AYOJAKARTA.COM – Langkah PKS menetapkan pasangan Anies Baswedan dengan Sohibul Iman sebagai Cagub dan Cawagub di Pilkada Jakarta mulai menuai sorotan.
Menurut Wasekjen PKB Syaiful Huda, keputusan PKS menetapkan Anies Baswedan dengan Sohibul Iman sebagai Cagub dan Cawagub di Pilkada Jakarta adalah blunder.
Sebab keputusan PKS mengumumkan Anies Baswedan dengan Sohibul Iman sebagai Cagub dan Cawagub di Pilkada Jakarta dapat menutupi peluang terjadinya komunikasi politik.
Syaiful Huda menilai, jumlah perolehan kursi yang dimiliki PKS dengan PKB selaku partai pengusung Anies masih sangat membutuhkan partai politik lain.
Dengan ditetapkannya pasangan Aman atau Anies-Iman, hal tersebut menurut Wasekjen PKB bisa berdampak buruk pada perolehan suara.
Disamping itu, Syaiful Huda juga menilai keputusan mengusung Aman sebagai peserta Pilkada Jakarta merupakan bentuk kebimbangan PKS.
Sebelumnya, PKS sudah menetapkan nama Mohamad Sohibul Iman untuk menjadi Calon Gubernur yang kini justru diamanahkan ke Anies Baswedan.
“Model pemborong figur untuk partai yang tidak punya Golden Ticket, menurut saya ini bahaya, bisa gak dapat mitra koalisi,” jelas Huda kepada awak media.
Menyikapi pernyataan Wasekjen PKB, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyebut penetapan tersebut merupakan hasil ikhtiar partai.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Pakai Kemampuan Analisismu untuk Temukan Layang-layang di Kafe Ini
Terkait dengan kekhawatiran pencalonan tersebut dapat menghalangi proses lahirnya koalisi, Presiden PKS menganggap pasangan Aman justru merupakan solusi.
“Nggak ada bahaya semuanya aman, kita justru tawarkan kepada partai yang lain pasangan ini bisa didukung bersama,” jelas Ahmad Syaikhu.
Sehubungan telah adanya kandidat paslon dari PKS dan PKB, Ketua DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun justru menyatakan enggan terburu-buru membuat keputusan.
Menurut Komarudin, selain perlu menunggu momentum penetapan calon peserta Pilkada Jakarta juga membutuhkan sejumlah variabel.
“Semua masih membutuhkan diskusi, kita perlu melihat yang mana yang terbaik, sehingga perlu ada kalkulasi,” ungkap Komarudin.
Ditetapkannya nama Anies sebagai Cagub untuk mendampingi Sohibul Iman, dinilai sejumlah kalangan sebagai strategi mengunci Anies dan meningkatkan daya tawar PKS.
Sehubungan dengan adanya penilaian tersebut, Hidayat Nurwahid selaku Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ikut buka suara.
Menurut Hidayat, salah satu bentuk kerjasama koalisi antara PKS dengan PKB dalam Pilkada Jakarta adalah memastikan netralitas Anies Baswedan.
“Kawan-kawan dari PKB menyatakan bisa menerima Sohibul Iman sebagai Cawagub asalkan Pak Anies bukan kader PKS,” ungkap Hidayat.
Dengan ditetapkannya Anies Baswedan yang bukan merupakan kader PKS dalam Pilkada Jakarta, menurut Hidayat hal tersebut adalah esensi kerjasama politik. ***

Share this article
Wasekjen PKB Syaiful Huda, keputusan PKS menetapkan Anies Baswedan dengan Sohibul Iman sebagai Cagub dan Cawagub adalah blunder