terdepan kaum revolusioner.

Hariman Siregar, legendaris dalam gerakan mahasiswa, menyebutkan bahwa kekuatan mahasiswa adalah "deep feeling" tentang nasib bangsanya. Jika situasi bangsa memburuk maka mereka akan tersadarkan.

Saya sendiri harus menambahkan bahwa kekuatan mahasiswa terletak dari idealisme mereka, independensi dan kemampuan kekinian mereka menggunakan big data dan IT dalam merespon situasi yang ada.

Tesis ini saya kemukakan untuk menjawab kegelisahan banyak pihak yang bingung apa dan kemana arah gerakan mahasiwa saat ini. Pertanyaan ini muncul karena terkesan tiba-tiba saja gerakan mahasiswa ini menguasai seluruh ruang publik dan semakin radikal.

Dalam banyak analisa merujuk pada masa lalu, memang gerakan mahasiwa biasanya bertahap dari tingkat kampus ke tingkat kota baru ke tingkat nasional di Jakarta (DPR dan Istana). Namun, anehnya, sekarang sudah ada pada semua tingkatan.

Professor emeritus Shoshana Zuboof dari Harvard University dalam bukunya "The Age of Surveillance Capitalism" 2019, justru mengatakan era ini ditandai dengan "the unprecedented", sesuatu yang tidak disangka-sangka muncul.

Jadi memang sejarah di masa lalu tidak harus terjadi dalam skenario yang sama di masa kini. Gerakan mahasiwa saat ini mampu datang dengan cepat menguasai ruang publik. Itu fakta. 

Memang dari segi tema, spectrum tuntutan terkesan ber variasi. Namun, sasaran  mereka sebenarnya jelas, melawan pada pusat/elit kekuasaan zalim. Dalam hal sementara adalah DPR, yang dianggapnya melumpuhkan KPK, via revisi UU KPK. Trigger UU KPK ini adalah permulaan. Namun, teriakan revolusi sudah terjadi di beberapa daerah, seperti demo mahasiwa hari ini di Malang, dan teriakan Jokowi turun, sudah diteriakkan di Makassar.

Mahasiwa yang diduga "tidur" selama ini, lalu terkesan tiba-tiba bergerak, kemudian dicurigai adanya pihak-pihak yang menunggangi. Pada saat bersamaan, Moeldoko, ketua KSP mengeluarkan pernyataan bahwa ada upaya kelompok-kelompok tertentu menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi, 20 Oktober mendatang.

Namun, tentu saja dugaan dan kecurigaan terhadap mahasiwa seperti itu kurang beralasan. Gerakan mahasiwa adalah gerakan yang sifatnya historis. Sehingga kesadaran historis itu mengantarkan klaim mahasiwa untuk eksis sebagai pelaku kontrol sosial. Dalam perspektif kesadaran kelas, dalam analisa kaum Marxian, mahasiwa tentu berpikir tentang previlage itu, bahwa mereka harus menunjukkan eksistensi dan eksklusifitasnya sebagai sebuah kelompok sosial.

Koeksistensi antara munculnya gerakan mahasiswa saat ini dengan adanya kelompok-kelompok sosial yang dituduhkan Moeldoko, tentu saja dapat terjadi. Di Hongkong pun, misalnya, gerakan mahasiwa Hongkong selama 12 minggu terus menerus, bersinergi antara idealisme mahasiswa Hongkong bertemu dengan kekuatan kapitalis Hongkong dan kelompok-kelompok Triad yang antihukum ekstradisi RRC. Namun, idealisme mahasiswa Hongkong tetap berada pada jalur idealisme alias jalur revolusi.

Hanya saja dugaan dan kecurigaan itu tidak mampu mereduksi kesadaran politik mahasiwa saat ini. Mahasiswa sebagai kelas menengah sadar (tercerahkan), tentu selama bertahun tahun belakangan ini menyerap problema sosial yang ada. Secara kesadaran, semua data dan peristiwa  yang diproduksi sistem sosial yang timpang, akan mengakumulasi dalam kegelisahan jiwa jiwa muda mereka. 

Kasus kebakaran hutan dan asap yang mematikan yang kesannya dianggap sepele serta bertahun tahun, kasus kasus terkait kemiskinan buruh dan sulitnya  lapangan kerja, kasus rasisme di Papua, ekonomi yang memburuk disertai hutang luar negeri yang terus membengkak, penguasaan kekayaan disegilntir elit dan terkahir kasus revisi UU KPK yang ganjil prosesnya, telah menyentuh sanubari jiwa-jiwa muda ini. Maka, ketika situasi politik kekuasaan an sich seperti Pilpres mereda, mahasiwa punya kesempatan masuk ke ruang publik. Dengan demikian, gerakan ini adalah gerakan idealisme, gerakan moral dan revolusioner.

Catatan Akhir

Gerakan mahasiswa saat ini sudah kembali. Jogya, Surabaya, Malanh, Bandung, Bogor, Makassar, Papua, Medan, Aceh, Riau, dlsb sampai Jakarta, telah ditandai gerakan mahasiwa. Berbagai kepentingan kelompok non mahasiswa berusaha mungkin mencari keuntungan dari gerakan ini. Alias upaya penunggangan. Namun, mahasiswa bukanlah orang orang naif dan bodoh. Karena kekuatan mahasiswa adalah pada idealisme, independensi dan kemampuan mereka mengartikulasikan kepentingannya.

Ketika sudah seluruh kota gerakan mahasiswa bergerak, maka mereka akan bergerak lama. Ini akan melewati batas-batas siklus politik, seperti urusan pelantikan Jokowi nanti. Karena gerakan ini akan bersifat revolusioner, yang menggugat soal nilai (value) atas sistem sosial kita yang rapuh. Saat ini DPR dikecam mahasiwa sebagai penjahat. Sebentar lagi akan menyasar juga pada eksekutif. Sehingga kemungkinan reformasi jilid dua akan terulang kembali.

Kita, di luar kekuatan-kekuatan mahasiwa, perlu memikirkan bagaimana kekuatan revolusioner ini menemukan jalannya dengan damai. Membangun dialog tanpa berniat menunggangi. Yakni dengan melihat mereka sebagai "moral force" dari bangsa kita yang sudah kehilangan moral.

Selamat datang gerakan mahasiswa, selamat datang kaum revolusioner.


Dr. Syahganda Nainggolan 
Direktur Sabang Merauke Institute

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ekonomi 05 Jun 2026, 23:19 WIB

Strategi Investasi Tepat Saat Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

Ekonomi RI tertekan: Rupiah tembus Rp18.000 dan IHSG anjlok ke 5.594 akibat PHK, pajak naik, serta modal asing keluar. Investor disarankan masuk bertahap dan atur portofolio sesuai profil risiko.

Nasional 05 Jun 2026, 21:53 WIB

Strategi 'Rangkul Lalu Pukul', Bisakah Layer Cukai Rendah Jinakkan Pabrik Rokok Ilegal?

Skema "rangkul lalu pukul" lewat layer cukai baru demi kejar Rp30 T menuai kritik. Cara ini dinilai beri karpet merah bagi rokok ilegal dan picu kecurangan baru ketimbang menegakkan hukum secara tegas

Nasional 05 Jun 2026, 20:21 WIB

BBM Mulai Dicampur Bioetanol 5%, Ini Efeknya untuk Mobil dan Motor Tua

Mulai semester II 2026, seluruh SPBU di Jawa wajib jual bensin campur etanol 5% (E5) sesuai Permen ESDM 4/2025. BBM ini ramah lingkungan & aman buat kendaraan modern, tapi berisiko korosi bagi mesin.

Sport 05 Jun 2026, 19:18 WIB

Lebih dari 50 Tenant Indonesia Open 2026 Gunakan Pembayaran Digital BNI

BNI menghadirkan pembayaran digital di Indonesia Open 2026 melalui EDC dan QRIS wondr untuk transaksi praktis.

Hiburan 05 Jun 2026, 18:55 WIB

Sedang Berkonflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Tulis Pesan Haru di Hari Ulang Tahun Anak

Meski hubungan dengan Sarwendah memanas akibat video viral, Ruben Onsu tetap fokus pada anak. Ia mengucapkan ultah menyentuh untuk Thalia dan berharap pihak luar tak memperkeruh mental anak mereka.

Nasional 05 Jun 2026, 17:55 WIB

PNM Hadir hingga Pulau Arar, Perkuat Akses Keuangan bagi Perempuan Pesisir Papua

PNM Mekaar bantu perempuan di Pulau Arar, Papua Barat Daya, mengembangkan usaha, memperbaiki rumah, dan akses keuangan.

News 05 Jun 2026, 17:44 WIB

Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu hingga Said iqbal Disebut akan Masuk Kabinet, Benarkah?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal kabar Purbaya mundur dari Menkeu dan Said Iqbal masuk kabinet, begini katanya.

Gadget 05 Jun 2026, 17:29 WIB

Samsung Segera Rilis Galaxy Fold 8 dalam Waktu Dekat, Intip Bocoran Spesifikasinya

Samsung Galaxy Z Fold 8 & 8 Ultra masuk sertifikasi Bluetooth. Varian standar hadir dengan layar luar lebih lebar mirip paspor untuk ergonomi, sementara varian Ultra tawarkan kamera & mesin premium.

Nasional 05 Jun 2026, 16:10 WIB

Gebrakan Anyar Nanik S Deyang Setelah Ditunjuk jadi Kepala BGN: Efisiensi Anggaran hingga Perbaiki Kualitas MBG 2026

Nanik S Deyang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Metropolitan 05 Jun 2026, 15:42 WIB

Angkat Tema 'Navigating Resilience' Taman Ismail Marzuki jadi Tuan Rumah Jakarta Future Festival 2026 Mulai 5-7 Juni, Ini Persiapannya

JFF 2026 akan menghadirkan berbagai diskusi, pameran, hingga kolaborasi lintas sektor yang membahas masa depan Jakarta.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 15:21 WIB

Pramono Pastikan JPO Senen Sentral Sudah Beroperasi Penuh Sejak Kamis Sore, Sempat Terhambat karena Masalah Administrasi dan Komunikasi

Sebelumnya JPO ini sempat tertutup akibat proses perbaikan pascakerusakan yang terjadi pada aksi unjuk rasa tahun 2025 lalu.

Gadget 05 Jun 2026, 15:01 WIB

Adu Spesifikasi Vivo X300 Ultra vs OPPO Find X9 Ultra, Mana yang Lebih Gacor?

Vivo X300 Ultra (Rp26 jt) & Oppo Find X9 Ultra (Rp28 jt) bersaing ketat. Oppo unggul di baterai 7.050 mAh, performa AnTuTu, zoom, & ColorOS matang. Vivo elegan, punya fitur MacBook.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:23 WIB

Pengumuman untuk Warga Jakarta, Distribusi Air PAM Jaya Alami Gangguan Sementara Mulai Malam Ini Jam 23.00 WIB, Berikut Wilayah yang Terdampak

Dikutip dari akun Instagram @dkijakarta, suplai air diperkirakan akan kembali normal bertahap pada Sabtu, (6/6) mulai pukul 03.00 WIB.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:08 WIB

Syaratnya Hanya KTP DKI, Pemprov Jakarta Buka 20843 Lowongan Kerja Padat Karya, Gaji UMP!

Kabar gembira bagi kamu warga ibu kota yang sedang mencari pekerjaan, Pemprov DKI Jakarta diketahui membuka 2.843 lowongan kerja padat karya.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:01 WIB

Menuju Perayaan HUT ke 499 Kota Jakarta, Berikut Rangkaian Acara Seru yang Digelar Mulai Hari Ini hingga 12 Juni 2026

Di pekan pertama Juni 2026, sejumlah acara menarik akan digelar di sejumlah titik seperti di Taman Ismail Marzuki hingga Jiexpo Kemayoran.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 13:40 WIB

1 Orang Meninggal Dunia, Kebakaran di Cideng Tanah Abang Diduga Akibat Ledakan Kompor Gas

Diduga akibat ledakan kompor gas tiga rumah semi permanen di Jalan Citarum Atas RT 18 / RW 01 Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat, 5 Juni 2026 pagi hangus terbakar.

Jakarta Utara 05 Jun 2026, 13:32 WIB

Progres Capai 50 Persen, Sudin SDA Jakarta Utara Perbaiki Kali Sunter Upaya Atasi Banjir!

Progres sudah mencapai 50 persen, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terus melakukan perbaikan turap Kali Sunter di Jalan Yos Sudarso.

News 05 Jun 2026, 12:52 WIB

HET MinyaKita Dikabarkan akan Mengalami Kenaikan, jadi Berapa? Ini Bocoran dari Pemerintah

Keputusan ini diambil menyusul kenaikan harga minta sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang akan terjadi dalam satu atau dua minggu ini.

Jakarta Timur 05 Jun 2026, 12:41 WIB

Satpel SDA Kramat Jati Perbaiki Turap Saluran PHB Induk Batu Ampar Sepanjang 50 Meter

Kepala Satpel SDA Kecamatan Kramat Jati, Muchlis, mengatakan perbaikan difokuskan pada bagian turap yang mengalami keretakan dan penurunan struktur.

Metropolitan 05 Jun 2026, 11:41 WIB

CFD di Rasuna Said Dimulai 7 Juni 2026 Pukul 05.30-09.00 WIB, Berikut Info Rute Alternatif Lalu Lintasnya

Pelaksanaan CFD di Rasuna Said akan berdampak pada pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terhubung langsung dengan kawasan tersebut.