Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Sebut 69,7 Persen Masyarakat Yakin Ijazah Jokowi Asli, Jokowi: Punya Logika Sehat

Ilustrasi. Kasus dugaan ijazah Jokowi

Ilustrasi. Kasus dugaan ijazah Jokowi

 
AYOJAKARTA.COM - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei yang menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia tidak percaya bahwa Presiden Ke-7 RI Joko Widodo memalsukan ijazahnya.

Prof. Burhanuddin Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia menjelaskan bahwa survei dilakukan secara sistematik pada tanggal 17-20 Mei 2025 melalui metode survei telepon nasional.

Dengan teknik double sampling yang memanfaatkan database jutaan responden yang telah dikumpulkan melalui survei tatap muka sebelumnya.
 
Baca Juga: HEBOH! KPM Panik, Ribuan Nama Penerima Bansos Baru Masuk Daftar Penyaluran PKH BPNT Tahap 2 Besok

Hasil survei menunjukkan bahwa 75,9% responden mengetahui kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, sementara 24,1% mengaku tidak mengetahui kasus tersebut.

"Isu ijazah Jokowi ini membetot perhatian publik yang cukup luas, bahkan mengalahkan sebagian besar kasus-kasus korupsi yang sedang disidik oleh aparat hukum. Ada 75% warga yang mengaku tahu kasus dugaan ijazah palsu Pak Jokowi dan ini sangat luar biasa besar, tidak ada kasus sebesar ini," ungkap Prof. Burhanuddin.

Yang lebih signifikan lagi, dari responden yang mengetahui kasus ini, sebanyak 69,7% tidak percaya bahwa Jokowi memalsukan ijazahnya, sementara hanya 18,7% yang percaya akan tuduhan tersebut.

Ketika ditanyakan kepada seluruh responden (baik yang tahu maupun tidak tahu kasus ini), angka ketidakpercayaan mencapai 66,9%.

Prof. Burhanuddin menegaskan bahwa komposisi demografis menunjukkan pola yang merata di semua kelompok masyarakat,
 
"Misalnya kelompok laki-laki yang tidak percaya bahwa Jokowi memalsukan ijazah itu 63%, perempuan 70,3%. Generasi berdasarkan Gen Z, milenial, Gen X dan seterusnya itu mayoritas juga tidak percaya."
 
Baca Juga: Hasil Survei 100 Hari Kerja, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Pecahkan Rekor dengan Tingkat Kepuasan Masyarakat 95 Persen

Menariknya, berdasarkan akses informasi media sosial, pengguna Twitter/X menunjukkan tingkat kepercayaan tertinggi terhadap tuduhan pemalsuan ijazah.

Sementara pengguna platform lain seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan Facebook mayoritas tidak percaya akan tuduhan tersebut.

Menanggapi hasil survei tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan komentar singkat yang menyatakan, "Artinya masyarakat memiliki logika dan penalaran yang sehat. Memiliki logika dan penalaran yang sehat artinya itu karena logikanya memang enggak masuk akal."

Jokowi juga menegaskan bahwa meskipun ada yang pro dan kontra, "semuanya nanti kita serahkan pada proses hukum. Nanti di pengadilan akan terbuka semuanya secara jelas dan gamblang, karena di situ pasti nanti ada fakta-fakta, ada bukti-bukti, ada saksi-saksi semuanya akan dibuka di sidang pengadilan."

Prof. Burhanuddin mengapresiasi logika masyarakat yang menilai isu ini tidak masuk akal, mengingat banyaknya verifikasi yang telah dilakukan berbagai lembaga.
 
Baca Juga: Bank BSI Terdepan! 4 Bank Himbara Mulai Selesaikan Verifikasi Rekening, Dana PKH BPNT Tahap 2 Mulai Disalurkan

"Ada banyak warga yang rasional yang bukan fansnya Pak Jokowi yang menganggap bahwa isu ini terlalu dibuat-buat.

Ada banyak teman Pak Jokowi yang masih hidup yang bisa kita tanya, ada institusi UGM yang bisa kita klarifikasi, ada institusi seperti KPU karena Pak Jokowi maju dalam proses kontestasi elektoral dua kali di tingkat Pilkada Kota Surakarta, di tingkat Pilgub 2012, kemudian di Pilpres 2014 dan 2019, dan masing-masing KPU melakukan verifikasi," jelasnya.

Namun, Prof. Burhanuddin juga menganalisis mengapa masih ada 18,7-19% masyarakat yang percaya akan tuduhan tersebut.

Analisisnya menunjukkan adanya faktor partisan politik yang kuat, terutama dari basis pendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.

"Pendukung Mas Anis paling banyak yang percaya, meskipun mayoritas pendukung Mas Anis tidak percaya Pak Jokowi memalsukan (51% tidak percaya).

Tapi ada 40% pendukung beliau di 2024 yang lalu yang percaya bahwa ada proses pemalsuan ijazah Pak Jokowi.

40,2% basis pendukung Mas Anis ini jauh lebih besar ketimbang basis pendukung Mas Ganjar atau Pak Prabowo yang percaya bahwa ijazah Pak Jokowi palsu," ungkapnya.

Ia juga mencatat adanya kekecewaan dari sebagian basis PDI Perjuangan terhadap sikap Jokowi di Pemilu 2024.

Terutama terkait putusan nomor 90 yang memungkinkan Gibran Rakabuming maju sebagai calon wakil presiden.

 Prof. Burhanuddin menganalogikan kasus ini dengan kontroversi akta kelahiran Barack Obama yang dipertanyakan Donald Trump.

Di mana meskipun Obama telah menunjukkan akta kelahirannya, sebagian pendukung partai Republik tetap ragu akan keasliannya.

Prof. Burhanuddin Muhtadi menyerukan agar publik dan media beralih fokus pada isu-isu yang lebih substansial ketimbang perdebatan ijazah yang dinilainya tidak produktif.
 
Baca Juga: Akhirnya! Christiano Pelaku Kasus Tabrak Mahasiswa FH UGM Argo Ericko Ditahan, Sebut Kelelahan Jadi Alasan

"Sebaiknya kita lebih fokus pada isu-isu yang jauh lebih penting, jauh lebih substantif. Misalnya berkaitan dengan pelemahan ekonomi, berkaitan dengan isu fungsi TNI, isu pelemahan atau regresi demokrasi itu jauh lebih krusial ketimbang isu ijazah," tegasnya.

Menurutnya, survei opini publik yang dilakukan mengkonfirmasi bahwa isu ijazah pada dasarnya dianggap tidak terlalu krusial oleh warga.

Ia juga menekankan bahwa secara implikasi politik, isu ini sudah tidak relevan lagi mengingat Jokowi sudah tidak menjabat sebagai presiden.

"Buat apa kita menghabiskan energi untuk hal-hal yang secara implikasi politiknya juga sudah tidak ada karena beliau sudah tidak lagi menjadi pejabat publik sebagai presiden," ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Burhanuddin menyoroti isu-isu yang seharusnya mendapat perhatian lebih besar dari publik.

Seperti ketidakpastian geopolitik global, economic uncertainty, tekanan terhadap rupiah yang mengalami penurunan sekitar 10% meskipun belakangan sedikit menguat, serta isu PHK yang semakin mengkhawatirkan.

"Isu global economic uncertainty, rupiah kita mengalami tekanan meskipun belakangan agak menguat tetapi overall agak turun 10% dibanding sebelumnya, kemudian isu PHK saya kira itu isu yang jauh lebih penting yang menurut saya membutuhkan perhatian publik lebih keras dalam rangka membantu pemerintah agar masalah-masalah kebangsaan yang lebih substantif ini bisa segera teratasi," pungkasnya.

Hasil survei ini memberikan gambaran bahwa meskipun isu ijazah Jokowi mendapat perhatian luas dari publik.

Mayoritas masyarakat Indonesia tetap menunjukkan sikap rasional dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dinilai tidak memiliki dasar logis yang kuat.

Sekaligus menjadi indikator bahwa masyarakat Indonesia memiliki kematangan politik dalam menyikapi berbagai isu kontroversial.***
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

News 12 Jun 2026, 23:17 WIB

Atas Nama pemerintah, Seskab Teddy Jelaskan Alasan Penyesuaian Harga Pertamax, Begini...

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa penyesuaian ini tidak terhindarkan karena status Pertamax sebagai produk non-subsidi.

Jakarta Pusat 12 Jun 2026, 23:12 WIB

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin Jenguk Bocah Korban Bullying hingga Tersetrum di Taman Kramat Pulo!

Ramai viral kasus bullying bocah oleh remaja hingga tersetrum, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin bersama jajarannya, diketahui membesuk korban di kediamannya pada Jumat, 12 Juni 2026.

Nasional 12 Jun 2026, 22:38 WIB

Seleksi Terbuka JPT Kemenag 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya

Kemenag membuka seleksi terbuka enam jabatan Eselon II. Pendaftaran berlangsung hingga 26 Juni 2026 secara online.

Metropolitan 12 Jun 2026, 22:10 WIB

Pramono Anung Soal Aksi Unjuk Rasa BEM UI: Penyampaian Dipersilahkan Asal Tidak Merusak Fasilitas Publik

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka suara terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa pada Jumat, 12 Juni 2026.

Nasional 12 Jun 2026, 21:25 WIB

Instagram Down Hari Ini, Kenapa Story dan DM Tidak Bisa Diakses?

Layanan Instagram global gangguan pada Jumat, 12 Juni 2026. Downdetector mencatat ribuan laporan; masalah utama berupa unggahan Story macet 95% dan DM eror, namun pihak Meta belum rilis konfirmasi.

Internasional 12 Jun 2026, 19:32 WIB

Berkaca dari Vietnam, Apa Saja Model Kendaraan yang Tidak Kompatibel dengan Bensin E10?

Bensin E10 tidak cocok untuk mesin tua/karburator (seperti mobil Mercedes lama, motor Yamaha pre-2017, Honda Click 2008) karena risiko endapan dan pemisahan air, sehingga butuh kontrol kualitas ketat.

Bisnis 12 Jun 2026, 19:16 WIB

Panduan Memilih Asuransi Mobil All Risk Terpercaya

Simak panduan memilih asuransi mobil all risk terpercaya dengan memperhatikan premi, klaim, reputasi, dan bengkel.

Metropolitan 12 Jun 2026, 18:40 WIB

Besok 1 Jam Saja! Pemprov DKI Lakukan Aksi Pemadaman Lampu di 6 Titik Wilayah Mulai Pukul 20.30 WIB

Salah satu upaya untuk hemat energi dan pengurangan emisi karbon dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemprov DKI lakukan aksi pemadaman lampu di sejumlah titik ibu kota pada Sabtu (13/6).

Metropolitan 12 Jun 2026, 18:10 WIB

Demo Mahasiswa di Kawasan Bundaran HI Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran, 5 Rute Transjakarta Alami Penyesuaian

Kritik pemerintahan Prabowo-Gibran dengan 5 tuntutan, aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).

Internasional 12 Jun 2026, 18:05 WIB

Vietnam Tak Lagi Jual Bensin Konvensional, Warga Berebut E5 Dibanding E10

Vietnam resmi stop bensin konvensional per Juni 2026 dan ganti ke bioetanol E10. Kebijakan Net Zero ini memicu aksi borong bensin E5 oleh pemilik kendaraan lama karena khawatir kerusakan mesin tua.

Jakarta Barat 12 Jun 2026, 18:03 WIB

Operasi Gabungan Sudin KPKP Jakarta Barat Berhasil Menjaring 104 Ekor Ikan Sapu-sapu di Kali Olimo!

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu masih gencar dilakukan, setidaknya 104 ekor dengan berat total 59 kilogram berhasil dijaring personel gabungan, pada Jumat, 12 Juni 2026 di Kali Olimo.

News 12 Jun 2026, 17:26 WIB

Pertamina Patra Niaga JBB Pastikan Pasokan BBM di Jabodetabek, Banten, dan Jabar Tetap Aman

Pertamina Patra Niaga JBB memastikan pasokan BBM di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat tetap aman serta mengoptimalkan distribusinya.

Kepulauan Seribu 12 Jun 2026, 17:12 WIB

Upaya Edukasi Lingkungan, Sudin LH Kepulauan Seribu Berencana Hadirkan Ikon 'Bang Libra dan Mpo Lisa'!

Salah satu upaya untuk mengedukasi lingkungan, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu akan menghadirkan ikon Bang Libra dan Mpo Lisa.

Bisnis 12 Jun 2026, 15:36 WIB

Lewat MoU Strategis Bersama UNAIR, BTN Siap Cetak Generasi Z yang Cerdas Finansial

BTN jalin MoU dengan UNAIR untuk perkuat ekosistem digital kampus dan edukasi Gen Z hadapi stres keuangan lewat strategi Soft Saving.

News 12 Jun 2026, 15:16 WIB

Demo Jakarta: Mahasiswa BEM UI Tertahan di Semanggi, Aparat Keamanan Hadang Massa ke Bundaran HI

Pihak aparat keamanan menghadang massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI yang akan melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran HI pada Jumat, 12 Juni 2026.

Metropolitan 12 Jun 2026, 15:03 WIB

Jakarta Gelap Gulita Besok Malam! Catat Jadwal dan Titik Pemadaman Lampu Serentak 13 Juni 2026

Sambut Hari Lingkungan Hidup, Pemprov DKI gelar aksi padam lampu serentak di 5 wilayah Jakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 20.30-21.30 WIB. Yuk, matikan lampu 1 jam untuk hemat energi.

News 12 Jun 2026, 14:50 WIB

Viral! Pantauan CCTV Kawasan Bundaran HI Tidak Bisa Diakses, Warganet: Stay Safe Teman-teman...

Ramai di media sosial, pantauan CCTV di sekitar Bundaran HI tempat aksi unjuk rasa mahasiswa pada Jumat, 12 Juni 2026 tidak bisa diakses.

News 12 Jun 2026, 14:11 WIB

Penting! Antisipasi Macet Demo Bundaran HI, Seluruh KA Stasiun Gambir Berhenti di Jatinegara

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memberlakukan kebijakan pemberhentian tambahan di Stasiun Jatinegara

Metropolitan 12 Jun 2026, 13:45 WIB

Di Tengah Rencana Tarif Baru Transjabodetabek, Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Transportasi Gratis

Pramono Anung juga mengatakan pihaknya membuka peluang untuk menambah golongan penerima transum gratis.

Ekonomi 12 Jun 2026, 12:56 WIB

Masih Sepi Peminat di Indonesia, Ternyata Ini Akar Masalah Struktural Perbankan Syariah

Pangsa pasar bank syariah RI tertahan 7,6% meski populasi Muslim terbesar. Maybank ungkap keterlambatan regulasi sejarah, minim dukungan top-down pemerintah, literasi rendah, serta kewajiban spin-off