AYOJAKARTA.COM — Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, akhirnya mendarat di Indonesia.
Paus mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa, 3 September 2024 sekitar pukul 11.17 WIB.
Sebelumnya dia bertolak dari Vatikan melalui Bandara Internasional Roma pukul 17.15 waktu setempat, Senin, 2 September 2024.
Perjalanan Paus Fransiskus ke Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya ini merupakan perjalanan apostoliknya yang ke-45.
Perjalanan ini memakan waktu selama 12 hari dan merupakan yang terlama dalam sejarah kepuasannya.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Rilis Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Stadion GBK untuk Misa Akbar Paus Fransiskus
Kunjungan Paus ke Asia Tenggara selain ke Indonesia ini mencakup Papua Nugini, Timor-Leste, dan Singapura.
Paus diharapkan akan memperkuat hubungan spiritual dengan umat Katolik serta mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan dan dialog antaragama.
Sebelum meninggalkan Casa Santa Marta, kediamannya di Vatikan, Paus menyempatkan diri untuk bertemu dengan 15 orang tunawisma yang dibantu oleh Departemen Pelayanan Amal Vatikan.
Setelah memberikan berkat dan salam kepada kelompok tunawisma, Paus Fransiskus berangkat menuju bandara dan menaiki pesawat kepausan yang dijadwalkan mendarat di Jakarta pada pukul 11.30 waktu setempat (GMT+7).
Di tengah perjalanan, Paus mengirim telegram kepada Presiden Italia, Sergio Mattarella, menyampaikan harapan terbaiknya untuk rakyat Italia.
Paus mengatakan ketika dirinya akan memulai ke Indonesia, Papua Nugini, Timor-Leste, dan Singapura, ia berkeinginan bertemu dengan sejumlah pekerja di Vatikan.
Dia menambahkan Italia sebagai negara yang kaya akan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual ini, telah menjadi saksi solidaritas, persekutuan, dan dialog bahkan di saat-saat dan situasi yang penuh dengan cobaan.
"Saya dengan senang hati menyampaikan kepada Anda, Tuan Presiden, dan kepada rakyat Italia tercinta, harapan terbaik saya, yang saya sertai dengan harapan tulus untuk perdamaian dan kesejahteraan," tulisnya, dikutip dari vaticannews.va.
Perjalanan ini bukan hanya sebuah misi spiritual, tetapi juga bentuk nyata dari komitmen Paus Fransiskus dalam membangun jembatan dialog dan persaudaraan lintas bangsa.
Kunjungan ini dipandang sebagai momen penting bagi umat Katolik dan seluruh masyarakat di Asia dan Oseania yang merindukan pesan damai dan solidaritas di tengah tantangan global.***

Share this article
Perjalanan Paus Fransiskus ke Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya ini merupakan perjalanan apostoliknya.