AYOJAKARTA.COM - Inovasi bahan bakar nabati (BBN) karya anak bangsa, Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos), kini tengah bersiap untuk produksi massal dan launching di Timor Leste.
Kesiapan produksi dan peluncuran produk bahan bakar dari jerami di Timor Leste ini telah mencapai 70 persen.
Bobibos pun siap "melahirkan" bahan bakar murah, ramah lingkungan, dan rendah emisi di negara yang dijuluki Bumi Loro Sae tersebut.
Progres persiapan produksi massal Bobibos di Timor Leste ini disampaikan oleh Founder Bobibos, M Ikhlas Thamrin.
Ikhlas mengatakan jika truk pengangkut mesin biokimia yakni BOBIBOS Mobile Unite (BMU) kini sudah tiba di pabrik Timor Leste.

BMU ini nantinya akan digunakan untuk mengolah jerami sebagai bahan utama bahan bakar menjadi bioetanol.
Ikhlas juga menyampaikan bahwa produksi sudah mulai berjalan sepekan dan tinggal menunggu selesai.
Kemudian, bioetanol yang sudah melalui proses di BMU akan dimatangkan menjadi bahan bakar solar dan bensin.
Jika uji produksi pertama ini berhasil dan sesuai ekspektasi, maka langkah selanjutnya yakni membangun pabrik dengan daya dukung mesin biokimia.
Pabrik tersebut, kata Ikhlas nantinya mampu menghasilkan 1,8 juta liter setiap bulannya.

Sementara untuk saat ini, proses produksi pertama masih menggunakan mesin dengan kapasitas produksi bioetanol maksimal 500 liter.
Sedangkan untuk jerami adalah hasil produksi dari petani di Timor Leste dan akan menjadi suplai bahan baku.
Sebagai informasi, berdirinya pabrik Bobibos di Timor Leste ini merupakan hasil kerja sama dari PT. Inti Sinergi Formula (pengembang Bobibos) dengan Timor Agranova SA (perusahaan lokal yang ditunjuk pemerintah Timor Leste).***

Share this article
Bobibos pun siap "melahirkan" bahan bakar murah, ramah lingkungan, dan rendah emisi di negara yang dijuluki Bumi Loro Sae tersebut.